
Ditengah keromantisan yang terjalin antara alex dan sasha terhenti oleh ulah seorang wanita yang masuk kedalam ruang kerja alex tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Alex dan sasha langsung berbalik melihat kearah pintu dan seorang wanita yang usianya lebih tua dari sasha tengah berdiri di depan mereka
"Alex, i miss you so much." ucap gadis itu yang tanpa segan berlari memeluk alex dan mencium pipi alex. Sedangkan alex yang melihat sesosok wanita tersebut terlihat bahagia dan menyambut kehadiran wanita itu dengan sangat manis.
"Apa kabar siska?" tanya alex dengan memeluk pinggang wanita yang ternyata bernama siska. Bahkan tanpa canggung alex mengelus rambut dan wajah wanita yang bernama siska itu dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
"Aku hampir saja mati jika tidak segera menemui mi di sini." ucap manja siska yang di balas senyuman yang bahkan selama sasha bersama dengannya tidak pernah dia tampakkan senyuman itu.
Sasha yang melihat semua itu hatinya terasa begitu pedih dan sakit. Alex suaminya tidak pernah menatapnya sesayang itu. Apa mungkin sasha cemburu.
"Tidak, tidak mungkin." ucap sasha dalam hati menyangkal kemungkinan dirinya sedang terbakar cemburu
Karena merasa hatinya sangat panas melihat kedekatan mereka sasha memberanikan diri untuk mengalihkan perhatian alex padanya
"Aduuuuh sakit" ucap sasha pura pura kesakitan sambil memegang perutnya
Namun yang terjadi diluar harapan sasha, alex mengacuhkannya seolah olah dia tidak ada. Dan yang paling mengejutkannya lagi
"Pulanglah, rafael akan mengantarmu." ucap alex tanpa sedikitpun menoleh kepadanya
"Siapa gadis kecil ini?" tanya siska dengan nada manja seakan baru menyadari kehadiran sasha
"Bukan siapa siapa! hanya gadis kecil yang di titipkan papa padaku." jawab alex santai.
Dada sasha bergemuru hebat. Ada rasa yang tidak bisa di ungkapkannya, yang jelas air mata sudah memenuhi pelupuk matanya. Sebelum air matanya menetes sasha langsung meninggalkan alex dan perempuan itu.
*****
Didalam perjalan pulang dengan rafael, sasha menangis tersedu sedu. Entahlah ini sangat menyakitkan baginya. Baru beberapa jam yang lalu alex begitu perhatian padanya dan sekarang alex seperti sedang membuangnya.
"Berharap apa kamu, ingat ini semua karena paksaan sasha. Dia bersikap manis hanya karena rasa bersalah telah menyiksaku. Tapi tetap saja rasanya begitu menyakitkan" ucap sasha dalam hati
Rafael yang melihat sasha menangis tersedu sedu langsung memberikan tisu
"Ini nyonya." ucap rafael yang berhasil menghentikan tangis sasha sesaat. Setelah menerima tisu yang diberikan rafael sasha semakin menangis dan hal itu membuat rafael kebingungan karena ini pertama kalinya dia menghadapi perempuan yang sedang menangis.
"Ada apa nyonya?" tanya rafael yang tidak tega melihat keadaan sasha yang begitu kacau
Dengan menggebu gebu sasha memaki alex di depan rafael
"Bosmu itu memang manusia tidak berperasaan, suka memaksa, menyiksa. Kadang dia baik tapi sekarang aku di buang huaaaaaaa mati saja dia terjatuh dari ketinggian bersama wanita itu." Teriak sasha kencang yang membuat rafael tertawa terbahak bahak
"Ada apa, kenapa kamu tertawa?" ucap sasha sinis karena tawa rafael terdengar seperti sedang mengejek dirinya
"Lucu saja melihat nyonya dengan pipi yang memerah dan hidung meler yang dipenuhi ingus." penjelasan rafael
Mendengar apa yang dikatakan rafael, sasha langsung menutup wajahnya malu karena dia tidak pernah menangis di depan siapapun selain ayahnya.
"Huaaaaaaa." tangis sasha semakin pecah
"Ada apa nyonya, apa saya berbuat salah?" tanya rafael lagi
"Aku malu, wajahku pasti jelek saat menangis." jawab sasha
__ADS_1
"Nyonya tetap cantik dimata saya." ucap rafael
Mendengar yang dikatakan rafael membuat hati sasha sedikit senang
"Terima kasih." balas sasha dengan senyum sumringah meskipun masih terdengar suara sesegukan karena menangis sepanjang perjalanan.
*****
Sejaka kepulangannya dari kantor alex sasha lebih memilih mengurung diri di kamar hingga malam hari
Sasha termenung sendiri di dalam kamar memikirkan siapa wanita tadi yang berani beraninya memeluk suaminya di depannya.
"Huaaaa mati saja kau alexander revano." Teriak sasha berdiri di atas kasur dengan mengambil gaya kuda kuda lalu melemparkan sebuah bantal ke arah pintu yang bertepatan dengan pintu yang terbuka dam bantal itu langsung mengenai wajah alex
"Haaaaaa...maaf." teriak sasha mengetahui alex terkena lemparannya. Sasha langsung berlari tanpa memperdulikan sekitarnya. Ternyata kaki sasha ternyata masih terlilit selimut yang menyebabkan sasha tersandung dan terjun bebas dari atas ranjang
"Dukkk." suara benturan tubuh sasha dengan lantai.
Melihat hal itu alex langsung menghampiri sasha
"Tingkah bodoh apalagi ini." ucap alex yang berdiri tepat di hadapan sasha yang masih tengkurap menahan sakit di kepala dan beberapa bagian tubuhnya
Setelah mengatakan hal itu alex berlalu begitu saja tanpa berniat membantu sasha sama sekali
"Dasar, tidak berperikemanusiaan." ucap sasha dalam hati dan berusah sendiri untuk bangkit dari posisinya yang tengkurap
*****
Disinilah sasha di ruang santai ditemani oleh edora yang sedang mengoleskan obat memar ke beberapa bagian tubuhnya yang memar akibat terjatuh.
"Edora pergilah, saya ingin berbicara dengan sasha." perintah alex
Edora langsung menuruti perintah alex. Setelah edora pergi alex langsung mengatakan
"Mulai sekarang jangan tidur di kamarku lagi." ucap alex yang langsung menyita perhatian sasha yang tadi tertuju pada lukanya kini langsung menatap alex kebingungan
"Kenapa?" tanya sasha singkat. Sasha kehilangan kata kata setelah mendengar ucapan alex
"Kamu liat wanita tadi, dia pacar dan juga cinta pertamakukami memutuskan untuk kembali bersama setelah kedatangannya." penjelasan alex yang langsung menohok hati sasha dan tanpa sadar air matanya menetes
"Lalu bagaimana denganku?" tanya sasha dengan suara yang bergetar
"Kita tetap akan bersama sampai perusahaan papa sudah benar benar menjadi milikku dan setelah itu kita berpisah." jawab alex santai dan berlalu begitu saja meninggalkan sasha yang begitu terpukul
Sasha kembali lagi ke kamar tempat pertama kali setelah tinggal di kediaman(mansion) alexander revano
"Kenapa nasibku sungguh malang tuhan, kenapa hatiku begitu sakit mendengar ucapannya" ucapa sasha.
"Pacar dasar lelaki tidak tahu diri, baik akan kuperlihatkan padamu apa arti pacar." ucap sasha lagi dengan tekad yang begitu kuat untuk membalasa perbuatan alex padanya
*****
Sasha sedang duduk di meja makan menikmati sarapannya seorang diri
__ADS_1
"Bi mana kk alex, apa di masih di kamarnya?"tanya sasha
"Tuan sudah berangkat sejak tadi, kata tuan dia ada kepentingan yang mendesak dan mulai sekarang sampai seterusnya nyonya kembali diantarkan rei kemanapun nyonya pergi." penjelasan edora
"Haaaa pagi yang menyebalkan." ucap sasha dengan wajah murung. Penjelasan edora membuat moodnya memburuk
"Nyonya tidak apa apa." tanya edora
"Iya bi, saya baik baik saja. Bibi bolehkah saya bertanya sesuatu." ucap sasha
"Tentu saja boleh nyonya." balas edora
"Bi, siapa kenal wanita yang bernama siska?" tanya sasha yang membuat edora tiba tiba membeku dan memilih diam sampai sasha kembali berkata "Bi kenalkan?, tapi kalau bibi tidak mau menjawab pertanyaanku juga tidak apa apa" ucap sasha pasrah
Melihat raut sedih di wajah sasha, edora yang tidak tega langsung menjawab pertanyaan sasha.
"Non siska kekasih tuan alex yang dulu sering di ajaknya kesini saat tuan masih berkuliah" jawab edora yang semakin membuat sasha sedih
"Bi kk alex akan menceraikanku" tangis sasha pecah saat itu juga
Melihat itu edora memberanikan diri memeluk sasha yang ternyata diluar dugaan edora, sasha membalas pelukannya seperti pelukan seorang anak ke ibunya.
"Itu tidak akan terjadi nyonya." ucap edora menenangkan sasha dengan mengusap usap punggungnya
"Siska kembali dan kk alex sendiri yang mengatakan akan menceraikanku. Malang sekali nasibku bi." ucap sasha meratapi kehidupannya
"Tidak mungkin tuan bisa menceraikan nyonya karena tuan besar tidak akan mengizinkannya." balas edora "Nyonya adalah wanita itu" ucap edora ambigu dalam hati
*****
Sasha telah sampai di kampus dengan wajah lesuh.
"Rei nanti jemput aku setelah aku mengabarimu"ucap sasha
"baik nyonya." balas rei
"Dah rei" ucap sasha
Sasha berjalan memasuki kampus menuju ke fakultasnya di tengah perjalanan dia bertemu reva
"Sasha." panggil reva berlari ke arah sasha
"hai va" sapa sasha dengan nada suara yang tidak bersemangat
"Kamu sakit sa?" tanya reva yang langsung menempelkan tangannya ke dahi sasha
"Nggk kok." jawab sasha singkat
"Sasha, besok kamu ikutkan camping ceria yang diadakan fakultas kita untuk menyambut mahasiswa baru?" tanya reva
"entahlah va" jawab sasha singkat
"Kamu harus ikut, soalnya aku udah daftarin kamu." ucap reva dengan cengiran khasnya
__ADS_1
*Segini dulu*