SISTEM. Selir Buangan

SISTEM. Selir Buangan
Menyingkirkan Utusan Dewa Iblis


__ADS_3

Maaf ya, beberapa hari ini tidak update. Otor lagi ada kesibukan yang benar-benar melelahkan tiap hari. Berangkat pagi, pulang sore. Sampai rumah sudah tepar tidak berdaya, mau nulis mata dan tubuh sudah lelah. Maaf mengecewakan kalian.


.


.


.


.


Selamat membaca.


Kaisar berjalan mendekati, tangannya terulur, memeluk pinggang Lun xiang dari belakang. 


"Apa alasan mu tidak ingin kembali?"


"Ada sesuatu yang harus ku lakukan. Aku bukan tidak ingin kembali, hanya saja saat ini aku tidak bisa."


Kaisar diam. Berpikir, mungkinkah karena hal itu. "Baiklah. Tapi katakan pada ku bahwa kamu tidak akan pergi lagi dari ku,"


Lun xiang diam. Dia tidak bisa menjawab, karena dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. 


Kaisar yang sedang memeluk Lung xiang, ikut diam. Tiba-tiba ia merasakan sesuatu mendekat ke arahnya. Aura hitam yang mencekam. Kaisar yang sedang memeluk Lun xiang menghilang, meninggalkan Lun xiang yang kebingungan. Kenapa tiba-tiba kaisar pergi tanpa berkata sepatahpun.


"Ada apa dengannya? Kenapa tiba-tiba dia pergi?"


.


.


Kaisar yang meninggalkan Lun xiang kini berdiri melayang di udara. Di depannya berdiri beberapa makhluk mengerikan dengan tubuh yang di selimuti asap hitam. Tatapannya begitu dingin. Beraninya makhluk-makhluk itu muncul di dunia manusia.


"Minggir kau manusia! Jangan halangi jalan kami,"


"Katakan pada ku, apa yang membuat kalian datang kesini?" 


"Kau tidak perlu tahu siapa kami. Lebih baik kau pergi dan jangan halangi kami. Jika tidak jangan salahkan kami menelan mu hidup-hidup."


Para makhluk berasap itu tidak mengetahui tingkat kekuatan Kaisar karena kaisar menyembunyikan kultivasinya, membuat mereka meremehkan dan menganggap Kaisar adalah manusia lemah.


Kaisar yang mendengar semakin menatap dingin dan datar. Beraninya para makhluk menjijikkan itu berbicara lancang di depannya. Sungguh makhluk hina.

__ADS_1


Para mahluk itu yang melihat kaisar seolah tidak takut dengan mereka mendecak kesal. Beraninya manusia itu mengabaikan mereka.


"Bunuh dia, dan jadikan makanan untuk kita!" Seru salah satu dari mereka.


Mereka semua langsung terbang melesat mengarah ke arah kaisar. Mencoba memberikan pelajaran pada manusia itu. Namun saat mereka baru saja menyerang, Kaisar mengibaskan tangannya membuat sebuah kekuatan besar melesat dan menghantam mereka semua, membuat mereka terpental dan terluka dalam sekali serang. 


Wuus….


Buugh….Boom….Duuar….


Uhuk…Uhuk…


Mereka menyentuh dadanya yang amat sakit, walaupun sempat menghalangi kekuatan itu menghantam tubuh mereka tapi tetap saja kekuatan mereka kalah dari kaisar dan akhirnya mendapatkan pukulan dari kekuatan manusia yang mereka anggap lemah.


Mereka semua menatap kaisar yang berdiri santai. Mata mereka yang merah menatap tajam tapi tidak sedikitpun membuat kaisar takut, malah sebaliknya menyunggingkan senyum remehnya.


Siapa manusia itu sebenarnya? Kenapa mereka merasa manusia di depannya bukanlah orang sembarangan.


"Siapa kau sebenarnya?" Tanya seorang dari makhluk itu. Makhluk yang di beri tugas oleh Dewa Iblis Su Muyu untuk mencari keberadaan titisan Dewa Shura. 


"Kalian tidak perlu tahu siapa aku. Lebih baik kalian pergi dan jangan kembali lagi."


"Aku tidak perlu tahu siapa Tuan kalian. Lebih baik pergi atau ku hancurkan tubuh kalian semua."


Hahahaha……


Tawa mereka semua mendengar kata-kata ancaman itu.


"Jangan harap kami takut. Kami tidak akan kembali sebelum apa yang di perintah oleh Tuan kami, kami temukan."


Kaisar mengerutkan kening. Sebenarnya apa yang di cari mereka. Mungkinkah sesuatu yang sama yang di rasakan sebelumnya, tentang adanya Aura dari Dewa Shura? Jika itu benar bisa saja itu akan menimbulkan masalah. 


Ya, kaisar berpikir bisa jadi selirnya adalah titisan Dewa Shura. Dari aura yang tertinggal di tempat Lun xiang tadi samar-samar dia merasakan aura tersebut. Apalagi saat dirinya memeluk tubuh selirnya, dia merasakan hal itu. Hanya saja sepertinya sesuatu itu belum terbangun.


"Jangan harap apa yang kalian inginkan akan terpenuhi. Aku tidak akan membiarkannya."


Heh, 


Walaupun sebelumnya sudah tahu bagaimana kekuatan Kaisar yang bisa mengalahkannya, tapi mereka tidak menyerah. Mereka kembali maju dan kini semuanya langsung menyerang secara bersamaan. 


Ada di antara mereka yang berada di tingkat Manifestasi Awal. Dia juga menyerang secara bersamaan dengan rombongannya untuk membunuh kaisar.

__ADS_1


Kaisar yang melihat mereka melesatkan kekuatan dan senjata ke arah mereka, menjentikkan jarinya, membuat sebuah penghalang berwarna emas berbentuk lingkaran menyelimuti sekitarnya, membuat kekuatan dan senjata mereka tertahan, tidak bisa menembus penghalang tersebut.


"Keras kepala."


Kaisar menyentuh penghalangnya dengan jari telunjuk, menyalurkan kekuatannya di penghalang tersebut dan seketika penghalang itu meledak dan kekuatan serta senjata mereka berbalik menghantam tubuh mereka masing-masing. 


Boom….Boom….


Duuar….Duuar….


Uhuk….uhuk….


Mereka muntah darah saat kekuatannya menghantam diri sendiri. Sungguh pria yang ada di depannya bukanlah lawan mereka. 


"Apa yang harus kita lakukan? Pria itu bukanlah pria sembarangan. Aku tidak yakin kita dapat mengalahkannya." 


"Lalu apa yang harus kita lakukan."


"Lebih baik kita pergi dan laporkan semuanya kepada Tuan,"


"Ya, lebih baik kita pergi."


Semuanya mengangguk setuju dan menatap ke arah kaisar, bersiap untuk kabur.


"Heh, beruntung kau manusia karena kami tidak ingin berurusan dengan mu. Tapi jika lain kali kita bertemu, kami tidak akan melepaskan mu,"


"Ayo,"


Mereka melesat pergi menunggalkan rempat itu, membuat Kaisar yang melihatnya menyeringai. Perlahan tangannya terangkat menjentikkan jarinya. Seketika tubuh para makhluk-makhluk itu terjerat oleh kekuatan Kaisar, membuat mereka tidak bisa pergi dan berkutik


"Apa yang kau lakukan? Lepaskan kami," teriak mereka dengan suara menggelegar. 


Kaisar tidak ingin mendengar apa yang mereka teriakan. Menarik mereka mendekat ke arahnya dan setelah itu mengeluarkan sesuatu, sebuah senjata berbentuk bola kecil. Melepaskannya, membuatnya melayang dan setelah itu perlahan senjata bergerak, terbuka dan berputar. Menyedot tubuh mereka masuk kedalam senjata tersebut, mengestrak mereka menjadi sebuah kekuatan untuk kultivasinya. SENJATA PENGHISAP JIWA.


Dalam sekejap makhluk-makhluk itu menghilang, Dan kemenangan dengan mudah berada di tangan kaisar. Kaisar yang berhasil menyingkirkan mereka menghilang dari tempatnya dan kembali ke tempat selirnya.  Namun apa yang di lakukan Kaisar di lihat oleh seseorang.


Kaisar sebenarnya menyadari akan orang tersebut, hanya saja di rasa orang tersebut tidak memiliki niat membunuh dan akhirnya membuatnya mengabaikannya. Tidak ingin berurusan dengan orang yang tidak ingin menampakkan dirinya.


Bersambung 


 

__ADS_1


__ADS_2