
Sesuatu yang diluar rencana sasha pun terjadi, ternyata orang yang akan meeting dengan alex adalah tama.
"Hy lex, maaf membuatmu menunggu lama" ucap tama lalu duduk di salah satu kursi yang berada tepat di depan meja sasha.
"Jadi tama adalah orang yang akan meeting dengan kak alex" ucap sasha dalam hati seakan tidak percaya bahwa tama lah orang yang akan bekerja sama dengan alex
"Santai tam, lagian kan aku jadi bisa menikmati waktu berdua dengan istriku yang tercinta ini" ucap alex sambil melihat sasha dan menggenggam serta mengelus-elus tangan sasha. Sasha hanya tersenyum canggung karena keberadaan tama di hadapannya
"Hy sasha andriawan" tegur tama dengan menggunakan nama lengkapnya yang membuat sasha seketika membeku.
"Kalian saling kenal?" tanya alex heran karena tama mengenal nama lengkap istrinya sedangkan sasha hanya terdiam seakan bibirnya keluh untuk mengeluarkan sepatah katapun rasanya sangat sulit
"Tentu saja" jawab tama yakin dengan tatapan yang tidak pernah lepas dari sasha.
"Benarkah seperti itu sayang?" tanya alex ke sasha
"i.. iya" jawab sasha sedikit ragu. Ada ketakutan tersendiri di dalam hati sasha jikalau alex sampai mengetahui tama adalah kekasihnya, karena yang alex tahu sasha adalah seorang gadis polos yang belum pernah menjalin hubungan apapun dengan lelaki manapun sebelum mereka menikah.
"ouhhh ya sudah kita langsung saja memulai meetingnya" Alex tidak bertanya lebih lanjut lagi mengenai tama dan sasha karena semua peserta meeting sudah datang.
"Terimakasih tuhan" ucap sasha dalam hati. Sasha merasa lega karena alex tidak ingin mengorek lebih jauh tentang hubungan mereka
*****
Sasha dan alex sedang duduk santai di dalam kamar menikmati kebersamaan mereka.
"Sayang terimakasih telah menemaniku hari ini" ucap alex tulus
"Sama-sama kak alex" ucap sasha dengan senyum sumringah yang tak pernah lepas dari bibir manisnya
"Sejak kapan kamu kenal dengan tama?" tanya alex yang bagaikan sebuah bencana bagi sasha
"Ahhh kebetulan dulu kak tama itu sudah seperti seorang kakak bagiku" jawab sasha yang dipenuhi oleh keraguan
"Kenapa kalian seperti orang yang baru pertama kali bertemu?" tanya alex yang membuat sasha semakin tidak berkutik
"Mungkin karena kami sudah lama tidak pernah bertemu karena kak tamu harus ke Jepang untuk mengurus bisnis keluarganya" jawab sasha jujur meskipun ia takut jika jawabannya akan semakin mengundang rasa penasaran alex
"Oh seperti itu" ucap alex mengangguk-anggukan kepalanya setelah mendengar jawaban sasha.
__ADS_1
"Kamu disini dulu yah sayang" ucap alex
"Memangnya kak alex mau kemana?" tanya sasha penasaran
"Aku harus rafael dulu, ada beberapa berkas yang harus di kerjaannya dan diserahkan kepadaku besok" jawab alex lalu meninggalkan sasha menuju keruang kerjanya
*****
Terlalu banyak yang mengganggu pikiran sasha hingga akhirnya ia memutuskan untuk menenangkan pikiran di balkon kamarnya dengan menikmati indahnya langit di malam hari.
"Indahnya" ucap sasha kala melihat bintang yang berkelap-kelip di langit yang dipenuhi oleh kegelapan.
Drtttt.....
Drttt.....
Drttt.....
(Dering ponsel sasha menandakan adanya sebuah pesan)
Sasha kembali ke dalam kamar ketika mendengar dering ponselnya.
"Save nomorku sasha andriawan" isi pesan yang masuk ke dalam ponsel sasha.
"Siapa orang yang mengirim pesan ini, sepertinya ia mengenalku" ucap sasha semakin penasaran setelah melihat isi pesan dari nomor yang tidak di kenalnya
"Siapa ini?" tanya sasha kepada si pengiriman pesan
"Apa kamu sudah mulai melupakan ku sayang?" balasan nomor tidak di kenal yang membuat sasha kesal karena memanggilnya sayang
"Dasar orang tidak waras" ucap sasha kesal dan langsung menghapus pesan dari orang tidak di kenal itu tanpa berniat membalasnya.
Sasha hendak meletakkan ponselnya tapi tiba-tiba sebuah pesan dari nomor yang tidak di kenalnya kembali masuk
"Kenapa tidak di balas sayang?" tanya dari nomor yang tidak di kenal itu
"Maaf sepertinya ada salah nomor, saya tidak mengenal anda" balas sasha kesal karena nomor itu sudah mengganggu waktu santainya.
"Apa sih maunya orang ini? semakin menambah beban pikiranku saja" sasha semakin kesal dengan nomor yang tidak di kenalnya itu.
__ADS_1
"Sayang mana mungkin aku salah nomor, aku mengenalmu dengan baik sayang" balas nomor yang tidak di kenal itu yang membuat sasha sangat jengkel
"Siapa kamu? kalau kamu tidak menyebutkan namamu, maaf saja jika aku langsung memblokir nomor ini" balas sasha bernada ancaman
Sasha menunggu beberapa saat tapi tidak ada balasan dari nomor yang tidak di kenal itu, sampai akhirnya sasha memutuskan untuk menyusul alex keruang kerjanya daripada menunggu balasan pesan dari seseorang yang di yakini sasha sedang iseng mengerjainya.
*****
Alex yang kembali sibuk berkutat dengan pekerjaannya tidak menyadari kehadiran sasha sama sekali
"Kak alex" ucap sasha berjalan menghampiri alex yang masih saja berkutat dengan file-file yang selalu menyita perhatiannya bahkan kehadiran sasha pun sama sekali tidak disadarinya
"Hmmmm" gumam alex tanpa mengalihkan pandangannya dari benda berbentuk persegi di depannya
"Tidur yuk kak" sasha mengajak alex untuk pergi tidur di kamar mereka. Sasha hanya merasa saat ini ia membutuhkan perhatian dan kasih sayang alex untuk memperkuat rasa cintanya yang kembali goyah karena kehadiran tama.
"Maaf yah, kamu tidur saja terlebih dahulu nanti aku susul" balasan alex yang membuat sasha kecewa dan semakin memperburuk moodnya.
"Tapi kak, aku butuh kak alex saat ini" ucap sasha berterus terang tapi tetap saja alex lebih mementingkan bisnisnya. Alex tetap cuek, tidak menggubris ucapan sasha sama sekali.
*****
Sasha berjalan gontai kedalam kamarnya dengan perasaan kecewa karena alex mengacuhkannya di saat ia membutuhkan keberadaan aleax di sisinya untuk menguatkan hatinya.
"Kak alex memang sangat jauh berbeda dengan kak tama" ucap sasha membandingkan sikap alex dan tama terhadapnya
"Kak tama selalu saja mementingkan ku di atas segala-galanya sedangkan kak tama haaaa sudahlah" ucap sasha yang merasa tama tidak memperdulikannya
Sasha telah sampai di dalam kamar lalu bebrbaring bersiap untuk tenggelam di alam mimpi dan melupakan kekecewaannya terhadap alex tapi ponselnya kembali bergetar tanda ada sebuah pesan
"Adiyatama kekasihmu" jawab nomor yang tidak dikenalnya yang ternyata adalah nomor tama.
"Kak tama, dari mana kak tama mendapatkan nomor ponselku?" tanya sasha kepada dirinya sendiri.
"Kak tama dapat nomor ponselku darimana? " tanya sasha penasaran dengan membalas pesan tama
"Apapun akan selalu ku dapatkan jika itu menyangkut kamu sayangku" balasan pesan dari tama yang membuat sasha tidak dapat menahan senyum yang terbit di sudut bibirnya.
Tama selalu hadir di saat ia membutuhkan sandaran dan mampu memperbaiki moodnya, itulah yang membuat sasha susah melupakan tama sedangkan alex masih saja sama seperti awal pernikahan dingin dan misterius, meskipun terkadang ia manis tapi itu sangat amatlah jarang dilakukan alex kepada sasha.
__ADS_1