SISTEM. Selir Buangan

SISTEM. Selir Buangan
Menjalin Kontrak Dengan Naga Api


__ADS_3

Ledakan yang di buat oleh Lun xiang menimbulkan beberapa pendekar datang. Pria tua yang merasakan aura beberapa pendekar mendekat memberitahukan kepada Lun xiang.


Lun xiang dan Bai Qianyu dengan cepat pergi dari tempat itu, tidak ingin berurusan dengan para pendekar yang pastinya akan membuat masalah dengan mereka. Mereka bersembunyi di suatu tempat dan tak lama setelah itu terlihat banyak pendekar datang ke tempat itu.


"Ledakan yang kau buat membuat para pendekar datang, pastinya karena ingin tahu apa yang terjadi." 


"Hm…tapi jika tidak melakukan itu, mana bisa aku mengalahkan Naga sialan ini," 


Naga Api yang mendengar mendengus. Ya, Naga Api kini mengikutinya, melingkar di pergelangan tangannya. Alasannya karena Pedang Api kini sudah menjadi milik Lun xiang dan secara langsung dia harus menganggap Lun xiang sebagai tuannya dan menjalin kontrak secara suka rela.


Para pendekar yang telah berada di tempat itu sangat terkejut melihatnya gunung yang semula ada kini rata dengan tanah dan hancur lebur. Mereka saling berpikir siapa gerangan yang melakukannya sampai bisa membuat gunung sebesar itu hancur. Mungkinkah ada pendekar Tingkat KEHIDUPAN YANG MENAKJUBKAN di kekaisaran ini.


"Siapa yang melakukan ini?" Tanya para pendekar pada pendekar lain.


"Sepertinya pertarungan ini di sebarkan oleh pendekar yang sudah berada di tingkat Kehidupan Yang Menakjubkan. juka bukan pasti tidak akan bisa hancur seperti ini."


"Ya, kau benar."


Tak jauh dari tempat itu, seorang yang sejak tadi ada disana menatap ke arah dimana perginya Lun xiang. Dia tidak menyangka akan melihat seseorang yang di carinya selama ini.


"Ternyata Selir Pertama ada di kekaisaran YangLong. Sekarang hanya tinggal mencari dimana selir pertama tinggal dan aku akan memberitahukan kepada Yang Mulia." Gumam seseorang tersebut yang melihat keberadaan Lun xiang.


Pria itu menulis di sebuah kertas kecil dan mengirimkannya lewat seekor burung. Mengantarkan surat itu kepada tuannya, bahwa dirinya telah menemukan keberadaan Selir pertama.


Pria itu terus mengamati sekitar. Tidak memungkinkan untuknya mengikuti Lun xiang saat ini karena bisa jadi wanita itu telah pergi jauh. Untuk saat ini hanya bisa mencari lewat auranya. Hal lain yang ditakutkan adalah jika para pendekar akan menuduhnya yang melakukannya, karena dirinya yang sejak tadi ada di sana.

__ADS_1


Tak hanya seorang itu yang melihat, beberapa orang juga melihat adanya Lun xiang bersama dengan seorang pria. Apalagi saat mereka melihat betapa karennya Lun xiang melawan dan mengalahkan serta menghancurkan gunung itu dalam sekejap. 


"Wanita itu benar-benar bukan wanita sembarang. Jika ingin membawanya, kita harus menyiapkan diri. Kita tidak tahu benda lain apa yang di miliki wanita itu. Jika dia menggunakan benda yang sama seperti tadi, aku yakin tulang belulang kita akan hancur lebur oleh benda mengerikan itu."


"Ya, kau benar. Sepertinya kita harus mengabarkan ini kepada Tuan. Dan memintanya untuk mengirim beberapa orang yang memiliki kekuatan tebih tinggi untuk menghadapinya."


Semuanya mengangguk setuju, dan setelah itu melesat pergi meninggalkan tempat itu. Sedangkan Seseorang yang sendirian itu juga pergi. Namun tujuannya adalah menyusuri tempat dimana Lun xiang melewati jalan yang di lewati. Hingga akhirnya sampai di perbatasan Akademi.


Orang itu menatap diam. Kenapa aura itu menuju wilayah Akademi? Mungkinkah…? Jika aura permaisuri pertama ada di sana, apakah itu berarti Permaisuri pertama menjadi bagian dari murid akademi. Ya, itu bisa terjadi.


Sedangkan orang di cari kini berada di kediamananya bersama dengan Bai Qianyu, duduk di kursi dan menatap beberapa barang hasil yang di dapat di gunung, termasuk Teratai tujuh warna.


Apa senior menginginkan salah satu di antara barang ini?" Bai Qianyu tanpa sungkan langsung mengangguk, takut adik seperguruannya berubah pikiran dan tidak menawarinya lagi.


"Ambillah," Lun xiang melempar biji Teratai dan memberikan beberapa barang lainnya, berharap dapat di gunakan dan di manfaatkan dengan baik.


"Terimakasih kamu sudah mau berbagi dengan kakak. Kakak janji akan membantu mu dan melindungi mu jika suatu saat kau membutuhkan bantuan kakak."  


Lun xiang mengangguk dan meminta bai Qianyu meninggalkannya karena setelah ini dirinya harus berurusan dengan Naga Api dan juga menyerap Teratai tujuh warna untuk meningkatkan kekuatannya.


Lun xiang pergi ke halaman belakang miliknya, meminta Naga Api untuk melakukan kontrak jiwa bersamanya. Naga Api pun berdiri di depannya dan mulai untuk menjalin kontrak jiwa bersama dengab tuan barunya.


Lun xiang menggigit jarinya, menempelkan darah miliknya di kening Naga Api. Perlahan sebuah formasi pengikat jiwa satu sama lain menyala di tanah. Lun xiang tiba tiba merasakan rasa sakit yang amat di tubuhnya saat menjalin kontrak bersama Naga Api yang berada di tingkat Nirwana. Kekuatan Naga Api perlahan membuat kekuatannya melonjak drastis. Darahnya serasa mendidih. Dentiannya seakan terbakar membuatnya menjerit sekuat kuatnya.


Jeritan keras Lun xiang sampai di dengar oleh Bai Qianyu dan Tetua Yu Wang, membuat dua orang itu langsung datang menghampiri, melihat aoa yang terjadi dengan Lun xiang. Saat mereka sampai, di lihatnya Lun xiang sedang melakukan proses Kontrak jiwa dengan seekor binatang Naga kecil.

__ADS_1


Tetua Yu Wang dan Bai Qianyu hanya diam, tidak ingin menganggu Lun xiang menjalin Kontrak dengan Naga Api. Jika mereka melakukannya bisa jadi nyawa Lun xiang akan melayang.


"Bagaimana bisa di melakukan kontrak jiwa dengan Naga yang berada di tingkat Nirwana. Ini sangat berisiko untuk tubuh dan jiwanya. Jika Xiang'er tidak kuat, bisa saja tubuhnya akan meledak dan mati." Ucap Tetua Yu Wang.


"Guru tidak perlu khawatir. Aku yakin Adik Seperguruan pasti dapat melakukannya." ucap Bai Qianyu percaya bahwa Lun xiang pasti berhasil.


Aaaaaaaa..........


Jerit Lun xiang memilukan.


Cukup lama dan hampir memakan waktu setengah malam, pelahan kontrak jiwa yang di lukukan Lun xiang dan Naga Api terjalin. Di kening Lun xiang perlahan muncul tanda Api berwarna merah, begitupun dengan Naga Api. Aura yang terpancar perlahan stabil dan setelah itu tubuh Lun xiang tumbang, pingsan karena lelah melakukan Kontrak jiwa yang kuat itu.


Tetua Yu Wang menangkap tubuh Lun xiang Dan setelah itu membawa Lun xiang kekediamannya, mengisyirahatkan di kamar.


"Apa adik seperguruan akan baik-baik saja guru?"


"Dia akan baik-baik saja. Dia hanya kelelahan."


"Kamu temani dia sampai dia sadar. Guru ada sesuatu yang harus di lalukan." Bai Qianyu mengangguk dan Tetua Yu Wang pun pergi.


.


.


Di sebuah kerajaan yang jauh dari Lun xiag berada. seorang yang menerima pesan dari bawahannya kini membacanya. Sebuah pesan yang mengabarkan tentang keberadaan Selir pertama. Seketika seringai muncul di bibirnya. Ternyata wanita itu ada di Kekaisaran YangLong, pantas saja bawahannya lama menemukannya. 

__ADS_1


"Jangan harap lepas lagi."


__ADS_2