
Lun xiang menyimpan Buah Akar Setan di dalam sistem dan setelah ada waktu untuk mengolahkan menjadikan pil, dia akan melakukannya.
Lun xiang menjelajahi tempat itu, mengambil sesuatu hal berharga yang di temuinya. Sedangkan di lain tempat, beberapa orang yang sebelumnya menatap Lun xiang dengan niat membunuh kini mencari keberadaan Lun xiang berada. Melakukan tugas yang di perintah oleh seseorang untuk membunuh Lun xiang.
"Temukan wanita itu dan bunuh dia,"
Semuanya langsung pergi mencari keberadaan Lun xiang. Sedangkan Lun xiang sendiri kini berada di depan bangunan rusak dengan bebatuan yang berserakan di sekitarnya.
Lun xiang melihat sekeliling, sepertinya tidak ada yang mencurigakan. Lun xiang pun melangkahkan kakinya masuk dalam bangunan tersebut. Namun baru saja kaki itu melangkah, sebuah patung yang berdiri di samping pintu tersebut bergerak dan memukul ke arah Lun xiang.
Bug…
Lun xiang dengan gerakan cepat menghindar melompat kearah belakang untuk menghindari serangan patung berukuran lumayan besar.
Beberapa patung lainnya yang berada di sana satu persatu kini bergerak dan mengelilinginya. Ada yang membawa tombak dan ada pula yang membawa kapak besar.
"Apa ini?" Gumamnya waspada dan mengeluarkan pedangnya dan menggenggamnya dengan erat.
Patung-patung itu bergerak dan maju menyerang Lun xiang, menebaskan senjata mereka untuk membunuh manusia yang lancang datang ke tempat mereka.
Boom….
Boom….
Boom….
Lun xiang tidak tinggal diam, melompat dan menebaskan pedangnya, mengeluarkan kekuatan berbentuk bulan sabit berwarna merah mengarah ke arah patung tersebut. Mengakibatkan ledakan besar dan nyaring.
Booom….
Duuuar…
Patung itu terpukul mundur beberapa langkah. Namun tidak membuat mereka kalah. Walaupun tubuh mereka ada yang pecah dan hancur, tapi tidak membuat mereka berhenti begitu saja. Para patung itu terus menyerangnya tanpa henti.
Lun xiang yang melihat begitu kesal. Dia menebaskan beberapa tebasan lagi ke arah patung-patung tersebut, membuatnya jatuh dan terlentang.
__ADS_1
Saat mendapatkan kesempatan, Lun xiang melompat melempar satu persatu bom ke tubuh beberapa patung tersebut.
Tit….
Tit….
Tit….
Booom….Booom…..
Duuuar….Duuuar…..
Ledakan beruntun menghancurkan patung itu dalam sekejap membuat tubuh patung itu berserakan dimana-mana. Lun xiang tidak ingin berurusan terlalu lama dengan patung-patung yang bisa kembali seperti semula walaupun sudah di hancurkan. Lun xiang pun segera berlari dan masuk dalam bangunan tersebut, tidak ingin menghabiskan tenaganya untuk patung-patung tersebut.
Lun xiang masuk menyusuri bangunan. Semakin dalam dirinya masuk ternyata tidak hanya dirinya saja yang ada disana melainkan ada beberapa orang yang sudah lebih dulu berada di sana. Berkumpul, menatap sesuatu benda pusaka yang terdiri dari Tripot hitam, satu lembar kitab pusaka Iblis dan Cermin Iblis.
"Terdeteksi Tiga Benda Pusaka ras Iblis. Dapatkan ketiga benda pusaka berharaga tersebut," perintah sistem pada Lun xiang.
Lun xiang yang mendengar mengangguk-anggukkan kepalanya. Memang sudah berniat memilikinya sendiri. Tidak mungkin membiarkan mereka mengambil tiga pusaka tersebut. Apapun yang terjadi dirinya harus memilikinya.
Lun xiang menyentuh dagunya, berpikir bagaimana caranya mendapatkan ketiga benda pusaka bangsa iblis itu. Matanya menatap satu persatu orang yang ada disana. Yakin mereka bukanlah pendekar biasa yang hanya memiliki kekuatan lemah, apalagi di lihatnya sepertinya mereka berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang terpandang dan kuat.
"Jangan harap kalian mengambil sesuatu yang kami temukan lebih dahulu. Ketiga benda itu adalah milik kami." Ucap seorang ketua yang memimpin kelompoknya.
"Heh, benda itu bukanlah milik kalian. Benda itu tidak ada yang memilikinya, jadi kami juga berhak mengambil dan memilikinya," jawab ketua kelompok lainnya.
"Jangan pikir kami akan diam saat kalian ingin memiliki sendiri ketiga benda itu. Kami juga berhak memilikinya," saut yang lainnya lagi.
Semuanya saling mengeluarkan aura kekuatan dari tubuh mereka masing-masing, membuat aura itu saling menguar di sekitar dan bertubrukan.
Lun xiang yang melihat bersandar di tiang batu yang cukup besar, melihat dan mendengar perdebatan mereka yang sama-sama menginginkan ketiga benda pusaka.
"Bertarunglah, dan aku yang akan mengambil keuntungan itu." Batin Lun xiang dengan senyum seringainya.
"Kalian sungguh berani ingin melawan keluarga Zuo?"
__ADS_1
"Memang kenapa jika kami berani. Kau pikir kami takut?"
Kekuatan ketiga ketua itu menguar di tempat itu, membuat mereka yang memiliki kekuatan rendah merasa sesak oleh kekuatan mereka. Dan akhirnya pertarungan mu pun tidak bisa dihindari lagi. Para ketua yang memimpin kelompok nya masing-masing beserta bawahannya kini saling bertarung untuk mengalahkan dan memenangkan pertarungan masing-masing kelompok, berharap memiliki ketiga benda pusaka tersebut.
Lun xiang yang melihat tersenyum puas. Menurutnya itu pertunjukkan yang sangat bagus. Namun dirinya tidak boleh diam saja. Dia harus mencari cara umtuk mengambil benda tersebut saat mereka lengah
"Naga Api kau harus membantu ku untuk mengalihkan penglihatan mereka. Jangan biarkan mereka menyadari jika aku mengambil ketiga pusaka itu,"
"Akan saya lakukan tuan."
Pertarungan mereka membuat ledakan ledakan nyaring di tempat. Mereka yang memiliki kekuatan lebih lemah dengan mudah di kalahkan. Sedangkan yang memiliki kekuatan tinggi tertawa bangga karena bisa mengalahkan.
Lun xiang berjalan menuju ketiga benda pusaka tersebut. Sedangkan Naga Api berdiri di bahu Lun xiang berjaga-jaga jika ada yang menyadari keberadaan mereka berdua. Dan benar saja, baru saja Lun xiang hendak memecahkan Tripot hitam yang di lindungi oleh sebuah penghalang, seorang dari ketua menyadarinya dan melesatkan kekuatannya.
Syuut...
Boom...
Duuar...
Naga Api yang melihat kekuatan itu melesat ke arah Lun xiang langsung menghalaunya dengan ekor Naganya, membuat serangan tersebut tidak berhasil melukai Lun xiang.
"Beraninya manusia rendahan seperti kalian ingin melukai tuan ku. Jika kau berani hadapi aku," ucap Naga Api dengan tubuh kecilnya, menatap marah ke arah ketua tersebut.
"Lancang sekali Naga kecil jelek ini. Apa kau pikir aku tidak bisa membunuh mu? Hanya dengan jentikan jari saja aku dengan mudah membunuh mu." jawab seseorang meremehkan Naga Api. Belum tahu dia siapa, pikirnya Naga Api.
Naga api yang mendengar tentu saja marah dan geram. Beraninya manusia rendahan itu merendahkannya. Perlahan tubuh kecilnya berubah menjadi sangat-sangat besar, sayap nya melebar memenuhi tempat itu dan menatap tajam semua manusia yang ada di sana.
Semua orang yang melihat mendongak dengan wajah terkejut. Bagaimana bisa Naga kecil imut itu dalam sekejap berubah menjadi Naga raksasa. Sungguh kejadian yang tak terduga.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung