
Ketika alex sampai di dasar jurang dia melihat sasha yang terkulai lemas tapi masih dalam keadaan sadar.
"Alex" ucap sasha dengan suara yang nyaris tidak terdengar.
Alex langsung menghampiri sasha dan membawa sasha ke dalam pelukannya.
"Ayo kita pulang" ucap alex yang langsung menggendong sasha gaya bridal style
*****
Alex tidak membawa sasha ke rumah sakit melainkan kermua pribadinya tempatnya selama ini bersama sasha. Alex memberikan sasha perawatan berkelas VIP meskipun perawatannya di lakukan dari rumah.
"Bagaimana keadaannya" tanya alex masih khawatir tetapi tidak dipungkiri ada rasa lega di hati alex melihat istrinya ditemukan dalam keadaan selamat
"Keadaannya sudah mulai membaik meskipun masih belum sadarkan diri hanya saja untuk beberapa saat sasha harus menggunakan kursi roda karena cedera di kakinya cukup parah" jawab dokter anata yang tidak lain adalah sahabat alex yang berprofesi sebagai dokter yang sudah sangat profesional.
Kelegaan terlihat jelas di wajah alex ketika mengetahui keadaan sasha baik baik saja.
"Ya, udah aku pamit dulu." ucap ananta
"Makasih ta" ucap alex
Alex mengantar ananta yang sampai kedepan rumahnya.
"jagai istrimu baik baik lex" ucap ananta sebelum melajukan mobilnya meninggalkan kediaman alex
*****
Alex telah kembali kedalam kamarnya dimana sasha berbaring tidur dalam keadaan tenang. Selang infus yang masih terpasang karena sasha kekurangan cairan selama dua malam satu hari di dasar jurang. Wajah yang penuh goresan serta kaki yang cedera.
Alex menghampiri ranjang dan duduk di samping kasur menghadap sasha. Dia membelai rambut sasha dengan lembut lalu mencium kening sasha
"cepat buka matamu gadis kecilku" ucap alex yang merasa bersalah karena dirinya yang terlalu abai ke sasha selama siska ada. Dan yang paling membekas di ingatan alex adalah dirinya yang memperlakukan sasha begitu buruk selama kehadiran siska.
Alex yang terlalu lama memperhatikan sasha akhirnya tertidur juga karena sejak sasha dinyatakan hilang sampai detik ini dia sama sekali belum memejamkan matanya.
__ADS_1
Sasha akhirnya terbangun karena dirinya merasa haus.
"Ehhhh" lenguh sasha saat bangun dari tidurnya dan terlebih dahulu menstabilkan penglihatannya dan melihat alex yang tertidur di kursi dengan kepala yang bertumpu pada sisi ranjang.
"Maaf kak, membuat khawatir" ucap sasha membelai wajah alex.
Setelah itu sasha bangkit dengan perlahan tapi saat menginjakkan kaki di lantai sasha langsung terjatuh
"Aduhhh" suara saat mengerang kesakitan.
Alex terbangun dan berlari kearah sasha yang terduduk dengan wajah menahan rasa sakit.
"jangan banyak bergerak dulu kakimu masih belum sembuh" ucap alex khawatir lalu menggendong sasha kembali ke tempat tidur
"maaf" cicit sasha yang merasa bersalah. Melihat ekspresi bersalah dan ketakutan dsri sasha membuat alex melunak
"tidak apa apa, kamu mau apa?" tanya alex lembut dengan menyampirkan anak rambut yang menutupi wajah sasha.
"aku..... haus" ucap sasha ragu
"tuan biar saya saja yang bawa" ucap edora
"tidak edora, biar aku saja" ucap alex yang buruk bur kembali kedalam kamarnya
Edora yang melihat kelakuan majikannya merasa bahagia dan senang karena dia semakin yakin alex memang mencintai sasha hanya saja belum mau mengakuinya.
*****
Alex sedang membantu sasha bersandar.
"Ini minumlah." alex menyodorkan segelas air putih
"terima kasih." balas sasha.
Saat hendak meminum segelas air yg di berikan alex tiba tiba alex menyampirkan anak rambut yang menghalangi wajah sasha.
__ADS_1
"minumlah." ucap alex dengan senyum tipis yang membuat sasha terperangah tidak percaya karena pertama kalinya alex tersenyum pada dirinya setelah mereka mengucapkan janji pernikahan di atas altar
"Kenapa melamun, minumlah." tegur alex menyadarkan sasha dari keterpanaanya
Sasha duduk bersantai di atas ranjang sambil menonton dvd horor sedangkan alex setia menemani sasha sambil mengerjakan pekerjaan kantor.
"aaaaaaaa." teriak sasha memeluk alex karena tiba tiba dalam film ada jumpsker yang mengagetkan sasha.
Sasha baru tersadar setelah sekian detik bahwa dirinya sudah mengganggu alex bahkan laptop yang ada di hadapan alex hampir terjatuh jika saja alex tidak sigap memegangnya. Perlahan sasha melepaskan pelukannya
"maaf." cicit sasha sambil menutup mata karena takut alex akan menyiksanya jika melakukan kesalahan.
Setelah sekian lama menutup mata sasha tidak merasakan adanya tanda tanda kemarahan dari alex. sasha pun memberanikan diri membuka mata dan diliatnya alex kembali sibuk melanjutkan pekerjaannya.
Sasha kembali melanjutkan kegiatannya menonton dvd.
"aaaaaaa" teriak sasha lagi yang dikagetkan jumpsker film horor yang di nontonnya. Dengan menutup wajah dengan kedua jari yang tidak sepenuhnya menutupi mata sasha melanjutkan lagi menonton dvdnya.
Melihat cara sasha menonton mengintip dari sela sela jarinya cukup menggelikan dimata alex. Yah alex sesekali memperhatikan sasha dengan senyuman tipis.
"kemari, menontolah jangan takut ada aku." ucap alex yang menarik sasha kerangkulannya. Sasha sempat kaget tapi tidak terlalu mengambil pusing bahkan dirinya justru merasa senang dengan tindakan sasha.
Alex yang sedang mengerjakan pekerjaannya dengan serius meskipun sasha dalam rangkulannya di kagetkan saat kepala sasha hampir saja mendarat mulus diatas laptopnya. Untung saja alex segerah menahan kepala sasha dengan lembut alex membaringkan sasha. Ternyata sasha terlelap saat menonton dvdnya.
*****
Setelah menyelesaikan pekerjaannya alex ikut berbaring di samping sasha dan memeluk sasha dengan begitu hati hati karena takut sasha akan terbangun.
"Jangan ulangi lagi." ucap alex lalu mencium kening sasha begitu lama
Alex merasa benar benar bahagia karena sasha masih ada bersamanya saat ini bahkan kini sasha dalam pelukannya. Jujur alex merasa begitu ketakutan saat mendengar sasha hilang berbagai macam pikiran buruk sempat hinggap di pikirannya namun kini iya bisa tertidur nyenyak karena istrinya ditemukan dalam keadaan selamat
"Hiduplah selama mungkin, aku membutuhkanmu." ucap alex sebelum ikut memejamkan mata bersama sasha terlelap dalam alam mimpi
sekian
__ADS_1