Suami Arogan

Suami Arogan
Sasha menemani Alex


__ADS_3

"Airin apa yang kamu lakukan disini?" tiba-tiba saja reva menyela percakapan mereka bertiga


"Aku hanya ingin menemui kak sasha" Jawab airin sambil menatap reva


"Sasha ini sudah sangat larut tidak baik untuk kesehatanmu dan bayi yang berada dalam kandunganmu" reva mencoba mencari alasan agar airin dan andre tidak berbicara terlalu lama dengan sasha.


"Iya va aku tahu" ucap sasha


"Ya sudah kamu istirahat saja biar aku yang melayani tamu kita" ucap reva lagi sambil menatap sinis pada airin


"Sasha kamu mau kan membantu kak andre" andre langsung kembali mengalihkan perhatian sasha kepadanya


"Tapi kak, sasha harus istirahat ini sudah sangat malam tidak baik untuk kesehatannya dan janinnya" ucap reva langsung memegang tangan sasha untuk membawanya kembali ke kamar untuk istirahat


"Reva stop" andre meminta reva agar berhenti tapi reva tidak mengindahkan ucapan andre sedikitpun.


"Reva stop" andre meminta reva untuk berhenti yang kedua kalinya tapi reva tetap tidak mengindahkan ucapan andre.


"Reva kita putus" andre yang terbawa emosi melihat tingkah reva tanpa sadar memutus hubungannya dengan reva dan ucapan andre membuat reva syok dan berhenti seketika.


"Putus? Kak andre bilang putus?" reva kembali bertanya kepada andre untuk memastikan semuanya dengan mata yang berkaca-kaca dan hati yang hancur reva berusaha menguatkan dirinya


"Iya, aku harus jujur bahwa aku tidak menyukai wanita pembangkang sepertimu yang selalu ikut campur dan menghalangi hubungan orang lain. Satu lagi aku tidak pernah mencintaimu ini semua ku lakukan untuk memanas-manasi airin" perkataan frontal andre membuat reva semakin hancur dan air mata yang sejak tadi menggenangi pelupuk matanya akhirnya tumpah tak tertahankan. Sedangkan airin yang tadinya sedih karena keadaan kakaknya sekarang menjadi sedikit senang mendengar perkataan andre.


"Kak andre kenapa tega kepada reva kak?" tanya sasha yang bisa merasakan perasaan hancur reva karena dulu ia berada di posisi reva sampai akhirnya ia berani mengambil keputusan untuk berjalan sendiri tanpa suaminya.


"Abaikan saja reva ada hal yang lebih penting yang harus kamu ketahui" ucap andre seriusa kepada sasha tanpa sedikitpun menimbang perkataannya yang menyakiti reva.


"Tapi kak... " perkataan sasha terpotong oleh airin

__ADS_1


"Kak alex sekarat" perkataan airin membuat sasha terdiam tidak percaya bahwa lelaki sekeras alex bisa mengalami hal itu dan ia masih tidak percaya.


"Iya sa, alex sekarat dan ia membutuhkanmu" ucap andre memperjelas perkataan airin


"Hahahaa kalian pasti berbohongkan" ucap sasha antara percaya dan tidak percaya


"Lihat ini sa, apa bagimu ini seperti sebuah kebohongan" andre memperlihatkan foto alex dengan berbagai alat bantu yang menempel pada tubuhnya


"Kak alex" ucap sasha tidak percaya dengan foto yang di lihatnya. Lelaki yang biasanya gagah berani, tampan dam arogan kini tergelatak tidak berdaya di atas ranjang rumah sakit.


"Mauka kau mengunjungi alex?" tanya andre kepada sasha.


"Ayo kak kita ke rumah sakit tempat kak alex di rawat" tanpa berlama-lama sasha mengiyakan ajakan andre. Ada rasa takut dan sedih dalam hatinya melihat lelaki yang di cintainya kini berjuang hidup dan mati.


"Ayo kak" tanpa berlama-lama airin menarik tangan sasba untuk menuju ke mobil yang di ikuti oleh andre sedangkan reva di acuhkan oleh andre.


"Aku ikut" ucap reva yang membuat langkah andre dan yang lain terhenti sementara tapi akhirnya andre menganggukan kepala sebagai tanda mengijinkan reva untuk ikut bersama mereka.


"Doakan papa selamat nak" ucap sasha dalam hati sambil mengelus perutnya yang buncit. Reva tak henti-hentinya mengusap bahu sasha untuk menguatkannya padahal sebenarnya ia pun dalam keadaan rapuh melihat andre yang sengaja memanas-manasi nya.


"Kak aku haus" ucap airin saat dalam perjalanan ke rumah sakit tempat alex di rawat.


"ehhm haus yah, ini mimuman kakak" andre memperlakukan airin begitu lembut dan itu membuat hati reva teriris-iris tapi ia berusaha tegar di depan sasha.


Setelah beberapa jam di perjalan kini mereka telah sampai di rumah sakit tempat alex di rawat. Dengan tergesa-gesa sasha berjalane mengikuti langkah kaki airin sehingga ia hampir saja terpeleset jika saja reva tidak menahannya.


"Pelan-pelan saja sa, nanti kalau jatuh kan kasihan janin kamu dan kamunya" reva berusaha menenangkan sasha yang mulai gelisah dan berkaca-kaca.


*****

__ADS_1


"Kak alex" hanya dua kata itu yang terucap dari bibirnya saat melihat keadaan alex yang terbaring dengan berbagai alat bantu medis. Air matanya jatuh tak terbendung melihat alex yang begitu kuat kini terbaring tak terberdaya.


"Airin, kita tinggalkan mereka berdua" andre menarik tangan airin untuk meninggalkan ruangan alex sedangkan reva duduk di luar ruangan alex. menunggu mereka karena ia masih tidak suka melihat sasha kembali pada alex.


"Airin duduk disini dulu kak andre akan mencari cemilan dan minuman, kamu kan belum makan sejak kemarin" andre kembali menunjukkan rasa perhatiannya kepada airin. Seakan andre sengaja untuk menyakiti reva. Andre berjalan meninggalkan airin kemudian reva berlari menyusulnya karena ia merasa ada yang harus ia selesaikan.


"Kak andre" reva menarik tangan andre saat mereka berdua sudah jauh dari ruangan perawatan alex.


"Ada apa?" tanya andre tanpa membalikkan badannya


"Kak kenapa?" tanya reva


"Kenapa apanya?" tanya andre yang merasa ambigu dengan pertanyaan reva


"Kenapa kak andre memutuskan ku. Padahal ini semua tentang kak alex dan sasha lalu kenapa hubungan kita yang berakhir?" tanya reva dengan air mata yang sudah mengucur.


"Karena aku kecewa dengan sikapmu yang berusaha merusak hubungan alex dan sasha" ucap andre datar


"Aku hanya khawatir sasha akan terluka lagi. Apa itu salah?" tanya reva


"Tidak, tapi aku yang salah telah memilihmu. Tapi tenang saja aku sudah menyadari bahwa kamu tidak berharga bagiku" ucap andre yang membuat hati reva remuk redam


"Kak andre yakin?" tanya reva dengan raut wajah kecewa dan terluka.


"Iya" jawab andre singkat


"Baiklah setelah ini aku akan menjauhi kak andre" ucap reva lalu meninggalkan andre seorang diri. Andre merasa bahwa ucapan memang keterlaluan, tapi ia ingin agar reva lebih memikirkan lagi setiap tindakannya.


*****

__ADS_1


"Kak alex harus berjuang demi aku dan anak kita" bisik sasha di telinga alex yang sedang koma. Sasha berharap meskipun tidak sadarkan diri alex bisa mendengar ucapannya


"Kak alex aku janji akan menemanimu sampai kak alex berhasil melewati ini semua" ucap sasha sambil membelai lembut wajah alex dan memberikan kecupan di kening alex


__ADS_2