Suami Arogan

Suami Arogan
Desiran aneh


__ADS_3

"ampunn...ampun....ampun." tangis pilu terdengar dari bibir sasha yang ketakutan karena di siksa habis habisan oleh alex


"Bukan kah kamu sudah di peringatkan oleh rafael jangan pernah berani bersikap seperti wanita j*l*ng, ingat kamu itu gadis bodoh yang telah di ayah dengan dalih perjodohan untuk ku jadikan istri" gertak alex, sasha hanya terdiam mendengar gertakan alex. Merasa dirinya di acuhkan alex kembali menyiksa sasha dengan menarik dan menampar keras pipi sasha. Air mata sasha semakin mengalir deras dengan isakan yang di tahan sebisa mungkin agar tidak memancing emosi alex. Setelah menyiksa sasha, alex langsung meninggalkan sasha yang begitu terguncang karena ini pertama kalinya dia di siksa.


"Edora.... " panggil alex dengan suara yang menggelegar memenuhi kamar mereka


"iya tuan" jawab edora


"Urus nyonya mu" ucap alex dan berlalu meninggalkan kamarnya


"Baik tuan" balas edora yang menatap iba pada sasha yang terduduk di sudut ruang dengan berurai air mata


*****


"Sakit bi" Aduh sasha saat edora mengompres pipinya


"Maaf nyonya" balas edora


"Bi..nasib saya sungguh tidak baik bi." Curhatnya pada edora lalu kembali menangis tersedu sedu ada penyesalan dalam dirinya. Kenapa dulu dia tidak kabur saja dari rumah dan hal ini tidak akan pernah terjadi, tapi apa dia tega membuat ayahnya dalam kesusahan sedangkan yang dia miliki hanya ayahnya.


"Sabar nyonya, apa yang nyonya lakukan sampai tuan sangat amat marah?" tanya edora


"aku tidak tahu bi, aku hanya mengantarkan makanan seperti yang bibi katakan. Aku menunggunya di luar ruangan kerjanya agar tidak mengganggu aktifitasnya. Tiba tiba dia menarik lenganku dan menyeretku ke mobil lalu menyiksaku di sini" jawab sasha menjelaskan pada edora apa yang terjadi

__ADS_1


"nyonya yakin hanya itu? apa nyonya tidak bersama seorang pria?" tanya edora lagi. Di dalam tangisnya sasha kembali mengingat apa yang terjadi di perusahaan alex


"aku ingat bi, aku tertidur dengan bersandar di kepala andra sepupu alex, tapi kami tidak melakukan apa apa dan itupun tidak di sengaja" penjelasan sasha


"pantas saja nyonya, tuan paling tidak suka jika nyonya berdekatan dengan pria manapun karena tuan memiliki rasa traumatis terhadap suatu perselingkuhan" penjelasan edora ke sasha. Mendengar apa yang di katakan edora, sasha langsung menghentikan tangisnya dan tentu saja dia kaget ternyata orang sedingin alex ternyata memiliki luka batin yang begitu dalam


"Memangnya alex pernah diselingkuhi kekasihnya?" tanya sasha penasaran


"Tidak nyonya tapi tuan besar yang mengalaminya" jawab edora yang membuat sasha menganga tidak percaya.


"Haaaaa papa arka" ucap sasha histeris


"iya, nyonya besar saat itu meninggalkan tuan besar dan memilih saingan bisnis tuan"Jelas edora


"tapi sebenarnya tuan alex itu baik, hanya saja kebaikannya tertutupi oleh sifat arogannya" jelas edora lagi.


"entahlah bi." balas sasha meragukan apa yang dikatakan edora


"Masih sakit nyonya, apa perlu saya kompres lagi?" tanya edora


"tidak perlu bi, ini sudah baikan lagian saya mau tidur agar sakitnya cepat hilang" jawab sasha


"nyonya makan dulu makanan yang sudah saya siapkan di meja makan" ucap edora

__ADS_1


"bi saya sedang tidak dalam keadaan baik untuk menikmati makanan yang bibi buat, maaf yah bi" penjelasan sasha dengan raut wajah yang kembali murung


"baiklah nyonya jika perlu sesuatu panggil saja saya" balas edora lalu pamit meninggalkan sasha


*****


Alex kini berada di ruang kerjanya dengan sebotol vodka yang menemani. Dia hanya merasa bahwa apa yang dilakukannya sudah di luar batas. Untuk mengalihkan pikirannya dari sasha alex memilih menyendiri di ruang kerjanya sampai dia merasa benar benar siap untuk bertemu sasha. Alex juga tak mengerti mengapa dia begitu marah melihat andra yang notabene adalah adik sepupunya bersama dengan istrinya. Ada rasa panas di dalam dadanya ketika melihat alex menyenderkan kepalanya di pundak sasha.


Cukup lama di ruang kerjanya tanpa sadar jam sudah menunjukkan bahwa ini sudah tengah malam. Alex pun memilih kembali ke kamarnya karena dia yakin pasti sasha sudah tertidur.


Didalam kamar alex berjalan dengan hati hati dan mendekati sisi ranjang tempat sasha berbaring. Alex mendudukan diri di ranjang tempat sasha dan membelai rambut yang menutupi wajah sasha dan alex terkejut melihat bekas tangannya yang sangat merah tercetak jelas di wajah istrinya.


"pasti sangat sakit" ucap alex saat menyentuh wajah sasha.


Sasha meringis kesakitan di dalam tidurnya saat alex menyentuh wajahnya


"maaf aku tidak bermaksud sama sekali" ucap alex kembali membelai lembut rambut sasha dan tanpa sadar sasha bergerak memeluk pinggang alex. Alex terlalu terkejut dengan gerakan tiba tiba sasha tapi senyum menghiasi bibirnya. Ada desiran aneh yang di rasakannya. alex merasa bahwa apa yang dilakukan sasha mampu menghilangkan amarahnya begitu saja. Meskipun sasha melakukannya dalam keadaan tidak sadar.


Alex menggeser sedikit tubuh sasha dan berbaring di samping sasha. Sasha kembali memeluk alex seakan alex ada tempat yang nyaman baginya. Desiran aneh itu dia rasakan saat sedang bersama sasha. Semua tingkah laku sasha selalu terbayang dalam benaknya. Dan dia tidak tahu mengapa hatinya selalu berdesir saat bersama sasha?


"Tidurlah." ucap alex lalu mencium kening sasha dan membiarkan kepala sasha berada di atas lengannya.


Mungkin ini hanya rasa sayang dan kasihan seorang kakak kepada adiknya, karena sejujurnya alex memiliki seorang adik perempuan yang hampir seusia dengan istrinya. Alex berusah menyakinkan dirinya bahwa apa yang dirasakannya tidak lebih dari kasih sayang kakak ke adiknya.

__ADS_1


__ADS_2