
Banyak hal yang menjadi penyebab kenapa selama bertahun-tahun airin memendam cintanya kepada andre karena ia adalah sepupu dari alex, kakak tirinya. Tapi jika di telisik lebih jauh airin dan andre tidaklah memiliki hubungan darah karena ayah andre hanya memiliki hubungan darah dengan papanya alex sedangkan dengan mamanya alex mereka hanya sebatas mantan kakak dan adik ipar. Setelah mengetahui bahwa lelaki yang dicintainya ternyata sudah memiliki seorang kekasih membuat airin patah hati yang teramat dalam meskipun itu semua harus ia tutupi dengan senyum kecut.
"Hai reva, perkenalkan aku airin adik kak alex" airin memperkenalka dirinya dengan sopan kepada reva karena ia tidak mau andre menjauhinya jika ia bersikap tidak baik pada kekasihnya.
"Ouh adiknya kak alex, pantas sama" ucap reva dengan suara pelan tapi masih terdengar oleh airin meskipun samar-samar.
"Apa?" tanya airin ketika mendengar ucapan reva yang terdengar ambigu bagi-nya.
"Tidak apa-apa. Kenapa aku baru melihatmu?, bahkan sasha saja tidak pernah bercerita padaku bahwa kak alex memiliki seorang adik? Tanya reva kepada airin
"Selama ini aku tinggal bersama mama di USA, jadi wajar saja kak sasha dan kamu belum pernah melihatku" jawab airin yang dibalas anggukan oleh reva.
"Kak alex, ayo kita pulang" ucap airin yang sudah tidak tahan melihat kedekatan andre dan reva.
"Kenapa cepat sekali pulangnya?" tanya andre bingung karena biasa airin jika sudah berada di dekatnya bisa sampai lupa waktu tapi ini belum sejam ia datang dan sudah langsung mau pulang.
"Aku masih capek kak, kapan-kapan aku boleh ke rumah kak andre kan?" tanya airin dengan menekankan pada kata rumah andre.
"Tentu saja boleh, apa sih yang tidak untuk adek kecil yang manja ini" ucap andre kepada airin yang membuat mood airin semakin down.
"Kapan kak andre akan melihatku sebagai seorang wanita" ucap airin dalam hati
"Ya sudah, kami pamit pulang dulu ya kak" alex pamit pulang kepada andre. andre dan reva mengatar mereka sampai di depan rumah.
Ada satu kejadian tidak terduga dimana airin dan sasha bersamaan memegang gagang pintu mobil jok depan. Kejadian Itu membuat suasann sempat hening tapi akhirnya sasha memilih mengalah dan duduk di jok belakang bersama naira.
__ADS_1
"Hati-hati di jalan" teriak andre saat alex mulai melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah.
Dalam perjalanan pulang suasana dalam mobil sangat hening. Airin tertidur karena merasa kelelahan setelah perjalan jauh, naira sibuk bermain dengan gadgetnya sedangkan sasha masih merasa canggung bila nanti ia harus berinteraksi dengan alex. Saat melintasi jalanan yang ramai dengan jajanan dan makanan pedagang kaki lima tiba-tiba saja sasha sangat ingin singgah untuk mencicipi makanan itu, tapi ia merasa tidak enak jika harus mengganggu konsentrasi alex yang sedang menyetir selain itu ia juga takut jika alex tidak akan menuruti keinginannya yang akan membuatnya semakin canggung nantinya.
Setelah beberapa jam perjalan akhirnya sampailah mereka di kediaman alex dan sasha.
"Kak dimana kamarku?" tanya airin yang masih di kuasai oleh rasa kantuk
"Edora" panggil alex ke pelayan setianya siapa lagi kalau bukan edora.
"Iya tuan" edora berlari menghampiri majikannya
"Tolong antarkan airin ke kamarnya" perintah alex yang langsung dilaksanakan oleh edora.
"Silahkan nona muda ikuti saya" edora memberitahukan airin untuk mengikutinya. Edora dan airin pun berjalan ke arah kamar yang sudah disiapkan edora untuk airin. Sedangkan naira sudah terlebih dahulu dipulangkan alex ke apartemennya sebelum mereka pulang ke rumah.
"Tadi kebetulan kak andre dan reva melintas di depan resto itu dan mereka melihatku berdiri seorang diri saat hujan di depan resto itu" sasha menjelaskan yang sebenarnya kepada alex.
"Ouh... ya sudah bersihkan dirimu lalu makan dan minum obat yang telah di resepkan oleh dokter tadi" ucap alex mengingatkan sasha.
"Baiklah kak" sasha langsung berjalan ke kamar untuk membersihkan dirinya karena ia sudah merasa sedikit berkeringat karena sudah seharian ia berada di luar rumah.
Setelah beberapa menit berlalu, sasha telah selesai membersihkan diri tapi tiba-tiba saja ia teringat dengan jajanan pedagang kaki lima tadi. Rasanya ia begitu ingin mencicipinya. Terlintas sebuah ide di kepala sasha. Saat semua orang tengah sibuk sasha berjalan pelan-pelan ke depan pintu utama tapi saat diriny telah memegang gagang pintu dan berhasil membukanya
"Apa yang kamu lakukan" tiba-tiba saja alex melihatnya dan bertanya padanya
__ADS_1
"Heheheh.... kak aku boleh izin tidak?" dengan tertawa hambar karena dirinya ketahuan oleh alex, sasha malah balik bertanya bukannya menjawab pertanyaan alex
"Izin kemana? apa kamu tidak lihat jam berapa sekarang?" alex bertanya balik ke sasha dengan nada yang mulai tegas.
"Tapi kak, aku mau jalanan yang di pinggir jalan tadi" sasha menjelaskan maksud dan keinginannya.
"Besok saja, sekarang masuk ke dalam kamar dan istirahatlah" alex melarang sasha pergi. Melihat ekspresi alex membuat sasha tidak berani melawannya.
Sasha masuk ke dalam kamar dan mulai mencoba untuk memejamkan matanya seperti yang di katakan alaex bahwa ia harus beristirahat tapi rasa inginnya mencicipi jajanan kaki lima itu membuatnya sulit tidur.
"Kenapa kamu begitu gelisah? jangan banyak gerak aku tidak bisa tidur" ucap alex kepada sasha yang saat itu sulit untuk memejamkan matanya.
Beberapa menit kemudian sasha mengintip apakah alex sudah tertidur. Ketika sasha sudah memastikan bahwa alae telah tidur ia meraih ponselnya dan melihat-lihat jajanan kaki lima yang tadi di lihatnya saat dalam perjalanan pulang.
"Tidurlah matikan ponselmu cahayanya benar-benar mengganggu tidur nyenyakku" ucap alex yang membuat sasha merasa tidak enak.
"Maaf" sasha merasa tidak enak pada alex tapi ia tetap merasakan keinginannya yang sangat amat untuk mencicipi jajanan kaki lima itu. Alex memperhatikan ekspresi sasha yang sedikit kecewa karena ia melarangnya, itu cukup mengganggu alex.
"Kenapa denganku?" tanya alex dalam hatinya. Merasa tidak nyaman dengan keadaan ini, alex langsung bangun dari tidurnya dan menyalakan lampu kamar
"Bangun cepat" perintah alex kepada sasha.
"Ehhh" tanpa menunggu lama sasha bangun dari tidurnya. Sasha merasa takut karena ia mengira alex marah karena sasha telah mengganggu tidurnya
"Pakai jaket, kita akan mencari makanan yang kamu mau" ucap alex lalu meninggalkan sasha yang masih mencoba mencerna maksud dari ucapan alex.
__ADS_1
"Mau atau tidak?" teriak alex dari luar kamar
"Mau" balas sasha dengan antusias ia langsung mengambil jaket dam berlari kecil untuk menyusul alex.