
Sasha sedang menikmati waktu santainya di rumah dengan menonton drama korea. Sasha layaknya anak kuliahan seusianya yang masih tergila-gila pada adegan romantis yang diperankan oleh para aktor dan aktris di dalam drama korea. Karena keasyikan menonton drama korea sasha tidak menyadari kehadiran alex.
"Siapa?" tanya, sasha meraba-raba tangan yang menutup kedua tangannya
"Ka alex yah" ucap sasha mengenali siapa pemilik tangan itu
Setelah alex melepaskan tangan yang di gunakannya untuk menutupi kedua mata sasha, lalu alex mencium kening sasha
"Aku ke kamar dulu untuk ganti baju" ucap alex yang di balas anggukan kepala oleh sasha.
*****
Alex telah selesai mengganti pakaiannya menjadi pakaian rumahan dengan kaos oblong dan celana cargo pendek yang semakin membuat sasha terposana.
"Kenapa pulangnya cepat sekali?" tanya sasha karena ini kali pertama dalam pernikahannya alex pulang sangat awal
"Aku merindukan istriku" jawab alex singkat
"Dasar tukang gombal" sasha memukul pelan bahu alex. Setiap perkataan alex selalu saja membawa pengaruh pada dirinya termasuk saat ini pipinya merona hanya karena sebuah kata rindu.
"Serius aku merindukanmu" alex kembali mencium kening sasha.
"Iya aku percaya pada suamiku ini" ucap sasha lalu mencubit gemes kedua pipi alex yang hanya di balas tawa renyah oleh alex.
kini kebahagaian alex telah lengkap hanya dengan sasha segala yang ada di dalam hidupnya menjadi lebih berwarna. Alex berharap pernikahannya tidak akn berujung mengenaskan seperti pernikahan kedua orang tuanya.
Alex kembali berkutat dengan pekerjaan kantornya sedangkan sasha melanjutkan tontonannya.
Terdengar suara ketukan pintu.
Tok....
tok.....
tok....
Karena edora sedang cuti kerja selama beberapa hari untuk mengunjungi keluarganya, sasha lah yang membukakan pintu
"Siska" ucap sasha dengan ekspresi wajah kebingungan.
Siska yang tidak terima atas pemutusan sepihak yang dilakukan alex terhadapnya memutuskan untuk membuntuti alex dan akhirnya sampailah dia disini di rumah alex dan sasha.
__ADS_1
"Ada apa kamu kesini?" tanya sasha dengan nada datar dan sedikit tatapan tidak suka dengan kedatangan siska. Walau bagaimana pun siska adalah orang ketiga dalam hubungannya dan tentu saja sasha tidak menyukai siska.
Tanpa aba-aba siska yang sedang di kuasai oleh amarah langsung mencekik sasha dan mendorongnya sampai sasha terhimpit dinding rumah.
"A.. pa yang kamu lakukan? tanya sasha terbata-bata karena kuatnya cengkraman siska dilehernya
"Hahaha jika aku tidak bisa memiliki alex maka kamu pun tidak bisa memilikinya" Siska mengambil sebuah pisau dari dalam tasnya dan menodongkan tepat di depan sasha
"kak alex" panggil sasha dengan suara yang nyaris tidak terdengar.
"Hahahaha aku akan membuat alex merasakan sakitnya di tinggalkan" ucap siska dengan tawa yang terdengar menakutkan. Siska menodongkan pisau yang berada di tangannya dan bersiap untuk menancapkannya di perut sasha.
Alex yang merasa aneh karena sudah beberapa menit sasha pergi untuk membuka pintu tapi sampai saat ini belum kembali. Alex pun memutuskan untuk menyusul sasha dan bertapa terkejutnya alex karena hampir saja sebuah pisau menancap di perut sasha jika tidak dengan segera alex memelintir tangan siska.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya alex dengan memelintir tangan siska kebelakang.
"Sakit lepaskan aku" siska memberontah dengan kuat dan tanpa sengaja pisau itu menggores lengan alex
"Ahhh" teriak alex kesakitan lalu merebut tangan yang berada di tangan siska dan membuangnya sembarangan
Melihat lengan alex yang bersimbah darah siska melarikan diri karena ketakutan sedangkan sasha panik dan khawatir langsung menghampiri alex dan menutup tangan alex yang sedang berdarah dengan kedua tangannya.
"Kak alex tidak apa-apa kan?" tanya sasha dengan berlinang air mata karena terlalu panik sasha menelpon andre.
*****
"Kenapa bisa seperti ini?" tanya andre yang langsung bergegas ke rumah alex.
"Siska marah dan tidaak terima aku memutuskannya secara sepihak lalu berniat mencelakai sasha untung saja aku datang tepat waktu" penjelasan alex
"Berhati-hatilah karena jangan sampai siska kembali mengulangi perbuatannya" andre memperingatkan alex
"Selesai" Rafael telah selesai menjahit luka di lengan alex
"Terimakasih" ucap alex
"Aku sudah meresepkan obat untukmu agar luka di lenganmu cepat pulih. Aku salut akhirnya kamu bisa mengambil keputusan. Kalau begitu aku harus segera kembali bertugas" rafael merasa bangga atas keputusan alex untuk meninggalkan siska selingkuhannya meskipun kini iya harus mengalami cedera tapi itu lebih baik daripada terlalu lama membiarkan siska dalam ketidakjelasan.
"Aku juga harus kembali ke kampus jaga diri kalian baik-baik" andre juga pamit untuk kembali melanjutkan tugasnya sebagai dosen
Andre dan rafael berjalan keluar rumah dengan di antarkan oleh sasha.
__ADS_1
"Hati-hati di jalan" ucap sasha
"Sasha kamu harus ikut ujian susulan di ruang dosen kalau tidak terpaksa kamu harus mengulang mata kuliah saya semester depan" andre kembali bersikap layaknya seorang dosen sedangkan sasha hanya terdiam melihat kepergian mereka
"Dasar dosen killer" teriak sasha saat mobil yang di kendarai andre dan rafael telah menjauh.
Sasha masuk ke dalam rumah dan langsung menghampiri alex.
"Kak alex disini saja aku akan segera ke apotik untuk membeli obat" ucap sasha. Saat sasha hendak melesat pergi alex menahan tangannya dengan sedikit tarikan sasha terduduk di samping alex.
"Tidak perlu aku sudah menugaskan rei untuk membeli obat yang di resep kan oleh rafael" penjelasan alex
"Kalau begitu kak alex disini saja yah, aku akan menyiapak makanan untuk kak alex" ucap sasha
"kan ada edora" balas alex
"Edora sedang pulang ke rumah keluarganya. Karena sebentar ada keluarganya yang akan melaksanakan acara pernikahan" penjelasan sasha
"ohh seperti itu" balas alex dengan mengangguk-angguk kan kepalanya
"Aku ke dapur dulu untuk menyiapkan makanan untuk kak alex supaya kalau obatnya sudah ada kak alex langsung makan dan minum obat okey" ucap sasha yang di balas anggukan tanda setuju oleh alex
*****
Sasha sedang sibuk memasak makanan untuk alex lalu terdengar lagi suara ketukan pintu
Tok.....
tok.....
tok.....
Dengan hati-hati sasha berjalan ke arah pintu lalu mengintip dari jendela untuk memastikan apakah itu siska atau bukan.
"Haaa rei" sasha menghembuskan nafas lega mengetahui yang mengetuk pintu rumah mereka adalah rei
"Rei" ucap sasha setelah membukakan pintu untuk rei
"Ini obatnya nyonya" ucap rei menyerahkan sebuah kantongan yang berisi obat
"Terimakasih rei" balas sasha
__ADS_1
"Kalau begitu saya harus kembali ke kantor untuk mengajarkan tugas yang telah di berikan tuan alex untu saya" ucap rei sebelum meninggalkan rumah tuannya.