Still You

Still You
MENGUBAH PENAMPILAN 1


__ADS_3

Sudah sembilan bulan lebih Melly dan teman-teman seangkatannya mengikuti kegiatan belajar mengajar dan menjadi siswa SMA yang baik.


KANTIN


"eh Ju, gue pengen potong rambut deh keknya" ucap Melly sambil memainkan anakan rambutnya yang dikuncir


"yah potong lah, ngapain lu bilang ke gue" jawab Juan jarinya dengan gesit masih mengetik sesuatu di layar handphonenya


"ck, gue mau potong rambut kek cowo, dan gue minta pendapat lo"


"ha? gile lu Ndro?" Juan lumayan kaget dengan ucapan teman yang sudah sembilan bulan lebihnya ini


"ngapain coba? emang lo ngga suka, sama potongan rambut lo yang sekarang?" tanya Juan lagi


"males gue, gini-gini terus, gue mau


ngubah penampilan gue, 100% full cowok" ucap Melly menaik turunkan alis matanya


"ck, apa bagusnya sih?. Wait wait jangan bilang lo?" tanya Juan curiga


"apa!"


"lo udah operasi juga? sejarah bokap lo kan dokter, di tambah lagi, lo bilang mau jadi cowo seutuhnya" mulut Juan benar-benar ngga bisa hargain perasaan orang


"he! oneng" menjitak kepala Juan


"gue ngga kek gitu ye, ck nih anak pikirannya kacau mulu dah, gue mau ngubah penampilan, bukan mau ngejar cewek atau apalah itu, tapi karena percuma juga, ngapain juga cantik kalau ngga ada yang mau, hehe" ucap Melly sambil mengusap poninya

__ADS_1


"lo cantik kok" ucapan Juan membuat pipi Melly blush seketika


Hening sejenak, saat Juan kembali berkutat dengan handphonenya


"ck, ah tau ah, pokoknya gue mau potong rambut, titik!" lalu Melly pergi meninggalkan Juan yang masih bengong di bangku kantin


"lah tuh anak kenapa dah, perasaan gue ngga larang buat dia potong rambut, malah marah-marah sendiri" lalu Juan juga berdiri menyusul Melly kembali ke kelas.


Teng teng teng teng ...


Bunyi lonceng tanda sekolah berakhir, semua anak keluar kelas dengan tergesa-gesa ingin cepat-cepat kembali ke rumah, atau mungkin masih keluyuran dulu


Di gerbang sekolah tampak Melly dan Utari masih menunggu angkot


"em.. Mell keknya lo pulang sendiri, ngga apa-apa kan?" ucap Utari, memecahkan keheningan mereka bebrapa menit yang lalu


"emm.. gue dijemput sama si Dino soalnya, udah janjian tadi pas istirahat kedua, ngga apa-apa kan?" jawab Utari


"ohh.. ngga apa-apa kok, tapi si Dino masih lama ngga? biar gue tungguin lo dulu disini"


"bentar gue tanya dia dulu" Utari merogoh handphonenya lalu mengetik sesuatu, selang semenit handphonenya berbunyi


Ting.


"ohh dia di seberang jalan katanya" sambil melihat-lihat


"nah itu dia, ok gue balik duluan yah, bye" ucap Utari lagi lalu berjalan ke arah jalan untuk menyebrang

__ADS_1


"iya hati-hati lo" ucap Melly


Setelah melihat Utari pergi dengan Dino, rasanya Melly juga pengen punya pacar, biar ada yang jemput,tapi dia sendiri juga malas pacaran. Aneh emang nih Melly. Jomblo ngenes sih :)


"woy, sendirian aja, tuh angkotnya dari sana" ucap Juan mengagetkan Melly, tapi Melly tidak kaget sedikit pun, bahkan Melly tau kalau angkotnya udah datang


"ck, udah tau, lah lo kenapa belum balik?" tanya Melly


"gue tadi ke toilet dulu, tiba-tiba pengen pup, hehe" jawab Juan sambil memberhentikan angkot, lalu mereka sama-sama naik


"ohh, eh Ju"


"hmm" Juan masih sibuk dengan handphonenya. Handphone mulu nih anak


"ham hem ham hem, dijawab dong" Melly sudah naik darah, kalau Juan hanya jawabnya seperti itu dan juga selalu merhatiin handphonenya


"iye, iye Melly yang cantik" Juan mengalah saja, malas debat apalagi ini di angkot


"ck, eh gue main ke rumah lo yah? sore ini?" tanya Melly, dia sudah pernah kesana walaupun satu kali, untuk mengantar Juan saat pulang ekstrakurikuler sore mereka


"terserah" jawab Juan tapi matanya masih ke handphone


"lama-lama gue telen juga tuh handphone, nih anak kalau di ajak ngobrol juga, ck." Melly sudah benar-benar panas mana angkotnya gerah lagi


"ok, atau siang ini deh, eh tapi jangan deh, sore aja, atau pulang ini aja, eh tapi gue harus ganti baju dulu, ok fix sore, siapin jajanan, awas lo kalau ngga" Melly sudah benar-benar seperti orang sinting sekarang, jawab sendiri, nyela sendiri.


Juan hanya geleng-geleng kepala melihat Melly, dan menunduk lagi untuk melihat handphonenya. Tuh kan handphone lagi _-

__ADS_1


__ADS_2