Still You

Still You
Yulia & Habil Time.


__ADS_3

Hari-hari berjalan seperti biasa, tak ada hambatan selama ujian nasional berlangsung. Seperti ujian pada umumnya, mereka berusaha untuk mengerjakan soal dengan baik, dari setiap mata pelajaran yang di uji 'kan.


Yulia, Habil, Liya, Wulan, Aldi, Afif dan Miko harus fokus, agar bisa mendapatkan nilai yang memuaskan. Terlebih, universitas impiannya itu harus bisa mereka gapai.


Kring ... kring.


Bel yang terdengar nyaring baru saja berbunyi, membuat seluruh siswa-siswi kelas 12 bersorak senang. Bukan hanya bel yang menandakan mereka boleh pulang, namun itu juga menunjukkan bahwa ujian nasional kini sudah berakhir.


Ya, hari ini adalah hari terakhir mereka melaksanakan ujian nasional. Yulia yang satu ruangan dengan Aldi, Wulan dan Miko, berbeda dengan Habil yang satu kelas dengan Liya, Afif dan Adi.


Semuanya berjalan lancar, tanpa halangan. Selain kesulitan dalam mengerjakan beberapa soal, semuanya baik-baik saja.


"Udah kelar aja ya," celetuk salah satu siswi seraya berjalan keluar kelas. Di sampingnya, ada temannya yang membalas dengan senyumannya. "Iya, gak kerasa!"


Jika yang lainnya begitu bersemangat untuk pulang, berbeda dengan Yulia yang justru mendengus seraya duduk manis dan menatap pintu yang penuh.


"Pulang, Ya?" Tanya Wulan seraya berjalan menghampirinya.


"Gak mungkin juga gua nginep, 'kan?"


Wulan mendengus, ikut menatap pintu yang mulai sepi.


"Pasti abis ini ada yang nongol," celetuk Wulan seraya mengawasi pintu.


"Satu, dua, tiga!"


Di detik berikutnya, Habil datang dengan di ikuti Liya, Afif dan Adi.

__ADS_1


"Nah kan, bener!" Ucapnya tersenyum puas.


"Pulang sama gua yuk, Ya?"


Dan sedetik kemudian, Wulan baru sadar. "Gua ... nebeng siapa, nih?"


🦋🦋


Suara ombak pantai yang sedang pasang dan surut kini mengisi indera pendengaran mereka berdua. Yulia yang awalnya menolak dan terpaksa menerima ajakan Habil untuk ke pantai pun kini berubah menjadi senyuman lebar.


Bagaimana bisa Yulia tetap sebal jika ia bisa melihat pantai se-asri ini?


Pemandangan laut di depannya, dengan beberapa pohon hijau di sekitarnya itu mulai memanjakan matanya.


"Seneng, Ya?" Habil bertanya, tetapi yang di tanya hanya tersenyum senang seraya mengangguk.


Angin yang berlalu-lalang dengan derasnya, membuat rambut mereka, terutama Yulia kini bergerak tak beraturan.


"Mau gua foto-in?" Tawar Habil, membuat Yulia berpikir. Sesaat kemudian, Yulia mengangguk, seraya menyerahkan ponselnya. "Nih!"


"Punya gua aja," jawabnya seraya menunjukkan ponselnya lalu membuka kamera.


"Yuk!"


Habil mundur beberapa langkah, kemudian mengarahkan kamera ke arah Yulia. Mengambil foto gadis di depannya sebagus mungkin. Mulai dari berjongkok, merendahkan ponselnya, meninggikan, membalikkan dan sebagainya, membuat Yulia sesekali tertawa karena ulahnya.


Tanpa Yulia tahu, Habil memotretnya.

__ADS_1


"Bagus," celetuknya seraya melihat hasilnya dan tersenyum.


Yulia mendekat, ingin melihatnya juga, tetapi malah di jauhkan oleh sang pemilik ponsel. Yulia merenggut, menatap kesal.


"Nanti aja, Ya!"


Gemas. Itulah yang Habil pikirkan.


"Mau foto berdua gak?"


🦋🦋


Habil berjalan memasuki rumahnya dengan senyum lebarnya. Bukannya melangkah menuju kamarnya, Habil malah berjalan menuju kamar Bundanya.


Seharian ini ia baru bertemu dengan Bundanya hanya di pagi hari. Jadi, ia ingin menemuinya sekarang.


Kamarnya sedikit terbuka, membuat Habil mengetuk dua kali, kemudian membukanya. "Bunda?"


Ani sedikit tersentak kaget, dengan refleks ia menghapus jejak air matanya. Ia menatap puteranya, tersenyum samar. "Anak Bunda kok baru pulang?"


Habil mendekat, tersenyum tipis dan duduk di dekat Bundanya. Matanya melirik satu foto yang Ani pegang, lalu menatap Bundanya.


"Habil habis jalan sama Yulia, Bun!"


Perlahan, tangannya mengambil alih foto tersebut dari Bundanya, kemudian meletakkannya di atas nakas.


"Maaf Habil pulang telat," ucapnya seraya menghapus jejak air mata Bundanya yang masih terlihat. "Bunda kenapa?"

__ADS_1


Ani menggeleng, sedetik kemudian tangisnya pecah, membuat Habil sigap dan langsung memeluk Bundanya.


"Ayahmu ...."


__ADS_2