
Beberapa Iblis yang menganggap Lun xiang adalah Ratu terdahulu karena memiliki wajah yang sama dan juga sama kuatnya, meminta Lun xiang untuk mengampuni Iblis Tengkorak. Bagaimana pun juga Iblis Tengkorak adalah rekannya.
"Yang Mulia mohon ampuni Iblis Ar Gui, bagaimana pun dia adalah bawahan anda," ucap Iblis Naga.
Lun xiang diam, apa yang harus di lakukannya. Apakah harus berpura-pura menjadi Ratu mereka atau.....
"Ikuti aja permintaan mereka. Berpura-puralah menjadi Ratu mereka,"
Lun xiang melepaskan Iblis Tengkorak, membuat Iblis Tengkorak merasa lega. Rasa sesak yang sejak tadi di rasa akhirnya sirna dan dapat menghela nafas dengan leluasa, berpikir dirinya akan mati hari ini juga.
Uhuk....
Uhuk....
"Jelaskan, aku tidak mengingat kalian sama sekali." Jawab Lun xiang membuat mereka saling pandang, mungkinkah Ratunya benar-benar lupa ingatan.
"Baik Yang Mulia,"
Mereka langsung membawa Lun xiang ke tempat mereka tinggal. Sesampainya disana terlihat banyak sekali Iblis tingkat rendah. Lun xiang meyakini bahwa mereka pastinya bawahan para Iblis Api, Iblis Tengkorak, Iblis Naga, Iblis hantu dan Iblis Peri.
"Silahkan Yang Mulia."
__ADS_1
Mereka mempersilahkan Lun xiang untuk duduk di singgahsananya dan Lun xiang menurut tanpa membantah. Semua yang melihat kehadiran Ratu mereka langsung bersujud memberi hormat.
"Terima sembah hormat kami Yang Mulia Ratu,"
Lun xiang mengangguk dan meminta mereka untuk kembali ke tempat duduknya. Lun xiang menatap mereka satu persatu, meminta mereka untuk memperkenalkan diri mereka masing-masing. Dan setelah mengetahui nama-nama mereka Lun xiang meminta salah satu dari mereka menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di tempat ini dan siapa dirinya sesungguhnya.
Tanpa curiga sedikitpun mereka menjelaskan dan menceritakan semuanya membuat Lun xiang yang mendengar mengangguk-anggukkan kepalanya. Nama yang sama sewaktu dirinya ada di Dunia Modern, Lun xi. Nama yang sudah lama dia lupakan.
"Lun xi, sungguh suatu kebetulan." gumamnya dalam hati. Lalu siapa itu Su Muyu, kenapa dirinya baru mendengar nama itu? "Katakan siapa itu Su Muyu, kenapa dia sampai melakukan ini dan menghancurkan tempat ini?"
Mereka diam, berpikir keras apakah harus menceritakan semuanya atau tidak. Melihat mereka yang diam seakan enggan untuk bercerita, Lun xiang mengeluarkan aura kematian yang mencekam ke arah mereka, membuat mereka semua tertekan dan sesak. Sungguh aura yang mengerikan.
"Yang Mulia," Lum xiang menarik kembali auranya dan setelah itu Iblis Api menceritakan semuanya tanpa terlewat sedikitpun.
Brak....
Lun xiang memukul singgasananya, geram dengan apa yang di lakukan oleh Dewa Iblis. Semua yang mendengar kekesalan Lun xiang menunduk, tidak ada yang berani mengangkat kepalanya.
Walaupun Lun xiang tidak pernah bertemu dengan Dewa Iblis Su Muyu, yakin Iblis itu pastilah sangat mengerikan dan kejam.
"Yang Mulia."
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa, jangan khawatir." Semuanya mengangguk. "Apa kau tahu keberadaan Dewa Iblis?"
Semuanya menggeleng, tidak tahu keberadaan. Dewa Iblis itu dimana untuk saat ini.
"Jangan biarkan dia mengetahui keberadaan ku untuk saat ini. Jika dia mengetahuinya, aku yakin dia pasti akan melakukan sesuatu,"
"Baik Yang Mulia."
Hari-hari Lun xiang berada di tempat tinggal barunya, menjadi Ratu bohongan di wilayah iblis. Tanpa terasa beberapa bulan pun berlalu. Pintu Reruntuhan kuno kembali terbuka, semua murid yang masuk menjelajahi Reruntuhan kembali ke Akademi dan keluarga masing-masing. Ada yang selamat dan ada pula yang tidak bisa kembali dan mayoritas di Reruntuhan Kuno.
Kaisar yang mendapat kabar dari Yan Chen bahwa Selir pertamanya tidak kembali ke Akademi gelisah dan khawatir. Apa yang terjadi, kenapa selirnya tidak kembali? Mungkinkah sesuatu yang buruk telah terjadi? Jika itu benar seharusnya dirinya bisa mengetahui lewat Jiwa yang di tempatkan di cincin Lun xiang tapi kenapa ini tidak, sebenarnya apa yang terjadi.
"Aku harus mencari tahu sendiri."
Kaisar menekan kekuatannya yang berada di Nirwana ke Tingkat Manifestasi agar saat berada di Reruntuhan Kuno tubuhnya tidak meledak dan mati.
Kiasar Yu Feng menghilang, pergi menuju dimana sisa jiwanya berada. Saat sampai di tempat itu, matanya melihat sekeliling. Kenapa dia merasakan banyak sekali aura Iblis? Bukankah para Iblis di reruntuhan kuno sudah musnah. Tapi ini, mungkinkah selirnya di tangkap para iblis?
Wuus.....
Kaisar menghilang dan dalam sekejap berada di kamar Lun xiang. Mata kaisar melihat sekeliling, sebuah kamar. Tiba-tiba sebuah pisau melesat ke arahnya, kaisar yang mengetahui langsung menangkapnya dengan kedua jari, membuat pisau itu kini berada di tangannya.
__ADS_1
Bersambung.