
Setelah bertarung dengan pemuda tersebut, Lun xiang menyadari bahwa kekuatannya masihlah lemah. Masih banyak yang memiliki kekuatan lebih tinggi darinya. Lun xiang berencana mempelajari sebuah jurus. Dia membeli sebuah gulungan jurus di Shop Sistem.
"Tunjukkan pada ku beberapa gulungan jurus yang cocok dengan ku."
"Permintaan diterima."
Muncul layar lebar di depannya. Disana terdapat banyak sekali gulungan Jurus. Dari tingkat rendah sampai yang tingkat raja. Lun xiang melihat satu persatu, menggeser layar tersebut agar bisa melihat berbagai jurus apa yang dimiliki Shop Sistem
Tik.
"Aku memilih ini."
"Permintaan di terima. Selamat anda berhak menpelajari jurus Tapak Darah."
Lun xiang suduk bersikap lotus di atas sebuah batu dengan mata terpejam, menyerap jurus tersebut. Aura merah menhelilingi yubuhnya, perlahan masuk dalam tubuh.
Di lautan jiwanya, sebuah tulisan berwarna merah terpampang jelas di hadapannya. Lun xiang membaca baris demi baris dan setelah itu menyerap masuk kedalam keningnya.
Pria tua yang melihat menunggu dengan tenang Lun xiang sampai selesai menyerap Jurus Tapak Darah. Setelah cukup lama, Tubuh Lun xiang mengeluarkan tekanan aura kuat dan menyebar di sekelilingnya.
Wuus….
Aura langit dan bumi perlahan mengalir masuk dalam tubuhnya saat dirinya mempelajari Jurus tersebut. Kening pria tua berkerut, kenapa seakan ini hal yang akan mengalami terobosan? Dan benar saja, ternyata saat menyerap jurus tersebut, Lun xiang juga mengalami terobosan tingkatan kekuatan.
"Sepertinya dia akan mengalami terobosan."
Dan benar saja ledakan kekuatan keluar dari tubuh Lun xiang. Aura menyebar dengan lebar, peningkatan satu tingkatan, Body Tempering Qi level 6.
Boom…..
Aura kekuatan menyebar di sekeliling. Membuat hembusan angin menerpa tempat sekitar.
Perlahan Lun xiang membuka matanya, dan melihat ke arah tangannya. "Hm, kenapa aku merasakan peningkatan kekuatan di tubuh ku?"
"Kau memang mengalami hal itu. Keberuntungan mu memang cukup bagus. Selain dapat menyerap satu jurus ternyata kau mengalami terobosan dan kini kau berada di Body TemperingQi level 6."
"Body Tempering Qi level 6 ya, cukup bagus."
Mengalami tingkatan kekuatan berarti dirinya sudah lebih kuat lagi dari sebelumnya. Tapi itu bukan tujuan utamanya. Tujuannya adalah menjadi wanita kuat di benua tersebut.
__ADS_1
Lun xiang berdiri dan ingin mencoba jurus yang di pelajarinya, Jurus Tapak Darah. Dengan mata terpejam dirinya membuat sebuah gerakan jurus di tangannya, mengumpulkan kekuatan di telapak tangannya. Aura kekuatan pun berkumpul membentuk sesuatu. Pola lingkaran dan bentuk telapak tangan besar di tengah pola tersebut muncul di depannya dan setelah itu Lun xiang mengerahkan kekuatannya di telapak tangan dan perlahan telapak tangan di pola tersbeit keluar dan menghantam tempat yang ada di depan Lun xiang..
Wuuus......
Boom…..
Duuar…..
Sebuah bentuk telapak tangan berwarna merah besar melesat dan menghantam batu yang menjadi tempat pengujian. Dan dalam sekejap batu dan pepohonan yang ada di sekitar hancur lebur
Lun xiang terperangah, sungguh jurus yang sangat kuat. Tempat yang menjadi pengujian hancur dan membuat sebuah lorong jalan yang sangat panjang. Lun xiang tidak menyangka jika jurus itu sangat kuat.
"Sangat kuat,"
"Selamat, anda berhasil menguasai jurus Tapak Darah." Ucap Sistem dengan Kliennya.
Lun xiang mengangguk dia juga berterimaksih karena adanya Sistem membuatnya mudah melakukan apapun. Andai saja sistem tidak ada, yakin pasti diirnya akan susah hidup di dunia barunya ini yang penuh dengan rintangan dan orang kuat.
Lun hendak beranjak dari tempat itu, melanjutkan perjalanannya. Namun baru saja melangkah, beberapa orang datang menghampirinya.
"Apa kau wanita iblis itu?" tanyanya pada murid baru yang merasa dirinya sok kuat, ingin mencari gara-gara pada Lun xiang.
"Siapa kami, kau tidak perlu tahu. Aku hanya ingin menguji diri mu, apakah julukan itu sesuai dengan mu,"
Lun xiang sungguh tidak mengerti apa yang mereka katakan. Menguji? Kenapa harus mengujinya. Dirinya tidak memiliki masalah dengan mereka, tapi dengan beraninya seolah mereka mendatang dirinya.
"Aku tidak tahu siapa kalian. Tapi jika kalian berani membuat masalah dengan ku, jangan salahkan aku jika aku berbuat kasar pada kalian,"
Mereka semua yang mendengar tentu saja menyunggingkan senyumnya, seolah meremehkan.
"Jangan banyak bicara lagi. Lebih baik kita hadapi wanita itu dan buktikan bahwa dia tidak seperti yang di rumorkan." Seru seorang pria membuat mereka semua mengangguk
"SERANG!"
"Aku tidak memiliki masalah dengan kalian, tapi kalianlah yang mencari masalah. Jangan salahkan aku jika aku benar-benar kejam," gumamnya dalam hati. "Sistem X berikan aku dua buah Granat,"
"Permintaan di terima. Sistem sedang memprotes permintaan anda."
Dua benda kini berada di tangan Lun xiang. Lun xiang memainkannya di tangan, siap melemparkannya ke arah mereka. Tapi dirinya tidak semudah itu membuat mereka terluka, Lun xiang berlari menjauh membuat mereka mengejarnya.
__ADS_1
"Apa kau punya rencana, kenapa tidak kau hadapi langsung saja mereka?"
"Aku tidak tertarik. Aku yakin mereka hanya ingin menguji ku saja,"
Lun xiang terus berlari membuat mereka terus mengikuti kemana pun dirinya pergi. Sesekali dirinya menoleh melihat mereka yang terus mengejar. Ada apa dengan mereka? Begitu inginkan mereka melawannya.
"Berhenti kau, lawan kami!"
Seorang dari mereka melesatkan kekuatannya untuk menghentikan Lun xiang, berharap wanita itu terluka dan berhenti. Tapi sial, semua serangannya tidak mengenai sasaran. Lun xiang dengan cekatan bergerak lincah menghindari setiap serangan dari arah belakang.
Boom….
Boom….
Duuar….
Duuar….
Ledakan menghantam tempat sekitar. Tiba-tiba Sistem memberikan pemberitahuan sesuatu. Sesuatu yang membuat Lun xiang menyunggingkan seringainya
"PEMBERITAHUAN. Di depan ada seekor beruang tanah tahap Normal Langit Yuan menengah sedang bersitirahat. Hindari beruang tersebut maka anda akan selamat."
"Beruang tanah? Hm, sepertinya menarik"
Lun xiang memiliki ide untuk menghentikan mereka semua. Saat hampir dekat dengan Beruang tanah tersebut, Lun xiang melempar Bom asap dan bubuk gatal yang di racik sendiri olehnya ke arah mereka yang mengejarnya.
Seorang dari mereka yang melihat Lun xiang melempar sesuatu langsung menebas benda itu, membuat Bom asap dan bubuk gatal langsung meledak dan menyebar. Menutupi penglihatan mereka.
"Apa ini?" Semua orang langsung berhenti dan mencoba menghilangkan asap yang tebal dan hitam itu.
Sedangkan Lun xiang sendiri kini menghampiri beruang yang sedang beristirahat itu. Seringai kembali muncul dan setelah itu memanah pantat beruang, membuat Beruang Tanah meraung dengan keras. Dan setelah berhasil membuat beruang marah Lun xiang kabur dari tempatnya, biarlah mereka menghadapi Beruang Tanah tersebut.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1