SISTEM. Selir Buangan

SISTEM. Selir Buangan
Xing'er, Aku Membutuhkan Mu


__ADS_3

Mey Lin yang sangat menginginkan dirinya menjadi satu-satunya pendamping kaisar membuatnya gelap mata, tidak ingin berbagi terutama kepada Lun xiang yang sangat jelas di inginkan kaisar.


Berbeda dengan selir lain. Walaupun mereka tidak suka dengan Lun xiang, tapi mereka tidak ingin memiliki kaisar seorang diri, biarlah mereka berbagi karena memang kenyataannya seorang kaisar pastinya tidak akan memiliki satu istri saja.


Ketiga selir lainnya tidak mengetahui niat buruk Mey Ling. Andai saja mereka tahu sudah pasti mereka tidak akan bekerja sama dengannya dan mendukung rencananya. Tapi karena mereka begitu percaya dengan Mey Ling, mereka akhirnya ikut arus rencana yang di buat oleh selir kedua.


Mey Ling merapikan dirinya agar terlihat sempurna dimata kaisar. Raut wajah kesalnya pun berubah dalam sekejap dan kini menampilkan senyum manis dan menawannya. Perlahan tangan itu mengetuk pintu ruangan kaisar membuat kaisar menoleh ke arah pintu. Siapa yang mengganggu nya?


Yan Chen yang tahu ada tamu untuk kaisar berpamitan, tidak ingin mengganggu dan memilih pergi meninggalkan ruangan tuannya.


Kaisar mendengus, tatapannya semakin dingin apalagi saat tahu siapa yang datang, selir kedua.


"Hormat hamba Yang Mulia." sapa Mey Lin memberi hormat, sedikit membungkukkan badannya. 


Kaisar yang mendengar tidak menjawab sedikitpun, tidak tertarik berbicara dengan selirnya. Mey Ling yang di abaikan mengepalkan tangan, menahan amarah di hatinya. Namun dia tetap tersenyum, menutup rasa kesalnya.


"Yang Mulia, saya membawakan teh untuk anda. Saya meraciknya sendiri, saya harap anda menyukainya."


Mey Ling menuangkan tehnya di cangkir dan memberikan nya kepada kaisar. Kaisar tidak menanggapi, dan tidak menyentuh sedikitpun teh itu. Tidak tertarik dengan pemberian selir keduanya, karena yang di harapkan adalah pemberian Selir pertama.


Mey Ling yang melihat ingin sekali menjerit dan mengamuk karena di abaikan. Tidak bisakah kaisar sedikit saja memandangnya, kenapa hanya selir pertama? Kenapa tidak dengannya.


"Apa anda memikirkan tentang selir pertama Yang Mulia?" Tanya Mey Ling membuat kaisar langsung menatapnya. Ada apa dengan pertanyaan itu. "Saya tahu anda pasti sedang memikirkan selir pertama yang saat ini entah dimana keberadaannya. Saya hanya menyayangkan, kenapa selir pertama sampai pergi meninggalkan istana padahal sudah jelas anda begitu menyayanginya."


"Apakah aku meminta mu berbicara?" tanya Kaisar dengan nada dan tatapan dingin, seolah mampu menyayat tubuh lawan bicaranya 


Mey Ling menelan ludah dengan kasar, tidak berani menatap kaisar yang menatapnya dengan dingin. Entah kenapa tatapan itu seakan mampu mencabik-cabik tubuhnya. Walaupun kenyataan wajah itu sangatlah tampan, tapi tetap saja sangat menakutkan.


"Maafkan saya, Yang Mulia. Saya salah berbicara."


"Pergilah, aku sedang tidak ingin di ganggu."


Mey Ling tidak beranjak sedikitpun, tetap diam di tempat. Kaisar yang melihat langsung menatap Mey Ling dengan sangat mengerikan. Apakah selirnya ini tuli sampai tidak mendengar perintahnya.

__ADS_1


"Apa kau tidak mendengar perintah ku?"


"Bukan saya tidak mendengar Yang Mulia. Saya hanya ingin menemani anda, agar anda tidak merasa bosan saat ini."


Mey Ling memberanikan diri berkata seperti itu. Walaupun kenyataannya sangat ketakutan tapi dia mencoba menutupinya, harus tetap tegar dan berani sebagimana layaknya istri dari seorang kaisar.


Kaisar yang mendengar bukannya senang, tapi malah semakin kesal. Tatapannya benar-benar sulit di artikan, membuat Mey Ling bingung dan salah tingkah, gelisah dan ketakutan


"Apa yang harus ku lakukan, apakah dia akan membunuh ku?" Gumamnya dalam hati melihat wajah gelap Kaisar. 


"Kau benar-benar tidak mendengar perintah ku? Bukankah sudah ku katakan untuk pergi dari sini. Apa kau ingin membuat ku marah?" Ucapnya dengan nada sangat dingin.


"Saya istri anda, Yang Mulia. Tidak bisakah anda meminta saya untuk melayani anda. Selir pertama telah pergi, kenapa anda tidak membiarkan saya  untuk melayani anda saat ini."


"Pergilah, aku sedang tidak ingin diganggu." Kaisar sebenarnya marah mendengar Mey Ling berbicara seperti itu, menurutnya itu sangatlah lancang. Terserah dia ingin bersama dan tidak bersama dengan siapa, itu urusannya, tidak berhak selirnya mengaturnya.


Kaisar tidak ingin berdebat dan berakhir menyakiti selirnya. Walaupun bisa melakukannya, namun kaisar memilih tidak melakukannya. Sedangkan Mey Ling tidak sedikitpun menyerah, tetap kukuh dengan pendiriannya. Menemani kaisar dan berharap kaisar luluh dan mau bersamanya.


"Pengawal!" teriaknya memanggil penjaga di luar. Dia penjaga lanngsung masuk, memberi hormat dan bertanya apa ada yang bisa di bantu.


"Seret dia dari keluar dari ruangan ku," perintahnya tidak ingin di bantah.


"Baik, Yang Mulia,"


Kedua pengawal itupun mendekati Mey Ling memintanya untuk keluar bersamanya. Mey Ling menolak, tetap ingin menemani kaisar.


"Seret dia!" jengah kaisar dengan tingkah Mey Ling.


"Yang Mulia, saya tetap ingin menemani anda disini, jangan usir saya Yang Mulia."


Mey Ling tetap ngotot karena ingin merencanakan rencana liciknya. Dia menggunakan sebuah parfum yang di campur dengan obat perangsang. Ingin membuat kaisar jatuh dalam pelukannya, menjadikan kaisar satu-satunya miliknya.


Kaisar bener-bener geram dengan Selir keduanya. Wajahnya semakin gelap, seolah ingin menelan selirnya itu hidup-hidup.  Mey Ling sebenarnya begitu takut. Tapi ketakutannya terus di tahan, tidak ingin rencananya gagal begitu saja.  

__ADS_1


Mey Ling menepis kedua tangan penjaga itu dan berlari kearah kaisar, memeluknya. Pada saat itu Mey Ling memancarkan aksinya, membuat kaisar menghirup sesuatu. Kaisar merasakan kepalanya menjadi pusing. Entah kenapa dia merasa tubuhnya sedikit aneh. Kaisar menggelengkan kepala berulang kali mengusir pusing di kepalanya. 


"Ada apa dengan ku?" Batin kaisar. Dia merasa tubuhnya merasakan perubahan. Ada sesuatu yang aneh saat Mey Ling memeluknya dan menghirup sesuatu dari tubuh selir keduanya itu. 


Mey Ling yang melihat tersenyum menyeringai. "Yang Mulia apa yang terjadi?" Mey Ling mendekat mencoba membantu. 


"Minggir kau," dorongnya dengan kuat, membuat Mey Ling terjatuh di lantai.


Semakin dekat Mey Ling semakin kuat pula efek yang terjadi di tubuhnya. Bau parfum itu entah kenapa sungguh membuat nya menjadi gila. Sekuat tenaga kaisar menahan dirinya. Mey Ling bangkit dan mendekati Kaisar lagi, tapi lagi-lagi di tolak dan didorong.


"Minggir!" 


Tubuh Mey Ling kembali terdorong dengan keras, membuatnya mengaduh karena dua kali pantatnya mencium lantai dengan keras.


"Yang Mulia, kenapa anda mendorong saya?"


"Keluar dan jangan tunjukkan wajah mu di hadapan ku!" bentak kaisar dengan keras karena tiba-tiba tubuhnya dikuasai oleh hawa nafsu.


Mey Ling masih saja berusaha untuk mendekatinya, berharap saat ini mereka bisa menyatu. Tapi kaisar tidak memberikan kesempatan sedikitpun kepada selir keduanya, karena yang berhak menyentuh tubuhnya hanya selir pertamanya, Lun xiang.


"Xiang'er, aku membutuhkan mu."


Lun xiang yang ada di hutan tiba-tiba bersin. Entah kenapa hidungnya tiba-tiba merasa gatal. Mungkinkah ada yang sedang membicarakannya. 


.


.


.


Bersambung 


 

__ADS_1


__ADS_2