Suami Arogan

Suami Arogan
Bunuh Diri


__ADS_3

Alex kembali tenggelam dalam kehidupan lamanya dimana alkohol dan rokok adalah candu baginya. Kehidupannya kembali kelam sejak kepergian sasha dari hidupnya. Sudah berbagai cara ia lakukan untuk mencari keberadaan istrinya namun tidak satupun yang membuahkan hasil.


Alex benar-benar telah putus asa. Ia lebih memilih menghabiskan waktunya untuk bekerja pada siang hari dan menghabiskan waktunya di bar pada malam hari.


"Hei lex" panggil seseorang yang tidak lain adalah Siska mantan kekasihnya dulu. Selama ini Siska memutuskan untuk menjauhi alex karena ia tahu tak akan bisa menyaingi sasha. Tapi sejak kepergian sasha, Siska kembali mencoba untuk meluluhkan hati alex.


"Hei" sapa alex datar. Tak ada yang berubah drastis dari alex hatinya masih di penuhi oleh nama sasha tapi yang berubah hanya kembalinya kebiasaan buruk alex.


"Mau menghabiskan malam denganku" Siska mencoba untuk kesekian kalinya menggoda alex namun yang di dapatkan adalah penolakan pahit.


"Masa lalu tetaplah masa lalu. Jangan habiskan waktumu untuk mengejarku karena aku tidak alan pernah bisa mencintaimu baik dulu, sekarang maupun dimasa yang akan datang" ucapan alex terdengar santai namun menusuk sampai ke jantung siska.


"Baiklah, Camkan ini baik-baik. Sasha tidak akan pernah kembali padamu karena lelaki sepertimu tidak pantas untuk dicintai" Siska membalas perkataan alex dengan perkataan yang tidak kalah menusuk.


Ucapan Siska membangkitkan kemarahan alex yang selama ini ia pendam, tanpa aba-aba alex mencengkram kuat leher Siska hingga membuat wanita itu meringis kesakitan. Siska mencoba melepaskan cengkraman tangan alex di lehernya dengan sekut tenaga.


"Dengarkan ini baik-baik, jangan pernah muncul lagi di hadapanku atau akan ku pastikan hidupmu tidak akan lama lagi jika kau berani muncul di depan mataku" ancaman alex kepada Siska. Lalu alex melepaskan cengkramannya di leher Siska dan meninggalkan siska yang sedang kesakitan begitu saja.


"Mengganggu ketenanganku saja" gumam alex lalu meninggalkan bar itu karena moodnya telah rusak. Alex memutuskan untuk kembali pulang ke rumah.


*****


Tok.... tok.... tok...


(Suara ketukan pintu)


Airin yang tengah berbaring di atas sofa menunggu kepulangan kakanya karena sejak kepergian sasha, alex menjadi tidak betah di rumah.


"Kakak" ucap airin melihat kakaknya pulang lebih awal. Meskipun jam sudah menunjukkan tengah malam tapi bagi airin ini pertama kalinya alex pulang lebih awal bahkan biasanya alex tidak pulang selama berhari-hari.


"Kenapa belum tidur sweety?" tanya alex kepada airin. Meskipun ia sedang frustasi tapi alex tetaplah alex, lelaki yang begitu menyanyangi airin, adiknya.


"Kakak, aku menunggu kepulanganmu" jawab airin dengan raut wajah sendu melihat sang kakak yang selalu rapi, tapi sejak kepergian sasha berubah menjadi lelaki yang tak lagi memperdulikan keadaannya. Kantung mata alex menandakan bahwa tak pernah lagi ada tidur yang nyenyak di setiap malam-malamnya.


"Tidurlah sayang, kakak sudah pulang" ucap alex kepada airin. alex lalu melangkahkan kakinya ke arah kamarnya meninggalkan airin yang masih menatapnya.

__ADS_1


"Kakak aku sudah membatalkan keinginanku" ucap airin yang membuat alex menghentikan langkah kakinya.


"Apa maksudnya?" tanya alex yang kebingungan dengan maksud ucapan airin.


"Aku ingin kakak hidup bahagia, aku sudah memutuskan untuk membatalkan perjodohan kakak dan naira" ucap airin yang membuat alex merasa semakin sedih.


"Terimakasih" ucap alex lalu melangkahkan kakinya kembali ke dalam kamarnya.


"Maafkan aku kak" guman airin dengan air mata yang mengucur deras karena ia sadar betul salah satu penyebab kehancuran hidup kakaknya adalah ia sendiri. Jika saja ia tidak memaksa alex untuk menerima naira mungkin saja sekarang sasha masih disini mendampingi alex dan bisa di pastikan kakaknya akan baik-baik saja.


*****


Alex kembali di hantui bayang-bayang sasha. Setiap sudut kamarnya seakan dipenuhi oleh bayangan sasha yang sedang tertawa dan menangis.


"Ahhhhh" teriak alex yang sudah tidak bisa mengendalikan pikirannya sendiri. Inilah alasan alex malas kembali ke rumah karena setiap kali ia di rumah bayangan sasha selalu menghantuinya.


Alex mendekati meja yang berada di sudut kamarnya lalu membuka salah satu laci dan mengeluarkan sebuah botol kecil.


"Selalu saja berakhir seperti ini" alex membuka botol itu dan mengeluarkan beberapa pil. Sejak kepergian sasha tak pernah ada tidur nyenyak bagi alex, untuk mengatasi itu alex membutuhkan beberapa pil penenang agar ia bisa tertidur pulas.


"Inilah akhir yang menyedihkan" alex lalu menutup kedua matanya


*****


Pagi menjelang.


Airin bangun lebih awal dari biasanya, ia ingin membuatkan sarapan untuk kakaknya. Airin berharap masakannya bisa membuat kesedihan alex berkurang meskipun itu rasanya mustahil. Tapi airin ingin menjadi adik yang berbakti pada kakaknya.


"Edora" sapa airin kepada seseorang yang tengah berkutat dengan peralatan dapur.


"Nona muda. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya edora


"Bolehkah aku membantu?" tanya airin balik.


"Tidak perlu nona, nanti nona bisa kelelahan" ucap edora menolak keinginan airin. Selama ini alex selalu memperdulikan alex karena ia tahu adiknya ini memiliki penyakit berat yaitu lemah jantung. Jika sampai adiknya itu marah atau sedih yang berlebihan itu bisa menyebabkan penyakitnya kambuh. Itu juga yang menjadi alasan alex menerima permintaan airin, agar ia menikahi naira sahabat adiknya.

__ADS_1


"Please" airin memohon kepada edora


"Baiklah tapi jika nona merasa kelelahan jangan di paksakan" ucap edora. Setelah cukup lama berkutat di dapur, akhirnya jadilah sarapan pagi ini.


"Aku bangunkan kak alex dulu, bibi tolong makanannya ditata di meja yah" ucap airin senang.


*****


Tok... tok... tok...


(airin mengetuk pintu kamar alex)


"Kak alex" airin memanggil alex dari luar kamarnya


"Kak alex" panggil airin lagi namun tidak juga mendapat balasan.


"Mungkin kak alex masih tidur" ucap airin lalu membuka pintu kamar alex


"Tuh kan masih tidur" ucap airin menghampiri alex yang tidur dengan tertelungkup. Airin kembali mencoba untuk membangunkan alex namun tidak mendapat respon juga. Muncul ke khawatiran di dalam diri airin melihat kakaknya masih belum juga bangun dari tidurnya. Airin akhirnya membalikkan badan alex dan saat ia melihat kakaknya airin benar-benar syok.


"Kakak" teriak airin dengan linangan air mata. Ia begitu terpukul melihat keadaan alex yang mengeluarkan busa dari sudut bibirnya dengan wajah yang membiru.


"Edora" panggil airin berlari menghampirinya yang masih berkutat di meja makan


"Ada apa nyonya?" tanya edora yang melihat airin berlari padanya dengan berlinang air mata


"Tolong kak alex" airin begitu histeris membuat edora kewalahan. Airin menarik edora ke kamar alex dan betapa terkejutnya melihat keadaan majikannya. Dengan bergegas edora menelpon ambulance dan alex pun dilarikan ke rumah sakit terdekat.


"Kakak harus bertahan, aku janji akan mencari kak sasha sampai ketemu. Tapi kakak harus janji padaku untuk tetap bertahan kakak" ucap airin kepada alex yang tidak sadarkan diri di dalam ambulance saat dalam perjalan ke rumah sakit


*****


"Sasha" teriak reva memanggil seorang wanita muda yang tengah duduk menikmati senja di sore hari di atas pasir putih


"Reva" teriak sasha antusias melihat kedatangan reva.

__ADS_1


Selama ini reva membohongi alex tentang keberadaan sasha. Reva yang membantu sasha melarikan diri ke tempat ini melalui perantara orang lain. Reva senang melihat keadaan sasha yang jauh lebih bahagia dari sebelumnya. Kini ia nampak segar, gemuk dengan perut buncitnya


__ADS_2