Suami Arogan

Suami Arogan
Tingkah Aneh Sasha


__ADS_3

Senyum manis tidak henti-hentinya tersungging di bibir sasha, pesan demi pesan berbalas antara ia dan tama mampu membuat suasana hati sasha yang tadinya buruk karena penolakan alex sirna begitu saja. Perasaan cintanya kepada tama semakin kuat dan keraguannya terhadap alex semakin nyata.


"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?, Apa ada sesuatu yang begitu menyenangkan di layar ponsel itu sampai-sampai istriku ini tidak menyadari kehadiranku?" tanya alex memperhatikan sasha tersenyum sendiri sejak ia memasuki kamar mereka.


"Hahaha hanya sebuah tayangan drama korea kak" jawab sasha gugup diiringi tawa hambar karena dirinya tertangkap basah oleh alex sedang tersenyum-senyum sendiri, untung saja sasha mampu mengelak.


"Berikan ponselnya padaku" ucap alex menjulurkan tangannya ke sasha agar sasha menyerahkan ponsel itu kepadanya


"Ini kak" Sasha menyerahkan ponselnya kepada alex dengan jantung yang berdebar kencang, dan doa dalam hati yang tak henti hentinya agar alex tidak memeriksa ponselnya.


Ponsel sasha kini berada di genggaman alex. Alex hendak meletakkan ponsel sasha di atas meja yang berada di sudut tempat tidur, tiba-tiba saja ponsel sasha bergetar menandakan adanya sebuah pesan.


"Ohhh tuhan, tamatlah riwayatku" ucap sasha dalam hati karena ia yakin alex pasti akan mengecek siapa yang mengiriminya pesan malam-malam begini dan mengetahui bahwa ia sedang berbalas pesan dengan tama. Benar saja alex melihat siapa yang mengirimnya pesan dengan ekspresi datar alex berkata


"Pesan dari reva" ucap tama tanpa membaca pesan itu dan meletakkan ponsel sasha di atas meja.


"Selamat" ucap sasha dalam hati


Ponsel sasha berdering menandakan adanya sebuah panggilan, bergegas sasha mengambil ponsel yang diletakkan alex di atas meja dan berjalan ke arah balkon untuk menjawab panggilan telpon dari reva.


"Halo va, kamu benar-benar dewi penyelamatku" ucap sasha setelah menjawab panggilan dari reva


"Iya dong aku kan selalu ada untukmu" balas reva,meskipun ia tidak mengerti apa maksud dari perkataan sasha.


"Ada apa kamu menelponku selarut ini?" tanya sasha kepada reva untuk mengalihkan pembicaraan agar reva tidak bertanya maksud dari ucapannya tadi.


"Aku dan kak andre ingin mengajak kalian berdua untuk menghadiri acara teman kak andre yang juga teman kak alex" penjelasan reva kepada sasha


"Tapi kak alex tidak belum mengatakan apapun kepadaku" ucap sasha


"Siapa?" tanya alex yang tiba-tiba saja memeluk pinggang sasha dari belakang

__ADS_1


"Hustttt" sasha meletakkan salah satu tangannya di depan bibirnya agar alex tidak berbicara.


"Pokoknya besok kalian berdua harus datang titik" ucap reva yang langsung memutus panggilannya.


"Kebiasaan kalau ada maunya pasti selalu mematikan panggilannya secara sepihak" ucap sasha menggeleng-gelengkan kepalanya


"Siapa sayang" tanya alex sambil mengelus-elus lengan sasha yang berada dalam pelukkannya


"Reva, katanya besok ada acara dari teman kak alex dan kak andre yang mengadakan acara dan kita berdua di undang" jawab sasha


"Ouhh itu acara teman sma ku" ucap alex membenarkan perkataan reva


"Kenapa kak alex tidak mengatakannya padaku?" tanya sasha kesal karena merasa alex sengaja tidak mengatakannya.


"Maaf sayang aku terlalu fokus dengan pekerjaanku sampai-sampai lupa mengatakan semuanya ke istri tercintaku ini" ucap alex dengan nada penyesalan


"Ya sudahlah tidak usah di perpanjang" balas sasha


"Aaaaaaaa"teriak sasha saat alex tiba-tiba menggendongnya dengan gaya bridal style. Terjadilah malam yang terasa sangat panjang bagi sepasang suami istri itu.


*****


Sasha terbangun dari tidur lelapnya lalu melihat ke sekeliling kamar tetapi tidak menemukan keberadaan sang suami. Dengan langkah gontai sasha berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari sisa-sisa percintaan mereka semalam.


"Selalu saja seperti ini" ucap sasha saat ia merasa seluruh tubuhnya remuk redam dan kesulitan untuk berjalan. Sasha lalu membersihkan diri setelah sampai dalam kamar mandi.


Sasha sedang berkutat di depan cermin yang berada di dalam kamar mereka. Sasha memoleskan riasan tipis di wajah cantiknya. Masih seperti biasa dengan setelan celana jeans, baju kemeja dan rambut yang dikuncir tetap saja tidak mengurangi kadar kecantikannya. Setelah selesai berkutat dengan dirinya sendiri, sasha memutuskan untuk ke meja makan untuk sarapan sebelum ia ke kampus.


"Selamat pagi tuan putri" sapa alex yang telah terlebih dahulu berada di meja makan.


"Aku kira kak alex sudah berangkat ke kantor" ucap sasha heran karena melihat ternyata suaminya masih ada di rumah dengan sarapan yang sudah tersaji di atas meja makam.

__ADS_1


"Edora sudah kembali?" tanya sasha karena melihat sarapan yang sudah tersaji dan bagi sasha mustahil jika orang sedingin dan sedatar alex bisa melakukan hal semanis itu.


"Belum, memangnya kenapa?" tanya alex balik


"Kak alex" ucap sasha mendekati alex dan langsung memeluk leher suaminya yang sedang duduk di meja makan.


"Heiii ada apa?" tanya alex yang bingung melihat sikap sasha yang tiba-tiba memeluknya


"kak alex manis sekali hari ini" ucap sasha mencium pipi suaminya


"Cepat duduk kita sarapan lalu aku akan mengantar tuan putriku ini ke kampusnya" ucap alex. Dengan senang hati sasha duduk di kursi yang berada di sebelah alex dan menikmati sarapan yang di buat oleh alex


"Wahhh.... Masakan kak alex tidak kalah dari masakan chef" puji sasha dengan mata yang berbinar-binar saat menyantap masakan alex.


"Ouh yahhh... benarkah seperti itu?" tanya alex sambil menikmati sarapannya


"Iya, rasanya sungguh luar biasa" ucap sasha dengan mulut yang di penuhi oleh makanan sehingga ia sedikit kesusahan saat berbicara.


"Kalau seperti itu makanlah yang banyak agar otakmu semakin pintar" ucap alex mengelus kepala sasha


"ahhh kak alex membuat selera makanku drop saja" ucap sasha karena ia tahu alex sedang mengejeknya sedangkan alex hanya tertawa renyah melihat ekspresi sasha.


"Makanlah nanti kita bisa terlambat" ucap alex. Sasha kembali fokus menyantap makanannya, tiba-tiba saja ponselnya yang berada di atas meja makan berdering menandakan adanya sebuah pesan yang masuk.


"Kenapa kak tama mengirimiku pesan sepagi ini" ucap sasha saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya adalah nama tama. Dengan sigap sasha mengambil ponselnya dana memasukkannya ke dalam tas tanpa berniat membaca pesan dari tama.


"Siapa?" tanya alex saat melihat gerak gerik sasha yang tidak seperti biasanya.


"Ehhh dari reva katanya dia menungguku di kampus" jawab sasha dengan berbohong.


"Ohh yahhhh" ucap alex hanya mengangguk-anggukan kepalanya

__ADS_1


"Kak aku sudah selesai sarapannya, ayo kita berangkat sekarang" ucap sasha.


__ADS_2