Suami Arogan

Suami Arogan
Perlakuan Manis


__ADS_3

Sinar sang mentari mengganggu tidur nyenyak gadis dalam pelukan suaminya. Gadis, tentu saja dia masih gadis karena tidak pernah terjadi apa apa antara mereka berdua. Hanya sentuhan berupa pelukan saja hal paling jauh adalah sebatas ciuman di kening.


"Aku masih ngantuk tapi kenapa sinar matahari ini sangat mengganggu" ucap sasha parau lalu menarik selimut untuk menutupi sampai ke kepalanya.


Alex yang sudah terbangun sejak tadi hanya tertawa kecil melihat tingkah menggemaskan istrinya.


"kenapa seperti ada yang memeluk pinggangku? jangan jangan alex. Tapikan biasanya dia tidak pernah terlambat ke kantor, secara dia orang paling gila kerja." ucap sasha dalam hati


Sasha ingin kembali melanjutkan tidurnya, tapi saat memeluk guling di depannya sasha heran."Sejak kapan bantalnya jadi sekeras ini tapi bau maskulin si pemarah seperti pada bantal ini" ucap sasha yang di dengarkan oleh alex


"Pemarah!" balas alex mengagetkan sasha yang langsung bangkit dari tidurnya


"maaf..maaf..maaf" cerocos sasha yang masih di penuhi bayangan penyiksaan dirinya


Melihat tingkah sasha, alex mendudukan dirinya dan menarik lengan sasha. Sasha yang tidak siap langsung oleng dan terjatuh memeluk alex. Kejadian itu membuat sasha syok sampai sampai rasanya udara berhenti di kerongkongannya.


"Bernafas sasha" ucap alex membelai rambut sasha dan menyibakkan rambut yang menghalangi wajah istrinya


"ehhhhhhh iya" balas sasha terbata


Setelah beberapa lama menjadi istri alex ini adalah kejadian yang pertama kalinya terjadi secara sadar bagi sasha.


"Masih sakit." Tanya alex mengusap pipi sasha amat lembut


"Seeedikit." cicit sasha


"Aku siap siap dulu yah, kamu tidur saja, nanti setelah selesai aku membangunkan kamu." Mencium kening sasha dan berjalan ke arah kamar mandi


Sasha hany terdiam tanpa berkata kata sedikitpun. Terlalu syok dengan yang di lakukan alex padanya. Jantungnya bahkan berdegup kencang.


"tuhan..... apa ini. kenapa jantungku berdebar kencang?" tanya sasha ke dirinya sendiri


"Daripada pikiranku semakin kacau lebih baik aku tidur saja". ucap sasha


*****


Alex kini berada di ruang makan menikmati sarapan paginya sebelum berangkat ke kantor. Sasha menghampiri alex dengan gaya pakaian seperti biasa celana jeans, kemeja, topi dan sepatu sneakers dan tidak lupa rambut yang di kuncir. Sasha memilih duduk di samping alex


"Edora siapkan alat kompres" Ucap alex memecah kesunyian di meja makan


Sasha yang mendengar ucapan alex hanya terdiam. Sedangkan edora menyiapkan peralatan kompres yang di minta alex

__ADS_1


"Ini tuan alat kompresnya." ucap edora


Alex mengambil perlengkapan kompres yang di sediakan edora dan tanpa aba aba memutar kursi sasha menghadap ke arahnya. Sasha kembali di kejutkan dengan perlakuan tiba tiba alex.


"Uhukk...uhukkk...uhukk" sasha tersedak karena perlakuan alaex yang tiba tiba karena terlalu kaget


"Minum dulu." ucap alex memberikan minuman ke sasha.


"Terimakasih." ucap sasha.


Lagi lagi sasha dikejutkan dengan perlakuan alex membelai wajah sasha, lalu mengambil handuk kompres dan mengompres wajah sasha bekasan tamparannya semalam.


"sakit." aduh sasha kesakitan


"Kalau sakit hari ini tidak usah ngampus." ucap alex


"Tidak apa apa, ini hanya sakit sedikit." balas sasha menyakinkan


"Ya sudah hari ini kamu ke kampus bersama aku dan pulang nanti di jemput rafael ke perusahaan." ucap alex lagi yang di balas anggukan oleh sasha.


*****


Sekarang mereka sudah berada di depan kampus sasha.


Belum sempat sasha menggapai gagang pintu mobil alex lagi lagi mengejutkannya dengan ciuman di kening. Sasha hanya terdiam sampai alex menginstruksi


"Kamu tidak jadi msuk kuliah" ucap alex


Tanpa menjawab ucapan alex sasha keluar dari mobil.


"Ingat nanti rafael akan menjemputmu." ucap alex mengingatkan.


Sasha memperhatikan mobil tersebut melaju meninggalkan dirinya yang telah sampai di tempat tujuannya


"Bisa mati jantungan aku." Ucap sasha sambil memegang jantungnya. Sasha tidak bisa menyembunyikan rona merah di wajahnya karena iya merasa bahagia atas semua perlakuan alex. Meskipun sasha masih berusia 19tahun tapi iya juga sudah bisa merasakan apa yang dirasakan oleh orang dewasa.


"Hayooo lagi mikiran apa kamu." tanya reva melihat sasha melamun di depan fakultasnya


"nggak mikirin apa apa." jawab sasha santai


"Masa sih!" balas reva

__ADS_1


"iya sahabatku yang paling kepo, udah mending kita masuk sebentar lagi kelas dimulai" ucap reva mengalihkan pembicaraan.


Sasha tahu betul jika di biarkan reva akan terus bertanya tanpa henti padanya.


*****


"Sasha temanin aku ke toko buku yah." ucap reva


"Aku nggak bisa va, aku masih ada urusan." balas reva dengan mimik sedih


"Sekali aja pliss." ucap reva memohon


Sasha merasa tidak tega melihat temannya akhirnya mengiyakan permintaan reva. Tanpa sengaja mereka bertemu dengan vano sang pangeran kampus


"Kaki kamu tidak apa apakan setelah terjatuh kemarin." ucap vano ke sasha


"iya, terima kasih berkat kamu aku tidak terjatuh." balas sasha


"Bdw kalian mau kemana?" tanya vano


belum sempat sasha menjawab reva langsung menjawab pertanyaan vano


"Kita berdua mau ke toko buku, kamu mau gabung tidak" ajak reva ke vano


"Boleh." ucap vano menerima tawaran vano


Sasha hanya terdiam dan sedikit cemas karena vano ingin ikut dengan mereka


"Tuhan semoga alex tidak tahu." ucap sasha dalam hati


*****


Sudah sejam mereka di toko buku. drrrtt.. drttt... drttt... getar ponsel sasha pertanda masuknya sebuah pesan.


"Nyonya dimana tuan alex mencari nyonya." isi pesan dari rafael


"Saya di toko buku." balas sasha


"Baiklah saya akan menjemput nyonya." balasan pesan dari rafael


"Reva, maaf yah aku harus pergi sekarang. Vano tolong yah antar reva pulang" ucap sasha

__ADS_1


Dengan terburu buru reva meninggalkan vano dan reva tanpa menunggu jawaban dari mereka


"Sekian dulu"


__ADS_2