Still You

Still You
Tante VS Ponakan


__ADS_3

Habil berulang kali menghembuskan napasnya dengan kasar. Ia bimbang dan mulai mempertimbangkan sesuatu.


"Chat apa telpon aja, ya?"


"Atau video call , wae?"


Habil bermonolog, memikirkan mana yang terbaik menurut dirinya.


"Chat ae, lah."


Dengan segera Habil memegang ponselnya lagi, kemudian mengotak-atik ponselnya.


"Gue Habil."


-Send.


Setelah beberapa menit Habil menunggu balasan, seraya berguling-guling tentunya. Akhirnya, satu notifikasi masuk, membuatnya langsung saja mengambil ponselnya.


Ia mendengus sebal, kala matanya melihat layar ponsel yang menampakkan notifikasi pesan dari operator.


Operator


Bebas nge-game tanpa nge-lag, Internetan lancar & jangkauan lebih luas dengan ....


"Ck!"


Habil melemparkan ponselnya di atas ranjang, kemudian berdiri. Ia berjalan keluar kamar, mencari keberadaan Bunda-nya, berusaha mengalihkan pikirannya dari Yulia.


"Bunda?"


Tak ada jawaban.


Rumah minimalis tersebut terasa sepi. Langkah Habil menuruni tangga pun kini terdengar jelas.


"Bunda kemana dah?" Monolognya pelan. Kakinya terus berjalan kesana-kemari mencari Ani, tetapi yang dicari tak kunjung temu.


Karena tak kunjung temu, Habil kembali berjalan menuju kamarnya setelah mengambil satu kaleng minuman bersoda di dalam kulkas.

__ADS_1


Dengan langkah besarnya, ia berjalan menaiki tangga. Sampai ketika ia melewati kamar Ani, ia berniat melihat apakah Bunda nya itu ada di dalam?


Niatnya terhenti kala pintu kamar Ani kini mulai terbuka. Habil yang sedang berdiri menunggu Ani terlihat itu pun, sontak terkejut ketika ia malah melihat wajah Ani yang berwarna putih.


"Astaghfirullah, Bunda!" Ucapnya kaget. Untung saja minuman kaleng yang ia genggam tidak ia lempar karena sangking kagetnya.


Jantung Habil berpacu sedikit cepat, seraya menatap Ani yang kini sedang bingung.


"Kenapa?"


Habil menggeleng, mengelus dadanya sekilas. "Bunda bikin kaget aja!"


Ani terkekeh, kemudian berjalan menjauhi Habil. "Bunda lagi maskeran, jangan ganggu dulu!"


Habil menganga di tempat. Sempat heran dengan tingkah bundanya.


"Sejak kapan bunda suka maskeran?" Monolognya. Habil geleng-geleng kepala, kemudian mengusap dadanya lagi.


"Huh ... jantung gue lagi ndugem gara-gara bunda!"


🦋🦋


Alisa lelah. Ucapannya selalu saja di anggap angin lalu oleh keponakannya ini. Terutama saat ini, terasa sekali jika Yulia memang sedang mengabaikan dirinya.


"Ada chat itu di bales, bukan malah di tinggal nonton drama!" Omel Alisa, yang masih saja tidak dijawab.


Alisa mendengus, "Yul!"


"Yulia!"


Yulia menoleh malas. Tangannya masih sibuk memindahkan camilan dari toples ke dalam mulutnya.


"Hm?"


"Ham hem ham hem. Bales itu si Habil!"


Karena mendengar kalimat yang sama sedari tadi, Yulia memutar bola matanya malas. Tangannya mengambil ponsel miliknya, kemudian melempar pelan tepat di sofa samping Alisa.

__ADS_1


"Bales, gih!"


"Ck!"


Alisa berdiri secara tiba-tiba, membuat pandangan Yulia berpindah ke arahnya. Melihat gerak-gerik Alisa, Yulia sempat waspada. Pasalnya, Tantenya itu sangat seram jika sudah kehilangan kesabarannya.


"Mau ngapain lo, Tan?"


Alisa mengabaikan pertanyaan tersebut. Anggap saja balas dendam ringan, batinnya.


Langkahnya berjalan menuju remote televisi, ingin mengambilnya.


"Eits! Gak bisa," ledek Yulia setelah mengambil remote televisi lebih dulu. Ia bisa menebak, jika Alisa akan mengambil remote nya karena dirinya sudah membuatnya kesal.


"Kasih gue!" Pintanya dengan tangan kanan yang menodong. Yulia menggeleng penuh keyakinan, seraya menyembunyikan remote televisi-nya.


"Oke!"


Satu kata yang membuat Yulia semakin waspada, sedikit bergidik ngeri. Ia melihat Alisa berjalan mendekat ke arah televisi, kemudian berbalik menatap Yulia.


"Respon dulu temen lo, atau gak ada nonton televisi seminggu?"


Yulia mendengus, seraya memutar bola matanya dengan malas.


"Iya-iya! Gue bales!"


Yulia melihat Alisa yang masih di tempat dengan kedua tangan melipat di depan dadanya. Yulia menghela napas panjang, lalu membuangnya perlahan.


"Udah tuh, udah gue bales!"


Yulia menunjukkan layar ponselnya yang saat ini sedang berada Di room chat Habil. Belum puas ia membalas sikap Yulia, Alisa kini mencabut kabel televisinya dari colokan, kemudian berlari menuju kamar dan menguncinya.


Yulia yang melihat itu pun, ia mendelik. Wajahnya merah, emosinya kembali memuncak.


Dengan satu tarikan napas, ia berteriak nyaring. "TANTE DURJANNAH! ADA MASALAH APA SIH LO SAMA GUE?!"


"COLOKIN LAGI GAK?!"

__ADS_1


"QOTRUNNADA ... GAK ADA ADAB LO EMANG!"


__ADS_2