
Bengkel besar yang saat ini Habil kelola, hari ini sedang ramai-ramainya. Tenggat yang harus di penuhi pun tidak sedikit.
Habil berjalan memasuki rumah setelah pintunya terbuka. Senyumnya perlahan mengembang kala ia mencium bau masakan bundanya.
Habil berjalan menuju dapur, sampai kini ia melihat Ani yang sedang memunggunginya, sedang bergelut dengan peralatan dapurnya.
Sekali lagi, Habil tersenyum.
"Sore, Bunda!"
Ani langsung menoleh, kemudian melempari Habil dengan senyuman. "Sudah pulang?"
Habil semakin mendekat, berdiri di samping Ani dengan tumpuan siku di meja sana. "Belum, Bun. Ini roh nya," ucapnya berniat becanda.
"Ditanya orang tua itu yang bener jawabnya," ucap Ani masih dengan kesibukannya.
Habil hanya cengar-cengir di buatnya. Ketika ia bangun, sekilas ia mencium pipi Ani, kemudian berlalu menuju kamarnya setelah ia mengucapkan satu kalimat.
"Habil ke atas ya, Bun."
🦋🦋
Setelah terawih, Habil memasuki kamarnya. Dahinya mengernyit heran ketika notifikasi ponselnya terus saja berbunyi kala ia datang.
Ting!
Ting!
Ting!
Ting!
Terus saja berbunyi, hingga mampu membuat Habil berjalan ke arah ponselnya, lalu melihatnya.
"Rame bener dah HP cogan," ucapnya bermonolog.
Tangannya bergerak di atas layar ponselnya, ingin melihat ada apa sebenarnya?
Matanya membulat kala ia membaca pesan grup yang baru saja masuk.
49 pesan belum di baca
Tantenya Yulia baru saja menambahkan 1234567890 ke dalam grup.
Afif
Saha?
Aditya
Semoga cewek cakep!
Afif
Aamiin!
Aldi
Wulan mana ye?
Miko
@Wulan
__ADS_1
Alisa
Kenapa cari Wulan?
Liya
Cowok nya udah bosen akur terus sama Wulan
Afif
Becanda Li, elah
Wulan
Siapa itu, Kak Lis?
Liya
Bismillah cogan!
Miko
Kudu cepet-cepet di segel, Al! Ahahaha
Habil terkekeh membaca pesan grup tersebut. Merasa lucu dengan teman-temannya yang masih saja begitu.
Matanya kembali terfokus kala satu notifikasi pesan kembali terdengar. Habil menggeser pesannya hingga paling bawah, Kemudian melihat pesan terbaru.
1234567890
Hellaw!
Dahi Habil mengernyit, kala satu sapaan dari nomor yang tidak di kenal. Ia memilih diam menyimak, membaca satu-per-satu pesan yang masuk dari temannya yang bingung.
Afif
Miko
Kak Lis, siapa itu?
Wulan
Apa itu Yulia, ya?
Afif
Kata siapa lo?
Miko
Neng Togel, jawab dong!
1234567890
Gue Yulia
Habil membatu. Sedikit terkejut, tetapi ia senang. Tangannya langsung bergerak untuk menyimpan nomor tersebut.
Semuanya diam, mereka terkejut. Sedikit canggung, karena lama tidak bertegur sapa. Hingga satu notifikasi kembali membuat masing-masing dari mereka terkejut.
Yulia
Yang namanya Habil disini yang mana?
__ADS_1
🦋🦋
Seorang gadis berumur 22 tahun kini sedang menikmati malam yang tenang. Televisi yang sedang menayangkan drama, dengan cemilan di sekitarnya membuat dirinya semakin nyaman. Kedua matanya fokus menatap adegan demi adegan di depannya.
Satu notifikasi pada ponselnya mampu membuat matanya melirik sekilas layar ponselnya yang nyala. Tangannya bergerak untuk mengambil ponsel tersebut, seraya bergumam.
"Grup?"
Tante Lisa menambahkan Anda
"Grup apa, dah?"
Yulia mengedikkan bahunya acuh, kemudian mengganti ponselnya dengan mode Silent.
Ia meletakkan kembali ponselnya, sengaja mengabaikan. Kedua matanya kembali fokus menonton, dengan tangan yang kembali menyuapkan camilan ke dalam mulutnya.
Berusaha nyaman, hingga satu sentuhan pelan meraup wajahnya.
"Kalo baru masuk grup itu sapa dulu!"
Sedikit sebal dengan bibir yang sedikit mengerucut, begitu pula dengan pipinya yang mengembang karena cemilan yang sedang ia kunyah. Ia menoleh ke arah Alisa yang baru saja mengganggu kenyamanannya. Wanita yang ia panggil 'Tante' tersebut kini sedang duduk dengan nyaman, mengambil dan memakan camilan miliknya.
Yulia mendengus, kemudian menurut. Ia mengambil ponselnya, lalu mengetikkan sesuatu.
Tak lama, suara notifikasi di ponsel Alisa terdengar.
Ponakan-que
Hellaw!
Alisa melirik Yulia yang kini kembali fokus, ia mendengus. "Ya gak nyapa doang, Ya! Minimal kangen-kangenan, kek!"
Kali ini Yulia yang mendengus, melirik Alisa yang ia anggap bawel sekali.
"Gue gak kangen!"
"Tapi mereka kangen lo!"
Yulia mengangkat sebelah alisnya, kemudian mengedikkan bahunya acuh. "Gue emang ngangenin!"
"Minimal lo ngobrol sama Habil. Anak orang kasian udah ngarep sama lo!"
Yulia mengangguk-anggukkan kepalanya, menoleh ke arah Alisa yang sedang memakan camilan miliknya.
"Nomor Habil yang mana?"
"Tanya sendiri, Ya!"
"Ck!"
Yulia berdecak kesal, dengan segera ia mengambil ponselnya, lalu mulai mengetikkan sesuatu.
Anda
Yang namanya Habil disini yang mana?
"Noh, udah!"
Alisa mendengus. Keponakannya ini benar-benar berubah. Pandangannya kembali tertuju pada Yulia, kala suara gadis tersebut kini kembali terdengar.
"Habil chat gue."
"Pribadi."
__ADS_1
"Gue harus apa?"