Still You

Still You
Awal yang baru.


__ADS_3

Hari demi hari terlewati, hingga kini sudah tujuh bulan lamanya setelah acara kelulusan. Baik Habil, Yulia, Liya, Wulan, Miko, Aldi atau Afif pun, kini sudah menjalani hari-hari seperti biasa, dengan minat yang berbeda tentunya.


Hari ini, Habil, Aldi, Wulan dan Afif sedang duduk di kursi taman universitas. Memasuki awal semester, sekaligus menambah pengalaman baru.


"Yulia gimana kabarnya ya, Bil?" Tanya Afif, seraya menatap Habil. Mengharapkan jawaban yang tidak bisa Habil berikan.


Wulan menatap tajam ke arah Afif, kemudian memukul kepalanya menggunakan buku novel yang kini sedang ia baca.


"Habil sama Yulia lagi cuti! Jangan tanya-tanya! Suka banget liat temennya galau!" Omelnya, membuat Afif mengerucutkan bibirnya kesal.


Melihat tingkah Wulan dan Afif, Habil dan Aldi terkekeh geli. Pasalnya, mereka adalah pasangan yang terkenal bobrok, tetapi tetap romantis di saat-saat tertentu.


"Abis di pukul, nanti di cium, Lan. Biar sembuh!" Ledek Adam yang kebetulan lewat , seraya tertawa pelan dan berlalu.


Wulan yang kini sudah kebal mendengar ejekan teman-temannya itu pun, ia melirik sinis. "Diem lo!"


"Wahai kawan, apakah kalian iri melihat keharmonisan rumah tanggaku dan Wulan? Sehingga ka-- aw ish! Kok di pukul lagi?"


Di detik berikutnya, Habil dan Aldi, mereka tertawa puas tanpa suara melihat Afif menderita karena ulah gadisnya sendiri.


🦋🦋


Beberapa jam setelahnya, kini pukul 13.40 WIB. Liya duduk di dalam ruangan khusus di cafe, bersama Wulan. Liya duduk, dengan secangkir teh hangat di depannya, sekaligus laptop dan beberapa cemilan yang menemaninya.


Jari-jarinya terus mengetik dengan lincah, sedangkan tangan kanannya sesekali mengambil cemilan atau teh untuk ia masukkan ke dalam mulutnya.


Drrrtt ....


Getaran panjang pada ponselnya kini mengganggu konsentrasi-nya. Liya melirik ponselnya, sedetik kemudian wajah masamnya kini mendadak berubah.


Dengan segera ia mengangkat sambungan teleponnya, kemudian berucap dengan semangat. "Halo, dengan kembaran Lisa manoban di sini!"

__ADS_1


Di seberang telepon, orang tersebut terkekeh pelan. Merasa gemas dengan tingkah kekasihnya.


Dia Aldi. Kekasihnya sejak tahun lalu. Siapa sangka jika hubungannya kini sampai setahun lamanya?


"Gimana harinya, Sayang?" Tanya Aldi, membuat Liya tersipu karena panggilan 'sayang' nya.


"Kalo nanya gimana harinya, harusnya malem! Kok malah siang-siang, sih?" Protesnya, sekaligus mengalihkan perasaan malu nya.


Meskipun sudah setahun, Aldi sangat jarang memanggilnya dengan panggilan manis seperti itu.


Dari seberang telepon Aldi diam, membuat Liya mengerutkan keningnya heran.


"Ya sudah, nanti malam saya tanya lagi."


Mereka diam.


"Buat sekarang, pertanyaannya saya ganti."


"Kapan siap saya lamar?"


DEG!


🦋🦋


FLASHBACK ON.


Sebulan setelah hari perpisahan di SMK, dimana tiga hari sebelum ia benar-benar pergi untuk beberapa tahun ke depan.


Awalnya, Yulia mengira bahwa semuanya akan terasa mudah. Hanya beberapa tahun, pikirnya.


"Gua bakal ganti nomer baru," ucapnya pelan.

__ADS_1


Ia sedang duduk di kursi, dengan meja bundar di tengah. Habil, Wulan, Liya, Miko, Aldi dan Afif pun ikut serta mengelilingi meja tersebut, memperhatikan Yulia yang sedang berbicara.


"Kenapa?" Tanya Wulan dan Liya bersamaan.


"Ya udah, bagi aja yang baru!" Ucap Habil seenaknya, membuat Yulia menatapnya tak percaya, seraya menggelengkan kepalanya.


"Gua ganti supaya kalian gak bisa hubungin gua selama gua di sana, "lanjutnya menjelaskan.


"Kenapa harus gitu, Ya?" kini giliran Miko yang bertanya.


Yulia hanya mengedikkan kedua bahunya acuh, kemudian menyeruput jus jeruknya.


"Gua pengen kita saling fokus aja dulu. Gua di sana, kalian di sini."


"Kalian jangan ada yang ganti nomer. setelah gua balik ke sini, gua bakal hubungin kalian lagi. Terus kita lepas kangen!" Lanjutnya.


"Lo yakin, selama itu gak komunikasi dan kita ga canggung?" Tanya Wulan ragu, di angguk-i oleh Liya dan Afif bersamaan.


"Canggung itu tergantung orangnya," jawab Aldi seketika, membuat dirinya kini menjadi sorotan.


"Ya udah. Intinya gitu!" Ucap Yulia finish. "Keberangkatan gua tiga hari lagi. Yang mau traktir makan, calling aja "


FLASHBACK OFF.


Begitulah kehidupan setelah hari perpisahan mereka. Yulia yang memutuskan untuk melanjutkan ke salah satu universitas di Amerika Serikat, sedangkan Habil, Wulan, Aldi, Miko dan Afif tetap memutuskan untuk melanjutkan ke universitas di Indonesia.


Sedangkan Liya?


Ia mengelola cafe c'brand miliknya dan kedua temannya, sekaligus mempelajari tentang menulis, dan sesekali mengasah ilmu desainnya.


Sedangkan Miko, ia lebih memilih meneruskan ke universitas yang sama, tetapi waktu luangnya ia gunakan untuk bekerja paruh waktu. Dan satu lagi bernama Aditya, ia memilih untuk meneruskan untuk masuk ke salah satu Universitas di kota sebelah.

__ADS_1


__ADS_2