
Goar….
Raung Naga itu dengan sangat keras, mengusir mereka berharap tidak ada yang mengambil pedang yang di jaganya. Menurut nya tidak ada satupun yang cocok untuk menjadi tuannya dan memegang pedang tersebut.
Namun mereka tidak ada yang peduli, keinginan untuk memiliki pedang itu begitu kuat hingga membuat mereka semua harus bekerja sama untuk mengalahkan dan membunuh Naga tersebut yang jelas-jelas tidak akan bisa mereka kalahkan.
"Dasar manusia tidak tahu diri. Aku sudah memperingati kalian. Jadi jangan harap aku akan melepaskan kalian semua."
Goar….
Para pendekar maju dan menyerang Naga tersebut. Mengeluarkan semua kekuatan yang mereka miliki, menghantamkan kekuatan tersebut ke arah tubuh Naga yang sangat-sangat besar.
Boom….
Boom….
Duuar….
Duaar….
Tubuh Naga yang besar kebal terhadap serangan mereka, membuat serangan tersebut hanya sia-sia belaka.
Di tempat yang sedikit jauh dari pertarungan itu, Lun xiang dan Bai Qianyu memperhatikan melihat ke arah pertarungan tersebut.
Para pendekar terus menyerang dan menyerang. Namun Naga tersebut tidak tinggal diam, dia menyemburkan nafas apinya membuat kobaran api yang besar menghantam para pendekar yang maju menyerangnya.
Wuus…..
Aaaaa……
Teriak Para pendekar yang terkena semburan api panas dari mulut Naga, membuat tubuh mereka langsung meleleh dan hangus seketika.
Para pendekar yang melihat tentu saja terkejut, itu bukanlah nafas api biasa. Jika hanya nafas api biasa tidak mungkin para pendekar itu akan mudah meleleh dalam sekejap.
"Kita harus hati-hati dengan nafas apinya." Seru seorang tuan muda.
Ya…jawab yang lainnya dan setelah itu kembali menyerang. Namun sialnya setiap kali mereka menyerang semuanya hanya sia-sia. Naga itu seakan tidak bisa di lukai sedikitpun.
Kekuatan dan tenaga mereka perlahan terkuras habis karena sejak tadi melawan dan tidak mendapatkan hasil, bahkan menggores kulitnya saja mereka tidak mampu tidak ada yang bisa melukai Naga tersebut.
"Sial," umpat mereka dalam hati kehabisan cara untuk melukai Naga Api.
Naga Api mendongak, membuka mulutnya lebar-lebar Bola api berjumlah banyak berukuran besar melayang di atasnya dan setelah itu melesat menghantam mereka.
Wuuus….
"Awaaas….!!!"
Seru mereka untuk menghindari serangan Naga Api.
Syuuut.....
Syuuut.....
Boom….
Boom….
Boom…..
Duuar…. Duuar ....Duuar…
Ledakan menghantam mereka semua. Melihat kekautan itu melesat dengan cepat ke arah mereka, mereka mencoba menghindari. Tapi sialnya, walaupun mereka menghindari setiap serangan yang mengarah padanya tetap saja mereka terkena serangan Naga tersebut, membuat mereka terhantam dan terluka dam ada pula yang langsung mati.
__ADS_1
Lun xiang yang melihat kekuatan Naga tersebut seakan mengetahui dirinya tidak akan mampu mengambilnya apa yang di jaga Naga Api. Di lihatnya saja Naga itu cukup kuat, membuatnya ragu bisa mengalahkannya.
"Apakah ada cara untuk mengalahkan Naga Api itu?" Tanya Lun xiang pada Pria tua.
"Kita hanya perlu mencobanya."
Di tempat pertarungan semua orang terluka, termasuk para tuan muda dari berbagai keluarga yang hadir. Mereka terluka cukup parah. Lun xiang dan Bai Qianyu yang melihat mereka tidak bisa melawan lagi, kini maju dan giliran mereka yang akan melawan Naga besar itu.
Bai Qianyu melompat dan melepaskan kekuatan nya, menghantamkan kekuatannya ke arah tubuh Naga tersebut, membuat Naga itu langsung menoleh ke arahnya.
Boom.....
Duuar.....
Bai Qianyu menghindar saat Naga itu membalas serangannya.
Bai Qianyu melayang di udara sambil memegang pedangnya. Aura kekuatan terpancar di tubuh, mengelilinginya. Wajahnya menatap dingin Naga yang sangat besar di hadapannya.
Di hadapan Naga tersebut, Bai Qianyu terlihat sangat-sangat kecil. Namun itu tidak membuat Bai Qianyu takut.
"Aku akan mengalihkan perhatiannya. Kau ambil pedang itu," serunya pada Lun xiang.
Lun xiang mengangguk dan setelah itu berlari sambil mengeluarkan karpet terbang, melompat dan mengendarai mendekat untuk mengambil Padang Naga Api.
Naga Api yang melihat meraung keras, membuat angin berhembus sangat kencang tak lupa menyemburkan nafas apinya ke arah Lun xiang yang lancang mendekati Pedang milik tuannya.
Bai Qianyu yang tidak ingin Naga itu menghalangi Lun xiang terbang melesat secepat kilat menghadang sambil melepaskan kekuatannya, menghantamkan banyak serangan untuk mengalihkan perhatiannya.
Syuut.....
Syuut.....
Boom.....
Boom.....
"Manusia rendahan! Jangan harap kau bisa mengambil milik tuan ku," seru Naga itu menggelegar, marah.
"Lawan mu adalah aku. Tidak akan ku biarkan kau menghalangi adik seperguruan ku mengambil pedang itu,"
Bai Qianyu mengangkat pedangnya dengan gerakan memutar, membuat sebuah jurus. Jurus Formasi pedang yang besar muncul di belakang tubuhnya. Menarik aura kekuatan dan mengumpulkan kedalam Formasi. Perlahan dari tengah-tengah formasi itu muncul pedang yang sangat besar dan perlahan keluar sepenuhnya. Sebuah pedang melesat saat Bai Qianyu mengarahkan serangan tersebut ke arah Naga.
Wuuus….
Naga Api yang melihat membuka mulutnya dan mengeluarkan kekuatannya.
"Jangan harap kau bisa melukai ku. Manusia rendahan!"
Dua kekuatan itu kini melesat saling berlawanan, menghantam dan bertabrakan. Membuat angin berhembus sangat kencang karena dua kekuatan yang saling beradu.
"Uh….kuat sekali." Batin Bai Qianyu menahan dan mencoba menahan serangan.
Lun xiang melihat ke arah Naga Api dan kakak seniornya, "Bertahanlah," gumamnya dalam hati
Lun xiang melajukan karpet merahnya dengan kecepatan penuh. Berharap cepat sampai dan mengambil Pedang Naga Api saat mereka sedang bertarung. Namun Bai Qianyu sepertinya tidak bisa menahan serangan itu lagi dan perlahan pedang raksasa miliknya retak dan akhirnya hancur.
Booom….
Uhuk…uhuk….
"Sial! Aku tidak boleh membiarkan Naga itu menargetkan Adik seperguruan. Aku harus tetap menahannya."
__ADS_1
Bai Qianyu mengusap sudut bibirnya yang terdapat darah dan dengan cepat bangkit terbang, menyerang Naga Api yang kini ingin menghampiri Lun xiang.
Syuuut….
Syuuut….
Syuuut….
Boom….
Boom….
Duuuar…Duuuar….
Naga itu marah karena Bai Qianyu terus menahannya. Pertarungan sengit pun kembali terjadi dan lagi-lagi Bai Qianyu terluka. Kekuatan yang berjarak sangat jauh membuat Naga Api dengan mudah mengalahkannya.
Brak….
Buugh….
Uhuk…uhuk….
Bai Qianyu kembali memuntahkan darah dari mulutnya. Dia tidak menyangka pedang itu akan di jaga oleh hewan yang sangat mengerikan.
Naga Api yang melihat Pemuda itu kalah darinya langsung bergerak cepat terbang ke arah Pedang Naga Api yang kini ada di hadapan Lun xiang.
Lun xiang yang melihat pedang Naga api ada di hadapannya begitu senang. Akhirnya dia dapat memilikinha. Tangannya pelahan terulur untuk mengambil pedang tersebut. Namun sebelum berhasil mendapatkannya, Naga itu sudah berdiri di depan Lun xiang dengan tatapan yang sangat mengerikan.
Perlahan kepala itu mendongak, menatap sesuatu mengerikan yang ada di depannya. Tatapan Lun Xiang pun tak kalah dingin, menantang Naga yang memiliki tubuh yang sangat besar.
Goooar….
"Tinggalkan tempat ini maka aku akan mengampuni nyawa mu,"
Lun xiang tidak menjawab membuat Naga Api kesal dan marah.
Goar…
Raung Naga tepat di depan Lun xiang, membuat Lun xiang memejamkan mata saat nafas itu menerpa tubuhnya. Sungguh nafas yang kuat.
Naga Api tidak menunda lagi ingin langsung membunuh Lun xiang secepatnya. Dia maju menggepakkan sayapnya dan melesat terbang menyerang. Saat tubuh itu hampir menyentuh tubuhnya, Sebuah kekuatan dari Menara kematian menghantan Tubuh Naga Api membuat Naga Api berhenti saat merasakan aura kematian yang sangat pekat dan mengerikan.
Menara kematian terbang melayang di hadapan Naga Api. Suara mengerikan keluar membuat semua orang yang ada di tempat itu menutup telinga karena suara pekikan yang mengerikan seolah mengoyak telinga mereka.
"Apa yang terjadi?"
Naga Api mengeluarkan kekuatannya, melepaskannya ke arah Menara tersebut.
Wuuus.....
Booom…..
Kekuatan itu menghantam Menara kematian. Asap mengepul mengeliingi, yakin Menara itu hancur. Tapi kenyataanya Menara itu tetap utuh tidak sedikitpun hancur. Lun xiang yang melihat terkejut, sungguh menara yang kuat.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1