Still You

Still You
MENYESAL


__ADS_3

SEKOLAH


Terlihat Melly sudah memasuki gerbang sekolah, pagi-pagi dia sudah berkutat dengan segala ***** bengek perlengkapan sekolah karena hari ini hari senin dan seluruh warga sekolah akan melaksanakan upacara bendera terlebih dahulu sebelum memulai pelajaran di kelas


Teng teng teng teng ...


Bunyi bel tanda semua siswa dan para guru untuk berkumpul di lapangan upacara, setelah semua berbaris rapi menurut kelas masing-masing upacara pun dimulai


“aduh bakalan panas banget nih, ini nih yang gua ngga suka dari hari senin” ujar salah satu anak kelas sebelah, sedangkan di depan pembina upacara sedang berpidato dengan semangat yang berapi-api


“ck, hobby banget si doraemon kalau ngomong suka bertele-tele” kata Tama yang kebetulan berdiri dekat Melly


“ha? Siapa yang doraemon?” tanya Utari heran


“ah lu ngga liat tuh yang lagi ngomong di depan, udah perutnya buncit kedepan udah mirip kek doraemon belum?” jawab Tama sambil terkekeh, karena yang dimaksud Tama doraemon adalah Pak Kepala Sekolah yang menjadi pembina upacara pagi ini


“bisa ae lu Tam wkwk, tapi bener sih kalau diliat-liat” balas Utari dan Melly hanya terkekeh pelan sambil geleng-geleng kepala


“untuk anak kelas 9 minggu depan akan melaksanakan try out ketiga jadi saya harap kalian lebih giat lagi untuk belajar agar pencapaian kalian bulan depan saat UN nanti tidak mengecewakan” kata Pak Kepala Sekolah.

__ADS_1


Setelah selesainya pidato dan pencerahan Kepala Sekolah untuk anak-anak, disambungnya doa dan menyanyikan lagu wajib barisan pun dibubarkan oleh pemimpin upacara


Semua siswa kembali ke kelas masing-masing setelah pembubaran tadi


RUANGAN KELAS IX-B


“aduh bisa item nih gua lama-lama berjemur terus tiap minggu” ujar Dino yang memang memiliki perawakan hitam manis, tinggi untuk ukuran anak SMP yang akan beranjak ke SMA, serta jangan lupa lesung pipinya yang membuat dia semakin terpesona di mata Melly


“aelah lu emang udah item sok sok an kek bule berjemur” jawab Yudi satu lagi personil mereka dan terkenal laki-laki paling cerewet seantero kelas sembilan angkatan mereka


Sedangkan Melly dan Utari sudah duduk dari tadi di bangkunya masing-masing


“eh eh ada gosip Yud hari sabtu kemarin” kata Tama pura-pura meninggikan suaranya agar Melly mendengar ucapannya


“ehem kasi tau ngga yah?” kata Tama sambil melirik ke arah Melly


“ck, apaan sih lu biskuit tam tam” sergah cepat Dino karena dia juga merasa malu soal kejadian sabtu kemarin


“aelah selow ae” kata Tama

__ADS_1


“ada yang kalian sembunyiin yah dari gua? Cepet kasi tau” ujar Yudi


“ah ngga ada kok, gua Cuma ngetes lu doang pagi-pagi udah siap belum buat melekkin mata sama pelajaran hari ini” kekeh Tama karena dia juga sudah sedikit menciut karena dipelototin oleh Dino dan Melly dari bangku sebelah. Melly terkenal tomboy di kelasnya makanya jangan heran jika Tama takut padanya


“kampret lu emang, gua kirain apaan” jawab Yudi


Setelah itu guru pelajaran pertama masuk sedikit tergesa-gesa karena sedikit terlambat untuk masuk kelas


“pagi anak-anak, keluarkan buku PR dan letakkan di atas meja” kata ibu guru Bahasa Inggris langsung


“waduh gua ngga ngerjain lagi ucap Yudi, lu udah?” tanya Yudi ke arah Dino dan Dino hanya mengangguk


“ah dasar lu kalau udah ngerjain PR itu bagi-bagi” kata Yudi kesal dengan perasaan tidak berdosa


“yah itu sih derita kalian” jawab Dino dan Aldi serempak karena tau kalau Yudi dan Tama pasti belum mengerjakan tugasnya


“oh iya Dino sama Melly tolong ke perpustakaan yah, pinjam 20 buku untuk pelajaran kita hari ini” kata ibu guru lagi yang sedang memeriksa PR dari arah depan


“aduh kenapa harus gua sih” gumam Melly menghadap ke samping Utari. Utari hanya menaikkan dua bahunya “ck, sial banget sih gua” sambung Melly lagi

__ADS_1


Akhirnya Melly dan Dino berdiri bersamaan langsung saja anak kelas menyuarakan mereka berdua “ciiieeeeee” sambil ada yang siul-siul dari arah belakang


“aduh nyesel banget gua sumpah baru kali ini detak jantung gua serasa mau copot” kata Melly dalam hati


__ADS_2