
Setelah ia terkejut karena wajah Ani yang sedang memakai masker, kini Habil kembali berjalan menuju kamarnya. Setelah sampai, ia langsung mengunci pintu, lalu berjalan menuju salah satu laci di meja belajarnya.
Tangan kanannya mengambil satu bungkus rokok beserta korek gas miliknya. Kakinya kembali berjalan menuju balkon, setelah tangan kirinya berhasil mengambil ponsel yang tergeletak di atas selimutnya.
Habil mendesah pelan kala kakinya sudah menginjak balkon. Dengan segera Habil duduk di kursi yang ada di sana, kemudian meletakkan rokok beserta korek gas di atas meja kecil.
Ting!
Satu notifikasi baru saja berbunyi. Dengan cepat Habil melihat list chat yang masuk. Matanya membelalak kaget, kala satu chat berisi kalimat yang menurut Habil agak tak pantas.
Apipah
****** lo ada di kos gue. Gue pinjem boleh, yo? ****** gue habis!
Habil mendengus. Ia tak berniat membalas, dan bahkan segera keluar dari chat Afif. Jangan tanya mengapa ****** ***** Habil ada di kos Afif, karena memang tak jarang mereka menginap dan tidur sekamar bila mereka sama-sama libur kerja.
Matanya melihat-lihat lagi, tangannya menggeser ke bawah. Matanya kembali membelalak senang kala satu pesan baru saja masuk terpampang di sana.
Yulia
Hello, Habil, ya?
^^^Habil^^^
^^^Iyo, kenapa?^^^
Habil mengernyit heran, ketika ia membaca pesan yang Yulia kirim. Pasalnya, pesan yang Yulia kirim seakan-akan ia tidak dekat dengan Habil. Seakan tidak merindukan dirinya, padahal dirinya merindukan Yulia setengah mampus.
Sembari menunggu balasan Yulia, kini Habil mengambil sebatang rokok, lalu menyalakannya. Menghisap dan mengeluarkan asap rokok dengan begitu nikmatnya.
Sekali, dua kali, tiga kali dan seterusnya. Sampai hisapan terakhir, kini Habil sudah menghabiskan satu batang rokok.
Dilihatnya layar ponselnya, tak ada satupun notifikasi yang masuk. Tangan Habil membali mengambil satu batang rokok, lagi. Ia mulai menikmati angin malam, sekaligus pemandangan lampu-lampu nyala di sekitarnya.
Ting!
Dengan segera Habil mengambil ponselnya, berharap itu adalah balasan dari Yulia. Hembusan napas kasar kini terdengar, kemudian kembali menghisap kuat batang rokok yang kini sedang di apit oleh kedua jarinya.
"Huh!" Ia menghembuskan asap rokok, membentuknya huruf O, kemudian mengumpat. "Sialan!"
Lagi-lagi ia melihat layar ponselnya, terdapat satu notifikasi baru di sana.
Operator
Bayar sekali bisa Telp sepuasnya selama Seharian ke sesama ....
"Nih Operator kek gak ada temen chat ae, dah! Diem lo, anying!"
Tak ada habisnya ia mengumpat, entah mengapa. Lelah bekerja, lelah menahan rindu, juga lelah menunggu, mungkin?
Sedang asik mengumpat, kini satu notifikasi kembali terdengar. Habil kembali melirik layar ponselnya yang kembali mati, kemudian ia menginjak sisa batang rokok yang sudah kembali habis.
__ADS_1
"Sampe Operator lagi, gue cincang lo!" Monolognya, baru kemudian mengambil ponselnya.
Yulia
Lo kangen gue?
Sedikit sebal membaca pesan tersebut, membuat Habil kembali bersuara. "Sadar diri dong, lo! Gue udah nunggu 4 tahun lebih!"
"Gimana gak meronta-ronta kangen gue?" Lanjutnya bermonolog, seraya mengetikkan balasan.
Sesaat setelah Habil mengirim balasan, detik itu juga langsung berubah menjadi centang biru.
Mengetik ....
"Lama banget, lo ngetik apa berak?"
Habil mengomel, padahal Yulia baru saja mengetik selama satu menit.
Lagi-lagi satu notifikasi kembali terdengar. Bukan dari Yulia, melainkan dari Miko.
Miko
Lo masih nungguin Yulia?
Belum sempat Habil membalas, satu notifikasi terdengar, lagi.
"Ck, gak bisa diem banget nih HP. Getar aja lo!" Monolognya, seraya mengubahnya menjadi mode getar.
Habil mengabaikan pesan dari Miko, kemudian kembali beralih ke pesan Yulia.
Yulia
Bersamaan dengan itu, Habil membaca pesan masuk dari Miko lewat bar notifikasi. Alisnya tertaut, keningnya mengernyit heran.
Miko
Jangan ngarep lebih sama Yulia, Bro! Dia bukan Yulia yang kita kenal dulu.
🦋🦋
Di grup baru, tanpa Habil dan Yulia. Hanya ada Miko, Afif, Wulan, Liya, Aldi dan Aditya. Berniat untuk menanyakan sesuatu, tanpa ingin Habil dan Yulia tahu.
Liya
Please ini mah, Yulia kenapa? Kek bukan Yulia yang gue kenal, dah!
Wulan
Jelas beda. Empat tahun gak komunikasi, lo pikir masih bisa kaya biasa?
Afif
__ADS_1
Nahh!
Liya
Yeu! Kangen, tapi canggung gue :(
Wulan
Mau nyelonong masuk ke rumahnya juga malu, gak kayak dulu :)
Aditya
Dulu mah lo sama Liya gak punya malu, Lan!
Aldi
@Aditya ke sini dulu Bro, baru buli Liya!
Liya
Mamposs! Ayanggg ... belain kekasihmu iniii😘
Aldi
Gue bantu buli, haha! @aditya
Aditya
AHAHAHAHA!
Afif
NGABRUTTT ANJIR AHAHA!
Wulan
@Liya Sabar dulu, ya! Mana masih muda :(
Mereka becanda dan tertawa bersama, kecuali Habil dan Yulia. Di tempatnya masing-masing, mereka tiba-tiba terdiam, ketika satu kalimat muncul.
Miko
Idul Fitri besok kita ngumpul, ya!
Miko
3 Syawal kita kumpul
Miko
Yulia juga hadir
__ADS_1
Ada rasa senang sekaligus canggung. Bagaimana bisa, empat tahun tidak tegur sapa dan sekarang harus tetap bersikap seperti biasanya?
Perasaan canggung kini menyelimuti, sedangkan Miko, kini ia tersenyum miris pada tempatnya.