
Kesepakatan itu pun berhasil. Kesepakatan yang menguntungkan kerajaannya. Selain itu Lang Tian juga dapat menyingkirkan dan menguasai kerajaan Tianwhu termasuk membunuh dan membalas dendam dengan Kaisar Yu Feng dan Lun xiang yang membuat Adiknya terbaikan di istana selir.
Lang Tian pun menyampaikan semuanya kepada ayahnya. Semula Raja Gu menolak karena yakin tidak semudah itu bersekutu dengan bangsa iblis, yakin pasti akan ada imbalan besar yang harus di berikan. Namun putranya terus mendesak menyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja dan akhirnya Raja Gu pun menyetujui niat putranya yang bersekutu dengan bangsa iblis untuk menjatuhkan Kaisar Yu Feng dan Selir Lun xiang.
"Baiklah. Lalu sekarang apa yang akan kau lakukan?"
"Aku akan meminta Ling'er untuk membujuk beberapa menteri untuk ikut dalam rencana ini. Aku yakin mereka akan setuju apalagi saat tahu putri mereka tidak di perlakuan baik dan adil oleh kaisar selama ini,"
"Ayah percayakan semuanya pada mu," jawab Raja Gu sambil menepuk bahu putranya dan pergi.
Setelah kepergian Raja Gu, senyum seringai muncul di bibir Lang Tian. Senyum yang begitu menginginkan kematian dua orang itu, Kaisar Yu Feng dan Lun xiang.
"Tunggulah kematian kalian,"
.
.
Mey Ling saat ini menerima surat dari kakaknya, Surat yang berisikan memintanya untuk membujuk dan mengajak kerjasama para menteri dan petinggi lainnya untuk memberontak.
Mey Ling menemui selir lainnya dan mengatakan niatnya, mengeluarkan kata-kata yang membuat mereka membenci Kaisar karena tidak bisa adil dengan mereka.
"Apa yang kau katakan benar. Kita tidak bisa seperti ini terus. Aku yakin jika wanita itu kembali Kaisar dan wanita itu pastilah akan mendepak kita, apalagi saat tahu wanita itu tidak menyukai kita."
__ADS_1
"Sebelum itu terjadi kita dan keluarga harus memiliki rencana. Membuat sekutu dan buat mereka bertekuk lutut di bawah kaki kita."
"Tapi kaisar begitu kuat, tidak mungkin kita semua bisa mengalahkannya walaupun jumlah kita banyak," saut Selir Shi Ling.
"Untuk itu kalian tenang saja, Kakak ku sudah memiliki bantuan." Jawab Mey Ling dengan seringai di bibirnya.
Para selir pun mengabari keluarga masing-masing dan mengatakan kehidupan mereka di Istana tidak baik-baik saja, bahkan mereka selama ini selalu di abaikan dan tidak di anggap sebagai selir oleh kaisar hanya karena selir pertama.
Mendengar cerita putri mereka masing-masing para menteri tentu saja terkejut. Mereka pikir putri mereka di sayang oleh kaisar tapi nyatanya tidak, kaisar lebih memilih selir pertama nya dan mengabaikan semua selir dan semua itu membuat para orang tua tidak terima. Apalagi ada alasan lainnya juga yang tidak membuat mereka senang terhadap kaisar karena kaisar terlalu ketat akan peraturan kekaisaran yang menuntut mereka ini dan itu dan membuat mereka susah untuk berkorupsi.
"Lebih baik memang harus ganti kaisar saja, Pangeran Lang Tian memang lebih cocok memimpin dan royal," ucap seorang menteri yang mendukung kerajaan lain untuk menyerang Kerajaan Tianwhu.
Entah orang tua itu bodoh atau pintar sebenarnya sampai mendukung kerajaan lain untuk menjajah dan menguasai wilayahnya. Jika orang itu memiliki kecerdasan pastinya tidak akan memiliki pemikiran itu. Mungkin karena iming-iming yang menggiurkan membuat otaknya menjadi bodoh dan serakah. Dan akhirnya semuanya pun sepakat untuk bersekutu.
.
.
"Kalian berlatihlah dengan giat. Aku harus kembali ke dunia manusia. Entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang besar akan terjadi di Dunia manusia." Jelasnya pada bawahannya para Iblis.
"Baik Yang Mulia, jaga diri anda disana. Jika anda butuh bantuan anda bisa memanggil kami,"
Lun xiang mengangguk dan setelah itu menghilang dari tempatnya. Meninggalkan para bawahannya. Para iblis itu tidak bisa menjegah, karena tahu Ratu mereka memanglah manusia dan berhak kembali ke dunianya.
__ADS_1
Lun xiang keluar dari Reruntuhan Kuno, terlihat sepi tidak ada yang berjaga disana. Dan setelah itu kembali menghilang dan menuju Akademi tempat di mana dulu dia tinggal. Namun saat menuju tempat tesebut, beberapa Tetua yang merasakan Aura asing yang hitam pekat mengerikan mendekat ke arah akademi langsung melesat ke arah Aura tersebut.
Wuuus....
Beberapa Tetua berdiri menghadang seorang wanita asing di matanya. Seorang wanita yang memiliki Aura kuat yang belum pernah di lihatnya.
"Maaf Nona, jika boleh tahu apa yang membuat anda mampir di Akademi kami?" Tanya seorang Tetua memberikan tanda hormat karana tahu wanita itu bukanlah wanita biasa.
"Aku hanya lewat saja." jawab Lun xiang datar.
"Lewat?" gumam mereka semua saling pandang. Mereka seakan tidak percaya jika wanita yang memiliki Aura kuat itu hanya lewat saja, bisa jadi wanita itu ingin menyerang Akademi dan menghancurkannya.
"Nona, maaf jika saya lancang dan tidak percaya dengan anda. Hanya saja kami ingin menjaga tempat ini. Kami tidak ingin sesuatu terjadi di Akademi kami, apalagi mengetahui kekuatan dan aura anda yang kuat dan hitam pekat," ucap seorang Tetua yang merasakan Aura kematian di tubuh Lun xiang.
Lun xiang menatap mereka dengan diam. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa mereka begitu sangat waspada dengan orang asing. Mungkinkah terjadi sesuatu?
:Aku hanya lewat saja. Tidak perlu khawatir dan cemas seperti ini. Aku tidak akan melakukan apapun terhadap kalian dan semuanya,"
Saat berbincang dengan para tetua, Lun xiang tiba-tiba merasakan sesuatu, sesuatu hawa Aura yang begitu dia kenal. Lun xiang yang tidak peduli dengan para Tetua langsung menghilang dian menuju asal aura yang dirasakannya barusan.
.
.
__ADS_1
Bersambung