SISTEM. Selir Buangan

SISTEM. Selir Buangan
Memburu Lun xiang


__ADS_3

REVISI


Seorang pelayan datang dengan membawa nampan berisi pesanan. Menata di meja dengan hati-hati.


"Silahkan di nikmati Nona,"


Lun xiang mengangguk. "Tuan, bisakah saya bertanya?"


"Silahkan nona,"


"Apa anda tahu di mana akademi Lan Jian berada?"


"Apakah anda ingin mendaftar murid baru di akademi itu, nona?" Lun xiang mengangguk.


"Akademi itu berada di kekaisaran YangLong tak jauh dari tempat ini, nona. Mungkin satu hari satu malam perjalanan anda akan sampai di Akademi Lan Jian."


"Terimakasih informasinya. Ini untuk anda," Lun xiang memberikan satu koin emas pada pelayan pria itu. "Ambillah,"


"Terimakasih nona," jawab pelayan itu senang dan setelah itu pergi.


Lun xiang menikmati makanannya. Yah, walaupun makanan itu tidak seenak di restoran bintang lima saat di dunianya, namun masih cukup baik di lidahnya.


Setelah selesai, Lun xiang langsung melanjutkan perjalanannya. Tujuan nya saat ini adalah Akademi Lan Jian yang berada di Kekaisaran YangLong untuk mendaftar, berharap menjadi murid inti agar bisa memasuki reruntuhan kuno nantinya.


"Menurut mu apakah aku akan di terima di akademi itu?"


"Kenapa kau berkata seperti itu? Apa kau tidak percaya dengan kekuatan mu?"

__ADS_1


"Hah, bukan seperti itu!"


Lun xiang kesal, wajahnya begitu dingin. Tanpa menghiraukan pria tua, Lun xiang melanjutkan perjalanannya. Lun xiang meminta Sistem untuk menunjukan benda yang bisa mempercepat perjalannya dan sistem menujukkan layar Shop sistem agar Lun xiang mudah memilihnya.


Lun xiang menggeser layar lebar di depannya. Terdapat banyak jenis kendaraan. Namun semua itu sangatlah mahal, poinnya tidak cukup untuk membeli benda yang menurutnya menarik.


Hah, Lun xiang menghela nafas. "Sepertinya hanya bisa membeli ini," Lun xiang menekan tombol beli. Sebuah karpet terbang dalam sekejap muncul di hadapannya. 


"Ini tidak buruk." Gumamnya dan melompat, naik di atas karpet.


Wuuus.....


Karpet terbang berwarna merah melesat dengan cepat di atas awan,  menuju arah ke Kekaisaran YangLong. Lun xiang yang bosan merebahkan tubuhnya, menikmati waktu santainya.


"Sepertinya kau menikmati waktu santai mu."


Lun xiang diam, mengabaikan. Huh, jangan harap aku menjawab pertanyaan mu, tua bangka sialan! Lun xiang masih kesal dengan pria tua, tidak ingin menjawab satu kata pun.


*****


Di tempat Kerajaan Tianwhu, bawahan Kaisar Yu Feng yang di perintah kini menjalankan tugasnya, mencari keberadaan selir pertama yang keberadaannya entah dimana.


Sedangkan pada selir berpikir, kepergian perginya Lun xiang pasti karena orang suruhan Selir Mey Ling yang telah berhasil membunuhnya, sehingga membuat kaisar berpikir, bahwa selir pertama pergi karena tidak ingin bersamanya.


"Biarlah kaisar berpikir selir pertama pergi karena tidak ingin bersamanya. Itu malah bagus, karena kaisar tidak akan mencurigai kita." Ucap Shi Ling 


"Hm, aku berharap semoga ja-lang itu memanglah mati." Saut Luo Qingyi.

__ADS_1


"Aku yakin wanita itu telah mati. Tidak mungkin dirinya bisa selamat dari pembunuh itu," saut Xiao xiao dan semuanya mengangguk, yakin Lun xiang telah menjadi mayat dan mungkin saja tubuhnya telah di makan hewan spiritual.


Mereka begitu senang karena akhirnya selir pertama berhasil disingkirkan. Kini tinggal mencari perhatian kaisar agar kaisar menyayangi mereka.


Berbeda di tempat lain, Mey Ling dan kakaknya kini berada di markas pembunuh bayaran. Mereka mendapatkan kabar bahwa orang yang mereka kirim di temukan telah mati mengenaskan tanpa bentuk tubuh yang utuh, hanya terlihat daging dan tulang yang berceceran.


Baik Mey Ling dan Lang Tian saling pandang, terkejut. Bagaimana bisa mereka mati dalam keadaan mengerikan seperti itu. Mungkinkah yang membunuh Lun xiang, atau ada orang yang membantunya? 


"Sialan! Kenapa ja-lang itu selalu saja beruntung. Aku tidak akan membiarkan dia hidup. Apapun yang terjadi ja-lang itu harus mati."


"Kakak akan membantu mu mencari dan membunuh nya. Serahkan semuanya pada kakak," ucap Lang Tiang dan Mey Ling mengangguk.


Selain kakaknya akan bertindak, pembunuh bayaran yang disewa sebelumnya masih terus melakukan tugasnya, mencari keberadaan Lun xiang dan akan membunuhnya. 


"Anda tenang saja nyonya. Kami akan terus mencari keberadaan wanita itu sampai dapat. Dan kami akan membunuhnya dengan cara mengerikan."


"Lalukan secepatnya. Aku tidak sabar mendengar kabar itu. Ku harap kalian tidak gagal lagi setelah ini."


Tiga kelompok kini memburu Lun xiang. Dua diantaranya ingin membunuhnya, satu kelompok lainnya ingin menangkap. Lun xiang tidak tahu jika dirinya kini menjadi target tiga kelompok. Jika dia tahu pastilah sangat marah karena menjadi buronan.


.


.


.


Bersambung 

__ADS_1


Selamat membaca, semoga kalian terhibur. Jangan lupa dukungannya.


Salam sayang dari Saadahrafael😘😘😘


__ADS_2