
"Jangan ganggu dia" Ucap alex memperingati andra.
Andra berjalan menghampiri sasha dan di kejutkan dengan gerakan tiba tiba yang di lakukan sasha
"Astaga" teriak andra yang terkena pukulan tangan sasha dan makin terkejut ketika melihat wajah sasha
"Kakak liat gadis ini berliur iu" teriak andra berlari menghampiri alex dengan ekspresi yang jijik
"Ya tuhan dari mana asalnya gadis ini? jangan cari istri seperti dia aku tidak akan setuju."keluh andra, sedangkan alex tampak cuek dengan apa yang dikatakan andra. Sampai tiba tiba terdengar suara
benda terjatuh
"auuuu sakit" keluh sasha yang terjatuh dari sofa karena terlalu banyak bergerak. Refleks alex dan andra melihat ke arah sasha
"Gadis bodoh" Sarkas andra
"Memang bodoh" Balas alex dengan wajah datarnya. Mendengar ucapan alex dan andra sasha langsung bangkit dan merapikan pakaiannya
"Ini bekalnya" sasha berjalan ke arah meja alex menenteng bekal makan siang yang di bawanya
"berhenti disitu! Hapus sisa air liurmu dulu" ucap alex datar lalu kembali fokus ke apa yang di kerjaaanya
"Haaaaaa" dengan wajah menahan malu sasha berlarik ke dalam kamar mandi yang berada di ruangan alex. Terdengar gelak tawa andra dari luar kamar mandi
"Mati sajalah aku, jatuh sudah harga diriku di hadapannya dan siapa lelaki itu yang berani menertawaiku" gerutu sasha
"Kakak jawab aku siapa gadis ceroboh itu?" tanya andra yang di penuhi rasa penasaran karena ini pertama kalinya andra melihat seorang wanita yang berani memasuki ruangan alex pada saat alex sedang tidak ada.
"Sasha, namanya sasha." jawab alex yang masih sibuk dengan pekerjaannya yang menumpuk setelah di tinggalnya cuti 3 hari
"Ohhh sasha? dia itu petugas catering" tanya andra lagi. Setelah selesai mencuci wajahnya sasha langsung keluar dari kamar mandi dan mendengar apa yang di ucapkan oleh andra
"Heeee enak saja, aku bukan petugas catering aku itu istri kakak mu?" teriak sasha tidak terima mendengar ucapan andra
"Apaaaaaa.... istri kakak. Batalkan pernikahannya kak!" balas andra. Merasa tidak terima dengan apa yang di ucapkan andra, sasha berjalan ke arah andra dan menjambak rambut andra.
__ADS_1
"Haaaa bahkan kakakmu saja tidak bisa menolakku lalu apa hak mu untuk protes" Ucap sasha menantang andra dengan ekspresi wajah kesal
"Aduhhh kakak tolong aku dari gadis ini benar-benar liar" ucap andra yang meringis kesakitan karena jambakan sasha yang cukup keras. Andra balas menjambak rambut sasha dan terjadilah aksi saling jambak menjambak sampai antar sasha dan andra.
"Kalau kalian tidak bisa diam keluar saja dari ruangku" bentak alex yang jengah melihat tingkah sasha dan andra. Mendengar bentakan alex, mereka berdua langsung terdiam. Andra duduk di kursi di depan meja alex sedangkan sasha memilih duduk di sofa.
*****
Mereka bertiga tengah duduk bersama dan menikmati makanan yang di bawa sasha. Sampai akhirnya andra membuka percakapan
"Kakak kenapa gadis bodoh sepertinya yang kakak jadikan istri?" tanya andra memandang sinis pada sasha
"Bodoh, enak saja aku tidak bodoh" jawab sasha kesal
"Hanya gadis bodoh yang berani menarik rambutku, rusak sudah rambutku yang Indah ini. Awas saja kalau ketampanan ku berkurang" Ancam andra kepada sasha
"Hahaha rambutmu kan memang jelek seperti orangnya" jawab sasha santai
"Enak saja, aku ini tidak kalah tampan dari kakakku. Iyakan kak? " tanya andra kesal karena sasha mengatainya jelek
Pranggg....
"Keluar kalian berdua dari ruanganku" Usir alex .Sasha tertunduk takut melihat kemarahan alex sedangkan andra hanya menatap alex heran
"Kakak" bujuk andra agar alex tidak mengusirnya
"Cepat." teriak alex menaikkan suaranya satu oktaf dari yang tadi. Andra dan sasha berjalan beriringan dengan kepala menunduk
"Sasha jangan pulang tunggu di luar" Ucap alex datar. Sasha menolehkan kepalanya lalu mengangguk setelah itu berjalan keluar menyusul andra.
*****
"Semua itu gara gara kamu" protes sasha
"Kenapa aku, kamu kan memang gadis bodoh tidak cocok dengan kakakku yang tampan dan perfeksionis" protes andra tidak terima karena disalahkan
__ADS_1
"Sudahlah aku malas berdebat denganmu" balas sasha lalu berjalan ke arah sofa dan membaringkan badannya santai
"Heii gadis liar bangun aku juga mau berbaring di situ" ucap andra lalu menarik tangan sasha kuat
"Baiklah aku malas bertengkar denganmu jadi bagaimana kalau kita bagi dua saja. Kamu sofa sisi kanan dan aku disisi kira. Jangan berani berani kamu melewati batas, jangan mencari kesempatan dalam kesempitan." ucap sasha memperingati andra agar tidak melewati batas.
"Deal" balas andra dan meraka berjabat tangan tanda setuju. Melihat hal itu wana sekertaris alex hanya tersenyum melihat sepasang muda mudi ini.
"Sepasang kekasih yang lucu" ucap sang sekertaris
*****
"Ternyata sudah sore" ucap alex bersiap siap untuk pulang. Alex berjalan keluar dari ruangannya dan bertanya pada wana sekretarisnya
"Dimana mereka?" tanya alex pada sekretarisnya yang bernama wana
"Itu pak" tunjuk wana ke arah andra dan sasha yang tertidur. Andra bersandar di pundak sasha dan sasha meletakkan kepalanya di atas kepala andra, itu memancing kemarahan alex
"Kamu sudah boleh pulang wana, tidak perlu lembur" perintah alex dengan wajah datar seperti biasanya
"Kalau begitu saya permisi pak" jawab wana yang sudah berjalan pulang
"Bangun" ucap alex menarik lengan sasha kasar yang membuat sasha kaget dan langsung terbangun dari tidurnya
"Ada apa" tanya sasha oleng sehingga iya hampir terjatuh andai saja tangannya tidak di pegang alex
"Mengganggu tidurku saja" Ucap andra parau. Tanpa menghiraukan andra, alex menarik paksa sasha pulang. Melihat kemarahan di wajah alex nyali sasha ciut untuk protes karena alex menggenggam lengan terlalu kuat
"Kakak tunggu aku" Teriak andra berlari mengejar sasha dan alex
"Pulang dan jangan berani ikut jika kamu mau selamat" Ancam alex. Setelah sampai di parkiran alex langsung melepaskan genggamannya.
"Rafael biar saya yang mengemudikan mobilnya kamu tidak usah ikut" Ucap alex dingin. Mendengar nada suara alex, Rafael tahu bahwa alex tengah marah besar dan sudah pasti penyebabnya adalah sasha. Meskipun iya tak tahu kejadiannya namun tatapannya ke sasha menjelaskan semuanya.
"Cepat naik" Ucap alex menahan amarah dan menatap sasha tajam. Sasha tidak tahu apa yang menyebabkan alex marah padanya tapi melihat ekspresi alex sasha hanya bisa memohon agar masih di beri kesempatan menghirup udara segar besok. Sasha membuka pintu belakang mobil dan itu semakin menambah kemarahan alex
__ADS_1
"Duduk di depan" bentak alex dan kembali menarik sasha dan mendorongnya masuk ke dalam mobil. Akhirnya sasha duduk di depan tepat di samping alex. Sasha begitu merasa takut melihat ekspresi alex yang sedang di kuasai oleh marah
"tuhan lindungi aku" doa sasha dalam hati