Suami Arogan

Suami Arogan
Antara Dua Hati


__ADS_3

Sasha hanya bisa terdiam menunggu jawaban apa yang akan di berikan oleh tama kepada andre


"Bagaimana kalian bisa kenal?" tanya andre pada sasha dan tama.


"Kami cukup dekat selama 4 tahun" jawab tama yang membuat sasha semakin takut jikalau kisah masa lalu mereka harus di ungkit lagi.


"Oh yahhh... sedekat apa kalian dulu?" tanya andre yang semakin penasaran terhadap kedekatan sasha dan tama di masa lalu.


"Kak tama sudah seperti kakak kandungku sendiri" jawab sasha mendahului tama, sasha takut jika tama menceritakan kisah masa lalu merekan dimana sasha lah yang memutuskan kontak secara sepihak.


Mendengar jawaban sasha, tama hanya bisa tersenyum kecut karena ternyata semudah itu sasha melupakan semua usahanya untuk membahagiakan sasha.


"Ya benar, sasha sudah seperti adik bagiku" ucap tama mengiyakan perkataan sasha sedangkan sasha hanya menatap tama dengan perasaan bersalah.


"Baguslah jika kalian sudah saling kenal" ucap andre.


"Kak andre jadikan temani aku ke perpustakaan?" tanya reva yang sedari tadi hanya terdiam mendengarkan perbincangan mereka bertiga (sasha, tama dan andre)


"Tentu saja" jawab andre mengiyakan ajakan reva ke perpustakaan


"Va, kamu nggak ngajak aku juga?" tanya sasha


"Maaf sa, tapi kali ini aku maunya sama kak andre" jawab reva sambil mengedipkan matanya tanda memohon agar sasha mengijinkannya berdua dengan andre


"Haaa kalau tau begini tadi aku langsung pulang saja" ucap sasha kesal


"Sa kamu marah yah?, ya udah deh aku batalin aja deh pergi ke perpustakaannya" ucap reva sedih


"Nggak kok, aku nggak marah" ucap sasha yang tidak tega merusak kebahagiaan sahabatnya dan andre


"Makasih sa, kamu memang sahabatku yang paling pengertian" ucap reva bahagia lalu memeluk sasha


"Pergilah sebelum aku berubah pikiran" ucap sasha melepaskan pelukan reva


"Kak andre ayo, kami pergi dulu sasha" ucap reva menarik tangan andre


"Tam, kami pergi dulu yah" ucap andre ke tama


*****

__ADS_1


Sasha hanya menunduk dan terdiam menikmati minuman yang berada di depannya sedangkan tama tidak melepaskan pandangannya dari sasha.


"Kebiasaanmu ternyata masih sama" ucap tama membuka percakapan. Mendengar apa yang dikatakan tama, sasha refleks melihat tama.


"Maksud kakak?" tanya sasha kebingungan


"Sashaku tidak berubah sedikitpun, saat merasa gugup atau terintimidasi oleh keadaan selalu saja menundukkan kepala" jawab tama,


"Kak tama masih hapal kebiasaanku" gumam sasha dalam hati


"Tidak perlu heran, aku hapal semua hal mengenai wanita yang kucintai dari 4 tahun lalu sampai sekarang" ucap tama dan tidak terdapat sedikitpun kebohongan dalam setiap perkataan tama


"Kak" ucap sasha tidak percaya tama masih mencintainya meskipun ia sudah mengkhianati tama dengan memutuskan hubungan mereka secara sepihak.


"Sasha kamu ingat tidak janjiku saat memintamu menjadi wanita paling spesial dalam hidupku?" tanya tama kepada sasha yang hanya di balas gelengan kepala oleh sasha


"Aku akan selalu mencintaimu sampai kamu sendiri yang memintaku berhenti mencintaimu dan sampai detik ini tidak sekalipun kamu mengatakan agar aku berhenti mencintaimu" penjelasan tama dengan menggenggam erat kedua tangan sasha


"Kenapa kak tama tidak mencari wanita lain saja?, aku sudah tidak pantas untuk kamu cintai" ucap sasha merasa bersalah atas pengkhianatan yang dilakukannya


"Karena aku tahu sampai saat ini cinta itu masih bersemayam di dalam hatimu" ucap tama penuh keyakinan


Kehadiran tama dalam kehidupannya kembali menggoyahkan rasa cintanya yang sudah mulai tumbuh kepada suaminya, alex. Tak mudah bagi sasha melalui beberapa bulan kebersamaannya dengan alex hingga akhirnya cinta itupun hadir di hati mereka berdua, tapi kehadiran tama membuat sasha bimbangan.


"Haruskah aku menjalani hubungan terlarang dengan tama di belakang alex atau aku harus melepaskan tama dan menjalani kehidupan rumah tanggaku dengan alex?, sanggupkah aku melepaskan tama cinta pertamaku?" tanya sasha kepada dirinya sendiri.


"Sasha mari kita merajut tali kasih yang sempat terputus di antara kita" ucap tama penuh keseriusan dengan tangan sasha yang masih berada dalam genggamannya


Drttt....


Drttttt....


Drttt....


(getar ponsel sasha yang menandakan adanya sebuah pesan)


"Kak alex ada di sini" ucap sasha dalam hati setelah membaca pesan alex


"Maaf kak aku harus pergi sekarang" ucap sasha menarik tangannya dari genggaman tama dan meninggalkan tama begitu saja.

__ADS_1


"Sial arghhhh... aku akan membawa sasha kembali ke dalam pelukanku" umpat tama


*****


Terlihat seorang pria yang sedang berdiri di depan mobilnya seperti sedang menunggu seseorang siapa lagi kalau bukan alex yang sedang menjemput sasha. Kedatangan alex cukup menarik perhatian mahasiswi yang berada di kampus sasha. Tidak dapat di pungkiri bahwa meskipun telah berusia 27 tahun karisma dan daya tarik seorang alexander revano tidak berkurang sedikitpun.


"Kak alex" sasha berlari menghampiri alex.


"Jangan lari sayang nanti kamu bisa terjatuh" ucap alex yang melihat sasha berlari ke arahnya dan benar saja yang di katakan alex, sasha hampir saja terjatuh karena tersandung untung saja alex dengan sigap menahannya.


"Apa ku bilang jangan lari, bandel sih" ucap alex dengan menyentil kepala sasha


"Sakit" aduh sasha kesakitan di dahinya


"Ayo, aku masih ada meeting di cafe dekat sini" ajak alex agar mereka segera pergi dari kampus sasha


"Kalau masih ada meeting, kenapa kak alex menjemputku?" tanya sasha


"Sudah tidak usah cerewet ayo cepat masuk kedalam mobil" alex menarik pelan lengan sasha untuk segera memasuki mobilnya


Kemana rafael? Rafael membantu alex menghendel pekerjaan kantor saat dirinya sedang ada keperluan di luar kantor.


Dari kejauhan terlihat seseorang yang tidak senang melihat kedekatan antara sasha dan alex, ia adalah adiyata mantan kekasih sasha yang masih terobsesi untuk memiliki sasha.


*****


Sasha dan alex sedang duduk di salah satu meja yang telah di booking alex untuk meeting di cafe tersebut.


"Kak aku cari tempat duduk yang lain aja" ucap sasha hendak meninggalkan meja tersebut, tapi alex menahannya.


"Kenapa memangnya?, kamu risih duduk dengan suamimu?" tanya alex kesal dengan tingkah sasha


"Bukan seperti itu kak, aku hanya takut mengganggu meeting kak alex" penjelasan sasha dengan raut wajah sedih karena alex sedikit membentaknya tadi


"Heii kenapa sedih?, sayang kamu harus tau bagiku kamu itu semangatku dan bukan seorang pengganggu" ucap alex tulus untuk menenangkan sasha yang merasa sedih


"Kak alex" sasha merasa begitu bahagia mendengar penuturan alex


"Bagaimana ini? aku semakin mencintai kak alex tapi aku juga belum bisa menghilangkan perasaan ku kepada kak tama?" tanya sasha bimbang

__ADS_1


"Siapa yang harus aku perjuangankan?" Tanya sasha dalam hati kecilnya


__ADS_2