
"Apa yang kau lakukan? Turunkan aku," teriaknya memukul dada Kaisar dengan kuat, meminta nya menurunkannya.
Beberapa pelayan dan menjaga yang berada di sana menunduk takut dengan keberanian selir pertama yang berbicara keras di depan kaisar. Mereka tidak menyangka bahwa selir pertama begitu sangat berani. Mereka berpikir, apakah selir pertama tidak takut jika kaisar marah dan membunuhnya.
****
Lun xiang di bawa paksa oleh kaisar ke kamar Lun xiang. Entah apa yang di lakukan Yu Feng terhadap Lun xiang. Hanya saja, Yu Feng tidak ingin melihat selir pertama marah dan kesal, itu terlihat jelek di matanya.
"Lepaskan aku!" Lun xiang terus memberontak tanpa bisa melepaskan diri karena Kaisar tidak sedikitpun melonggarkan tangannya.
Brug….
Kaisar melempar Lun xiang dengan pelan di atas ranjang, membuat Lun xiang menatap tajam suaminya itu. Sedangkan kaisar sendiri masih dengan tampang wajah datarnya, menatap Lun xiang yang juga menatapnya penuh permusuhan.
"Mau apa kau?"
Kaisar diam, tidak menjawab pertanyaan itu dan itu benar-benar menguji kesabaran Lun xiang.
Kaisar tiba-tiba mendorong bahu Lyn xiang, mengukungnya, menatap mata indah dan wajah cantik selirnya yang baru di sadari bahwa selir pertamanya itu ternyata sangat cantik. Hanya saja sikap dingin dan datarnya menutupi semuanya.
"Minggir kau dari ku?"
Lun xiang mendorong dadanya agar akisar segera menyingkir dari hadapannya. Entah kenapa Lun xiang berpikir sangat jauh, berpikir kaisar akan bertindak di luar dugaannya.
Dan benar saja, Kaisar menarik dagu Lun xiang, menatapnya dengan intens. Sejak mengetahui wanita di depannya adalah selirnya pertamanya yang kini telah berubah tidak seperti dulu lagi kaisar menjadi aneh. Bahkan kaisar sendiri bingung dengan dirinya yang tidak seperti biasanya.
Lun xiang yang di tatap seperti itu tentu saja merasa tidak nyaman. Hidupnya di zaman modern sebelum nya tidak pernah bertindak seintim ini. Bahkan kekasih saja tidak memiliki. Maka dari itu saat berdekatan begitu dekat dengan kaisar, dia merasa aneh apalagi jantungnya. Dia tidak tahu kenapa seperti ini, yang dia tahu kaisar membuatnya tidak sehat.
"Sial! Apa yang di lakukannya, kenapa dia menatap ku sperti ini?" gumamnya dalam hati.
Kaisar yang melihat Lun xiang seperti memikirkan sesuatu langsung mendekatkan wajahnya, mencium bibir itu dengan lembut membuat Lun xiang yang merasakan bibirnya di cium bengong, terkejut dengan apa yang di lalukan kaisar.
Perlahan kaisar menggerakkan bibirnya, menye-sap dan melu-matnya. Rasanya begitu manis, membuat candu dan itu sangat di sukainya.
Lun xiang yang melihat kaisar menciumnya, memukul dada itu dan mencoba mendorongnya agar lepas. Namun entah kenapa tenaganya seakan hilang saat bersama dengan kaisar, bahkan kekuatannya pun seakan menghilang.
"Apa yang terjadi?" Gumam Lun xiang dalam hati.
Pria tua atau sistem yang mengetahui hanya diam. Mereka tidak muncul atau membantu, membiarkan Lun xiang dan Kaisar bersama.
Emp…..
__ADS_1
Lun xiang masih mencoba melepas. Namun semuanya hanya sia-sia. Kaisar yang entah kenapa begitu menikmati, kini semakin menginginkan lebih.
Kaisar mendorong tubuh Lun xiang hingga terlentang, mengukungnya dan terus memberikan ciuman manis di bibir tersebut. Sedangkan Lun xiang mengumpat kesal dengan apa yang di lakukan Kaisar.
"Dasar Kaisar brengsek!" umpatnya dalam hati.
"Lakukan saja dan nikmati," jawab Pria tua dengan kata-kata menyebalkan. Lun xiang mendengus, menikmati? Jujur Lun xiang takut, karena belum pernah melakukan hal seperti ini yang di yakini pasti akan sampai pada tahap itu.
Kaisar terus mencium, melu-mat bibir itu dengan lembut. Kaisar tidak peduli dengan wajah gelap Lun xiang. Yang saat ini diinginkan nya menikmati waktu bersama dengan selir pertamanya. Hasrat yang tidak pernah tersalurkan membuatnya sangat menginginkan selirnya.
Umh….
Lenguh Lun xiang sambil memukul mukul dada Kaisar karena kehabisan nafas. Kaisar tidak memberikan izin untuknya menghirup udara dan itu membuatnya makin kesal.
Kaisar melepas ciumannya, mengizinkan Lun xiang menghirup oksigen banyak. Tapi itu tidak lama, karena kaisar tidak memberikan waktu lagi, melanjutkan kegiatannya yang semakin gila, ingin lebih.
Argh….
Teriak Lun xiang saat lehernya di gigit oleh kaisar.
"Apa dia vampir? Kenapa dia menggigit ku?" Gumam Lun xiang dalam hati.
Lambat laun apa yang di lakukan Kaisar membuat tembok pertahanan Lun xiang roboh. Dan entah sejak kapan, kini dia menikmati apa yang di lakukan Kaisar. sentuhan itu membuatnya merasakan aneh di tubuhnya. Seolah tersengat listrik dan banyak kupu-kupu berterbangan di perut nya.
Aaah….
Jerit Lun xiang saat mulut kaisar berada di pucuk dadanya, memainkan dan menye-sapnya. Bahkan tangannya juga tidak diam, mere-mas sebelahnya dan menjadikan itu sebagai mainannya.
Lenguhan dan desa-han Lun xiang terdengar sampai luar kamar, membuat beberapa pelayan dan penjaga yang berjaga langsung menunduk dengan pipi merona malu, mendengar suara tersebut. Padahal waktu masihlah siang, tapi kaisar sudah ingin melakukan hal itu.
Di luar tempat tinggal Lun xiang, ketiga selir yang tahu kaisar ada di tempat Lun xiang menghampiri, ingin menyapa. Berharap kaisar mau juga mampir ke tempat mereka.
Namun kedatangan itu bukanlah mendapat hal baik, malah sebaliknya, mereka mendengar sesuatu yang membuat mereka terkejut, pasalnya kaisar tidak pernah melakukan itu pada mereka.
"Nyonya selir, silahkan anda semua pergi. Kaisar sedang tidak ingin diganggu." Cegah seorang penjaga.
"Minggir kalian, aku ingin menemui kaisar. Jadi jangan halangi kami untuk menemuinya."
"Maaf, kami tidak bisa mengizinkan. Silahkan pergi dan jangan ganggu kaisar dengan selir pertama."
"Sialan! Siapa kau ini, sampai berani melarang ku," marah Luo Qingyi pada penjaga itu dan mendorongnya, membuatnya berhasil masuk.
__ADS_1
"Nyonya selir." Teriak mereka mencoba menghentikan.
"Jika kalian berani menghentikan ku, akan ku katakan pada kaisar bahwa kalian tidak menghormati kami," ucap Shi Ling dan berhasil membuat mereka berhenti.
Namun semua itu tidak mudah begitu saja, karena kini giliran Yan Chen yang muncul di hadapan mereka.
"Maaf selir, anda di larang masuk. Kaisar sedang tidak ingin di ganggu."
"Kami ini selirnya, jadi jangan coba-coba menghentikan kami Yan Chen."
"Tidak bisa nyonya, kalian bertiga tetap tidak diizinkan masuk." Yan Chen mencoba membawa mereka keluar, namun tangan itu di tepis dengan kasar oleh mereka.
"Jangan menyentuh kami. Kami hanya ingin menemui kaisar dan berbicara dengannya. Apa kau tidak mengerti?"
Yan Chen yang melihat mereka terus ngotot akhirnya membiarkan selir itu menemui kaisar, biarlah kaisar sendiri yang mengurusnya, yakin kaisar tidak akan menyukai kedatangan ketiga selir itu.
"Dimana kaisar?" Tanya Luo Qingyi pada beberapa pelayan yang berjaga di luar.
Namun belum juga mereka menjawab pertanyaannya, mereka bertiga mendengar suara yang membuat mereka terkejut setengah mati.
Suara desa-han Lun xiang dan Kaisar secara bersamaan saat penyatuan mereka. Ya, kaisar berhasil menaklukkan tembok kokoh Lun xiang dan kini mereka sedang menikmati nikmatnya bercocok tanam, penuh peluh dan gairah.
Lun xiang mende-sah dan menjerit dengan keras saat kaisar menghentakkan pinggulnya dengan kuat dan cepat. Dia tidak peduli jika suara nya terdengar sampai luar. Mereka hanya pelayan, jadi yakin tidak akan berani menggunjing atau membicarakan nya. Jika mereka berani, kematian yang akan mereka dapatkan.
Aaaah….Aaaah….
Mulut Lun xiang tidak bisa berhenti mende-sah saat benda tegak besar dan kaku itu menusuk-nusuk miliknya dengan cepat. Ranjang yang tenang kini berderit keras sesuai tempo gerakan kaisar yang memompa, membuat ruangan itu penuh dengan suara.
Kaisar benar-benar tidak membiarkan gerakannya pelan, terus menggerakkan pinggulnya maju mundur, menikmati nikmatnya sesuatu yang belum pernah di rasannya. Dan ternyata itu sungguh sangat nikmat.
.
.
.
.
Bersambung.
Hai semuanya selamat membaca. Jangan lupa Like, komen dan votenya.
__ADS_1
Oh ya, bisa minta beri ulasan bintangnya, supaya sedikit membuat hati Author senang.
Revisi.