
Hari seperti berlalu begitu cepat. Di dalam kamar ada seorang anak gadis yang benar-benar bingung memilih pakaian untuk malam minggu nya hari ini
RUMAH UTARI
Utari POV
Malam ini Dino mengajakku untuk jalan-jalan bersamanya yah mumpung malam minggu, berjalan bergandengan seperti pasangan lainnya. Membayangkannya saja sudah membuat pipi aku merah
"aduh ribet amat sih, gue pakai apa yah buat malam ini, biasanya juga ngga gini. Atau aku tanya Melly aja yah" saat akan mengambil handphone
"eh tapi, si Melly kan kek cowo, jalan aja sama aku cuman pakai kaos sama jeans doang" saat akan meletakkan kembali, handphone berdering
Setelah menggeser layar..
"halo? kenapa Mel?" umur panjang nih anak baru gue batalin mau nelfon dia
"...."
"aduh ngga bisa Mel, gue udah janjian sama Dino"
"...."
"lah lo sih, udah tau malam minggu gini kan pasti jalan sama pacar, emang lo jomblo, cari pacar sono" menjepit handphone di antara bahu dan telinga, sambil mencari-cari baju yang cocok
"...."
"eh lo kan punya temen tuh siapa sih namanya, Juan, lo ajak dia aja"
"...."
"hem.. ok bye" lalu mematikkan handphone
__ADS_1
Jam sudah menunjukan pukul 5.30
"aduh belum siap-siap lagi, mana janjiannya jam 6" cepat-cepat aku mandi lalu dandan senatural mungkin,
"Utari, ada teman kamu diluar nak" ucap mama dari balik pintu. Aku sudah memutuskan untuk memakai rok denim sebagai bawahan, kaos putih polos, dan diluarnya dibaluti jaket denim
"iya mah, bentar lagi Utari keluar" ucap ku membalas mama
"cepetan, kasian teman kamu nungguin loh, mama boleh masuk ngga?" tanya mama yang masih di balik pintu
"iya masuk aja mah, ngga dikunci" ucapku
"anak mama cantik banget, mau kemana?, itu juga teman cowo yang datang?" tanya mama selidik
"emm.. kan aku udah bilang tadi siang mau keluar sama teman mah" ucapku memelas
"iya tapi kan kamu ngga bilang kalau yang datang itu teman cowo kamu" oke, aku membenarkan kata mama
"emm.. ngga apa-apa mama ijinin kamu keluar, tapi ingat pulangnya jangan kemaleman, jam 8 udah sampai rumah" ucap mama tersenyum
"kamu anak gadis makanya mama kasi batasan nak, mama ngga mau kamu kenapa-napa" ucap mama lagi
"iya mah, Utari bisa jaga diri nanti Utari bilangin ke Dino kalau pulangnya sampai jam 8 aja" ucapku lalu memeluk mama
"ohh namanya Dino, yaudah ayo keluar, kasian Dino nya nungguin dari tadi"
"jalan dulu mah, nanti bilang sama oma kalau aku lagi keluar" pamitku pada mama, lalu menyalim tangan mama diikuti oleh Dino
"jalan dulu yah tante" ucap Dino
"iya, hati-hati, jangan ngebut, pulangnya jangan kemaleman" ucap mama memperingati lagi
__ADS_1
Kami memutuskan untuk ke pasar malam, setelah berdebat sedikit untuk menentukan tempat nongkrong. Yah pasti, malam minggu bersama pacar jika tidak dihabiskan ke pasar malam rasanya kurang
Dalam perjalanan rasanya sangat canggung, maklum lah ini pertama kali aku naik motor dengannya. Karena kami berpacaran waktu itu hanya chatingan, video call, atau telponan biasa. Sad
PARKIRAN
Awalnya aku ragu, apakah bakalan asik jika kami pergi bersama seperti ini. Hah ini pertama kalinya kami jalan bareng dan ini malam minggu
Saat Dino sudah memarkirkan motornya, dia langsung menggenggam tanganku.
"aduh jangan copot disini dong, kenapa harus pegangan tangan sih"
Pasti wajahku sudah memerah saat ini, aku hanya terus menunduk
"hey, kamu kenapa?" Dino menghentikan langkahnya lalu bertanya padaku
"ah ngga apa-apa" aku menggeleng cepat, tapi masih menunduk
"kamu ngga suka tempat ini yah?" tanya Dino lagi, memelankan suara
"ah ngga kok, aku suka, suka banget" kataku memotong ucapannya dan langsung mengarahkan pandangan ke arahnya
Dino hanya tersenyum, lalu mengelus kepala ku. Dan menggenggam kembali tanganku
Uh senyumannya, kenapa harus senyum di jarak sedekat ini sih, wajahku sangat panas saat ini
"ciee pipinya" goda Dino lalu mencubit pipiku
"ih paan sih, kelamaan disini entar jamuran, ayo!" aku langsung berlari kedepan, untuk menjaga jarak dengannya
Dino menyusulku, menautkan kembali jemari kami, lalu kami memasuki area pasar malam.
__ADS_1