Suami Arogan

Suami Arogan
Putus


__ADS_3

Mendengar ucapan kekanak-kanakan yang keluar dari mulut andre cukup membuat reva down tapi kembali lagi andra menghibur reva. Andra tidak tega melihat reva yang begitu murung, meskipun selama ini ia tidak pernah dekat dengan wanita manapun bukan berarti andra tidak mengerti akan perasaan wanita.


"Heiii kenapa murung?" tanya andra lalu mendongakkan dagu reva dengan tangannya.


"Aku baik-baik saja" jawab reva dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya.


"Kak andre" ucap sasha yang mendengar perkataan andre yang cukup menyakiti reva.


"Memang ia kekanak-kanakan kan" Andre kembali mengulang perkataannya dan setetes air mata reva jatuh di pipinya


"Heii ada aku" lagi-lagi andra mencoba menguatkan reva dengan perkataan dan perbuatan. Reva langsung memeluk erat andra dan andra membalas pelukan reva, hal itu semakin membuat dada andre sesak.


"Kak andre" Airin menarik tangan andre untuk duduk di sebelahnya


"Kak andre baik-baik saja?" tanya airin yang merasa andre sedang tidak baik-baik saja


"Iya, bagaimana denganmu?" tanya andre lalu membelai rambut airin dan perlakuan andre semakin membuat airin merasa bahwa cintanya memang tidak bertepuk sebelah tangan. Senyum bahagia tidak bisa di sembunyikan oleh airin sedangkan andre meskipun matanya tertuju pada airin tapi hatinya masih terpaku kepada reva.


Melihat hal itu membuat andra semakin gencar memberikan perhatian kepada reva karena andra yakin andre akan cemburu dan menyesali perbuatannya mencampakan reva.


"Aku baik-baik saja kak" jawab airin dengan wajah yang bersemu kemerahan


Sementara mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing tiba-tiba saja dokter keluar dari ruang perawatan alex.


"Dok bagaimana keadaan suami saya?" tanya sasha kepada dokter


"Keadaan pasien sudah membaik, setelah keadaan pasien benar-benar sudah pulih. Maka pasien boleh di pulangkan" penjelasan dokter


"Terimakasih dok" ucap sasha kepada dokter yang menangani alex sebelum dokter itu kembali ke ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang lain.


"Sa, aku izin balik dulu yah" reva berpamitan kepada sasha


"Va, inikan sudah tengah malam siapa yang akan antar kamu pulang kan bahaya?" tanya sasha yang khawatir jika reva sampai kenapa-napa jika ia pulang seorang diri. Apalagi ia seorang wanita.


"Tenang saja, aku yang akan menjaganya" ucap andra yang langsung mendapat sorotan tajam dari andre.


"Terimakasih andra" ucap sasha kepada andra karena andra bisa menemani reva pulang


"Santai saja, ayo kita pergi" ucap andra lalu menggenggam tangan reva di depan mereka semua

__ADS_1


"Aku pulang dulu, sehat-sehat sah jangan sampai kelelahan kasian ponakanku" ucap reva sebelum andra menariknya meninggalkan tempat itu


"Sial" umpat andre yang terdengar oleh airin dan sasha.


"Ada apa kak?" tanya airin kepada andre yang terlihat begitu marah.


"Aku harus pamit sekarang" ucap andre lalu meninggalkan tempat itu untuk menyusul reva dan andra.


*****


Sasha dan airin kembali memasuki ruang perawatan alex


"Kakak sebentar lagi sudah boleh pulang" ucap airin antusias


"Iya kak, benar kata airin" sasha ikut membenarkan perkataan airin.


"Itu lebih baik karena sejujurnya aku tidak begitu menyukai suasana disini" jawab alex yang memang tidak pernah mau berlama-lama di rumasih sakit. ini kakk pertama baginya harus di rawat di rumah sakit.


"Kak alex harus banyak istirahat" ucap sasha


"Heii sayang, seharusnya kamulah yang banyak beristirahat karena kamu sedang mengandung jagoan kecil kita" balas alex lalu menarik tangan sasha mendekat padanya. Melihat moment kebersamaan antara kakaknya dan sasha membuat airin mengerti bahwa ia harus memberi ruang untuk mereka saling melepas rindu.


"Kak aku pulang dulu yah, nanti aku akan kembali lagi" ucap airin pamit untuk pulang untuk membersihkan diri serta beristirahat sebentar.


"Kak bagaimana jika ada yang melihat kita" ucap sasha bergerak gelisah takut jika ada orang yang melihat mereka


"Memangnya kenapa jika mereka melihat kita?" tanya alex cuek dan tetap memeluk erat sasha yang telah berbaring di sampingnya.


"Aku malu kak" jawab sasha dengan rona wajah yabg memerah karena malu


"Persetan dengan mereka. Tidurlah kasihan jagoan kecil kita ia juga butuh istirahat" alex membelai rambut sasha untuk menidurkannya. Akhirnya alex dan sasha tertidur pulas tanpa melepaskan pelukan satu sama lain


****


Akhirnya reva telah tiba di rumahnya tentu saja ia diantarkan oleh andra.


"Makasih ndra sudah mau mengantar aku pulang" ucap reva kepada andre sambil membungkukkan badannya sebagai rasa terimakasih


"Santai saja, kita kan teman" balas andra dengan senyum hangat.

__ADS_1


"Mau mampir dulu" tawaran reva ke andra


"Lain kali saja karena aku harus kembali ke rumah untuk membersihkan diri lalu ke rumah sakit lagi" penjelasan andra ke reva


"Kalau begitu hati-hati di jalan" ucap reva kepada andra lalu ia melangkahkan kaki memasuki rumahnya tapi karena tidak memperhatikan jalan kaki reva berpijak tidak seimbang sehingga ia hampir saja terjatuh. Tapi dengan sigap andra membantunya dengan menarik lengan reva hingga reva berada dalam pelukannya.


"Maaf" ucap andra yang tersadar bahwa dirinya telah lancang memeluk kekasih kakaknya meskipun ia sebenarnya berniat menolong


"Akulah yang seharusnya berterimakasih karena lagi-lagi kamu menyelamatkan ku" sanggah reva kepada andra. Namun tanpa mereka sadari ternyata andre melihat kejadian itu dari jauh dan itu cukup membuat emosinya meluap-luap.


Bughhhhh


(bogem yang andre berikan kepada adiknya andre)


"Kak andre apa-apaan ini" teriak sasha sambil memisahkan andre dari atas badan andra yang hatuh tersungkur dan di hajar habis-habisan oleh kakaknya sendiri


"Lepas" andre menyentak keras tangan reva yang menahan pergelangan tangannya sehingga reva juga jatuh tersungkur. Melihat reva yabg terjatuh andre dengan segera membantunya


"Lepaskan kak" reva menolak bantuan andre


"Kak, ini tidak seperti yang kakak bayangkan" andra mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi


"Andra tidak perlu di jelaskan, orang sepertinya tidak akan mengerti" reva langsung memotong perkataan andra karena baginya sikap andre sudah sangat keterlaluan


"Sayang maafkan aku" andre memohon kepada reva agar memaafkannya


"Maaf, semudah itu kau meminta maaf padaku setelah semua rasa sakit yang kau berikan" bentak reva kepada andre dengan berurai air mata


"Aku mengaku salah. Aku tidak sanggup melihatmu bersama lelaki lain, apalagi dia adalah adikku sendiri" ucap andre


Plakkkk


(Bunyi tamparan)


"Aku tidak serendah yang kau pikirkan" teriak reva yang tidak terima andre menuduhnya memiliki hubungan dengan andra


"Kak kami tidak punya hubungan apa-apa" andra juga menjelaskan kepada andre bahwa ia dan reva tidak memiliki hubungan apapun


"Sudahlah andra mungkin memang sudah saatnya" ucap reva ambigu

__ADS_1


"Apa maksudnya?" tanya andre yang merasakan bahwa ini adalah pertanda tidak baik


"Aku ingin mengakhiri semuanya. Mari kita putus" ucap reva yang membuat andre membeku sesaat dan andra terdiam syok


__ADS_2