
Alex masih Setia menemani sasha yang tertidur lelap di sampingnya. Alex mencoba untuk bersikap selembut mungki kepada sasha, meskipun sejujurnya ia berat melakukan itu semua. Hatinya masih ragu kepada sasha, baginya apa yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri adalah sebuah kebenaran dan penuturan sasha hanyalah kebohongan semata untuk menutupi kebenaran yang ada.
"Aku membenci orang yang menyeleweng sekecil apapun itu" ucap alex menatap tajam pada sasha yang tengah tertidur lelap. Alex merasa begitu kesal dan marah tiap kali menatap sasha, pandangan mata selalu mengingatkannya pada sang mama.
Cara sasha menatap serta warna bola mata sasha sama persis dengan yang di miliki oleh mamanya. Itulah yang membuat alex membenci sasha dan kini semakin membencinya karena ternyata sasha sama seperti mamanya di mata alex.
"Aku harus kembali ke rumah" ucap alex hendak meninggalkan sasha, tapi tiba-tiba saja tangan sasha memeluknya membuat pergerakan alex terhenti.
"Benar-benar merepotkan" ucap alex jengah. Perlahan alex mencoba memindahkan tangan sasha yang memeluknya tapi yang terjadi malah sebaliknya sasha justru semakin memeluknya erat menggunakan tangan dan kakinya yang mengekang pergerakan alex.
"Baiklah kali ini aku akan membiarkanmu" ucap alex membiarkan sasha memeluknya erat. Itu semua di lakukannya karena sasha tengah mengandung dan alex sangat yakin itu adalah anaknya.
Alex memutuskan untuk ikut terlelap bersama sasha karena besok ia ada beberapa pertemuan penting dengan kliennya.
*****
Andre dan reva masih Setia menunggu di ruang tamu.
"Kak andre pulang saja" ucap reva yang merasa kasihan pada andre yang tertidur duduk.
"emmmm... kenapa?" tanya andre yang mendengar suara reva tapi samar karena ia terlalu mengantuk
"Kak andre sudah boleh pulang" ucap reva lagi yang membuat andre sedikit tersinggung
"Kamu mengusirku?" tanya andre dengan tatapan tajam yang selalu di tunjukkannya di saat berhadapan dengan mahasiswanya. Reva sudah terbiasa mendapat tatapan seperti itu dari andre saat berada di kampus karena bagaimanapun ia juga mahasiswa yang mengampuh mata kuliah yang di bawakan andre. Tapi saat berdua sebagai kekasih, tatapan andre cukup membuatnya salah tingkah.
"ehhhh... bukan seperti itu maksudku" ucap reva menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Hahahahahaha" tawa andre pecah melihat ekspresi salah tingkah reva yang lucu di matanya.
"Kenapa kak andre tertawa?" tanya reva merajuk karena ia tahu andre sedang menertawainya.
"Pacarku yang lucu" ucap andre sambil mengelus-elus lembut rambut reva.
"ahh...kak andre" ucap reva malu-malu dengan semburat merah menghiasi pipinya.
__ADS_1
"Kemarilah" andre menarik reva ke dalam pelukannya yang membuat reva mematung seketika karena ini kali pertama andre memeluknya.
"Ayo tidur" ucap andre lalu mereka berbaring di sofa yang cukup untuk berdua. Moment ini membuat jantung reva berdebar kencang dan rasa bahagia tak bisa terpungkiri dari bibirnya yang selalu menampilkan senyuman malu-malu.
*****
Sasha nampak tenang tertidur di dalam pelukan alex suaminya. Sampai ia terbangun karena silau cahaya matahari di pagi hari.
"emmmmm" sasha bangun dari tidurnya ingin meregakan badan tapi pergerakannya terhenti karena tangan alex yang memeluknya erat.
Sasha yang sadar bahwa alex sedang memeluknya, membalikkan badan menghadap ke alex dan mengusap-usap lembut wajah alex. Merasa sedikit terganggu dengan usapan tangan sasha membuat alex terbangun.
"Jangan ganggu aku, aku ingin tidur" ucap aelx yang telah membuka matanya dan menatap sasha dengan tajam. Sadar akan hal itu, ia langsung menarik tangannya dari wajah alex dan merasa tidak enak karena telah mengganggu alex.
Alex kembali melanjutkan tidurnya sedangkan sasha menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan suaminya. Dengan bersenandung ria sasha berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan semuanya.
Saat sampai di dapur belum sempat sasha menyentuh alat-alat dapur tiba-tiba saja perutnya bergejolak ingin memuntahkan semua yang ada di dalamnya.
Oekkk....oekkk....
(Sasha mual)
"Keluarkan saja semua" ucap alex memijat tengkuk sasha agar sasha merasa lebih baik. Setelah beberapa menit barulah sasha berhenti mual.
"Minumlah" Alex langsung mengambilkan segelas air untuk sasha.
Sasha begitu lemas setelah memutahkan isi perutnya namun yang keluar hanya air. Alex menuntun sasha untuk berjalan keluar dari dapur menuju ke ruang tamu.
Andre dan reva masih tertidur lelap di sofa sambil berpelukan karena merasa risih melihat pemandangan itu alex langsung mengambil bantal sofa dan melemparkannya ke arah andre dan reva.
"Auuu" teriak reva kaget saat bantal yang di lempar alex mengenai tepat di wajahnya.
"Ada apa sayang?" tanya andre yang terbangun karena suara kesakitan reva.
Melihat sifat jahil alex membuat sasha refleks mencubit pinggang alex.
__ADS_1
"Sakit" aduh alex kesakitan karena cubitan sasha.
"Ouh jadi ini perbuatanmu" ucap andre geleng-geleng kepala melihat tingkah alex yang sering berbuat jahil padanya sedangkan reva masih mengusap-usap wajahnya yang terkena bantal.
"Maafkan perbuatan kak alex" ucap sasha kepada reva dan andre.
"Santai saja" ucap andre karena melihat sasha merasa tidak enak pada ia dan reva
"Awas" ucap alex mendorong andre dan reva lalu mendudukan sasha.
"Suami dan calon ayah yang baik" celetuk andre yang mebua andre menatapnya tajam seolah perkataan andre sedang menyindirnya.
"Aku siapkan sarapan dulu" ucap reva hendak ke dapur untuk menyiapkan sarapan mereka.
"Maaf tidak bisa membantumu" ucap sasha merasa tidak enak karena ialah yang seharusnya menyiapkan semuanya apalagi ia hanya menumpang.
"Santai aja" ucap reva dengan senyum mengembang. Sasha langsung ke dapur dan menyiapkan sarapan mereka
*****
Sarapan telah tersedia di atas meja
"Nanti setelah dari rapat aku akan menjemputmu" ucap alex memecah keheningan. Semua mata langsung tertuju pada alex tak terkecuali sasha yang sejak tadi terdiam menikmati sarapannya.
Sarapan kali ini hanya roti dan segelas susu karena memperhatikan sasha yang setiap kali mencium bau-bau dapur pasti akan merasa mual.
"Kita akan kemana?" tanya sasha kebingungan
"Kita akan pulang, jangan selalu merepotkan orang" ucap alex dingin dan datar. Perkataan alex cukup menohok hati sasha tapi apa yang dikatakan alex cukup masuk akal.
"Aku tidak merasa kerepotan kok" ucap reva dengan yakin
"Baiklah" sasha mengiyakan perkataan alex karena ia juga merasa tidak enak harus selalu merepotkan reva, meskipun sebenarnya reva tidak pernah merasa terbebani olehnya
"Ya sudah aku berangkat ke kantor dulu" ucap alex setelah menyelesaikan sarapannya. Alex berjalan keluar rumah dan tentu saja sasha mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
"Kak alex" ucap sasha mengulurkan tangannya ingin mencium tangan sanga suami tapi alex mengabaikannya dan langsung masuk ke dalam mobil menuju ke kantor.
"Sabar sasha" ucap sasha kepada dirinya sendiri