Suami Arogan

Suami Arogan
Andre pergi


__ADS_3

Mereka dalam perjalan pulang. Mobil yang membawa sasha dan alex adalah mobil andre dan dikemudikan oleh andre sendiri sedangkan reva lebih memilih di mobil yang di kemudikan oleh andra. Dalam perjalanan pulang tak henti-hentinya alex memantau kacau spion untuk memantau andra dan reva. Sedangkan sasha


sejak tadi sudah memperhatikan andre yang begitu gelisah lalu perlahan ia mengelus bahu andre.


"Ada apa?" tanya andre ketika sasha mengelus pundaknya tentu perlakuan sasha membuat airin mengernyitkan dahinya sedangkan alex sudah tertidur ulas di bahu sasha.


"Fokus. Jangan terlalu di ambil pusing" Seakan paham maksud ucapan sasha, andre langsung memfokuskan diri untuk mengemudikan mobil. Sejujurnya airin sedikit penasaran apa maksud perkataan kakak iparnya itu tapi ia tidak mau terlalu ambil pusing karena baginya sekarang kakaknya jauh lebih penting.


Setelah kurang lebih satu jam menempuh perjalanan akhirnya mereka telah sampai di kediaman alex.


"Biar saya bantu bawakan barangnya tuan alex" ucap edora kepada airin dan reva


"Ini bi" secara bersamaan reva dan airin memberika. barang alex yang mereka bawa ke edora. Kejadiaan itu membuat airin dan reva saling menatap dengan tatapan tajam satu sama lain sampai akhirnya sasha bersuara


"Bi, setelah menyimpan barang kaka alex tolong buatkan kami minuman dan cemilan" ucap sasha kepada edora yang dengan segera ia melaksanakan tugasnya. Reva langsung memutus kontak mata antara dirinya dan airin dengan cara memalingkan wajahnya lalu berjalan ke arah sofa dan duduk tepat di samping andra. Sedangkan andre membantu sasha untuk mengantarkan alex beristirahat di dalam kamarnya dan sasha.


"Kalian cukup dekat" ucap airin yang tiba-tiba membuat percakapan antara reva dan andra terhenti.


"Tentu saja" jawab reva ketus


"Apa kalian memiliki hubungan spesial?" tanya airin tanpa basa basi


"Apa urusanmu?" bukannya menjawab reva malah kembali bertanya dengan nada suara kasar kepada airin.


"Ya, aku hanya bertanya saja" ucap airin menanggapi santai perkataan reva.


"Ada apa?" tanya andre ketika melihat aura dalam ruang tamu cukup tidak bersahabat


"Tidak apa-apa kak" ucap airin menghampiri andre dan menggelendot manja di lengan andre. Sikap airin cukup membuat reva merasa panas tapi andra langsung mengalihkan perhatian reva.


"Bi tolong berikan kepadaku saja jus jeruknya" ucap andra ketik melihat edora berjalan dari arah dapur. Setelah edora menyerahkan jus jeruk itu pada andra, andra langsung menempelkannya di pipi reva.


"Dingin" ucap reva dengan wajah dibuat cemberut


"Yang panas perlu didinginkan" ucap andra lalu mencubit hidung reva gemes. Sedangkan andre yang begitu terbakar api cemburu memilih bersandar di sofa lalu memejamkan matanya. Setidaknya cara itu bisa mengurangi rasa cemburu yang membara di hatinya.


"Sakit" ucap reva lalu melepaskan tangan andra yang menempel di hidungnya sambil tertawa renyah.

__ADS_1


"Brakkkkkk"


Suara gebarakan meja yang membuat tawa reva terhenti lalu berbalik kearah sumber suara yang ternyata adalah ulah andre


"Sial" ucap andre lalu meninggalkan ruang tamu. Sasha yang saat itu telah kembali dari kamar setelah mengistirahatkan alex.


"Ada apa?" tanya sasha yang tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi


"Entah" jawab andra sambil menaikkan bahu tanda ia tidaka tahu apa-apa. Sasha langsung bergegas menyusul andre dan ternyata andre sedang berada di tamam depan rumah dengan sebatang rokok di tangannya.


"Kak andre" sasha menepuk bahu andre membuat andre menyadari keberadaan sasha


"Sa, Apakah alex sudah istirahat?" tanya andre


"Iya kak. Kenapa kakak menyendiri di luar?" tanya sasha yang melihat wajah andre yang tampak begitu lelah


"Sasha aku akan kembali ke Inggris" ucap andre dengan wajah tertunduk lesu.


"Kenapa kak andre ke inggris?" tanya sasha yang tidak percaya bahwa andre akan meninggalkan mereka.


"Papa menelpon dan memandatkanku untuk mengurus perusahaannya" jawab andre dengan pandangan menerawang jauh kedepan


"Sama sekali tidak ada hubungannya dengan reva" jawab andre tegas


"Lalu kak andre akan melakukan perintah papanya kak andre?" tanya sasha penasaran dengan langkah yang akan di ambil oleh andre.


"Iya" jawab andre singkat


"Lalu kapan kak andre akan berangkat?" tanya sasha lagi


"Secepatnya" ucap andre yakin


"Semoga keputusan yang kak andre ambil adalah keputusan yang terbaik" ucap sasha sambil menepuk pundak andre kemudian meninggalkan andre yang sedang membutuhkan waktu untuk sendiri.


"Va, aku perlu bicara denganmu" ucap sasha lalu berjalan ke arah dapur dan tentu saja reva mengikutinya dari belakang


"Ada apa sa?" tanya reva penasaran karena tiba-tiba saja sasha ingin berbicara empat mata dengannya

__ADS_1


"Va, kamu harus menyelesaikan masalahmu secara baik-baik dengan kak andre" ucap sasha sambil memegang kedua pundah reva


"aku merasa tidak memiliki masalah apapun dengannya" ucap reva cuek


"Temuilah kak andre dia sedang di taman" ucap sasha lalu meninggalkan reva begitu saja. Reva yang awalnya eggan untuk menemui andre tapi karena perkataan sasha akhirnya ia memutuskan untuk menemui andre. Andre masih terdiam termenung seorang diri sampai ia mendengar suara langkah kaki lalu ia menolehkan kepalanya dan tampaklah reva yang sedang berjalan kearahnya. Reva akhirnya duduk di sebelah bangku kosong tempat andre duduk.


"Maafkan aku" ucap andre membuka pembicaraan setelah hampir sepuluh menit mereka hanya terdiam.


"Untuk?" tanya reva sambil berusaha memasang mimik wajah sesantai mungkin


"Untuk semuanya" ucap andre sambil menatap dalam manik mata reva. Reva sempat terhipnotis dengan tatapan mata andre yang selalu mampu memikatnya sampai akhirnya reva memutuskan kontak mata diantara mereka.


"Sudahlah lupakan saja" ucap reva lalu bangkit dari duduknya untuk melangkah pergi karena ia tidak sanggup menghadapi andre tapi tiba-tiba saja andre menggenggam tangannya dan menghentikan langkah kaki reva.


"Kembalilah padaku" ucap andre sambil memohon dengan wajah yang sedih. Bukannya mengiyakan permohonan andre, reva malah menghentakkan tangannya sehingga genggaman tangan andre terlepas dan ia pun meninggalkan andre begitu saja


"Memang keputusanku untuk kembali ke Inggris adalah yang terbaik" ucap andre semakin bukat dengan tekadnya. Salah satu alasan ia memilih ke london adalah untuk melupakan reva.


"Kamu akan selalu memiliki tempat di hatiku" ucap andre lalu meninggalkan kediaman sasha dan alex.


*****


Reva, andra dan airin masih berada di dalam ruang tamu bercengkrama satu sama lain meskipun reva dan airin tidak bisa akrab tapi kehadiran andra mampu mencairkan suasana.


"Makanan sudah siap. Ayo kemeja makan" ajak sasha. Mereka bertiga langsung menuju ke meja makan tapi sasha menahan langkah kaki reva.


"Kemana kak andre?" tanya sasha yang tidak melihat keberadaan andre


"Paling masih di taman" jawab reva cuek lalu meninggalkan sasha menuju ke meja makan. Sasha berjalan ke arah taman tapi ia tidak menemukan siapapun.


"Dimana kak andre?" tanya airin yang melihat sasha datang seorang diri tanpa andre bersamanya


"Mungkin dia sudah kembali ke rumahnya" jawab sasha


Mereka pun menikmati sajian makan malam buatan edora. Ditengah suara garpu dan sendok yabg beradu tiba-tiba ponsel sasha bergetar.


"Pesan dari siapa?" tanya andra

__ADS_1


"Dari kak andre" jawab sasha yang membuat reva menghentikan makannya sejenak kemudian melanjutkannya lagi


"Kak andre sudah pergi" ucapan ambigu sasha membuat reva melepaskan sendok dan garpu yang berada di tangannya lalu terjatuh di atas piring


__ADS_2