
Reva kini kembali ke tempat menunggu di depan ruangan alex, ia mencoba untuk tidak memperlihatkan wajah sedih dan terlukanya kepada Airin yang duduk bersebarangan dengannya.
"Kak andre" panggil airin yaang melihat andre datang dengan membawa sebuah kantongan yang di yakini reva adalah sebuah camilan dan minuman
"Ini camilan dan minumannya, kamu pasti haus dan laparkan" andre menghampiri airin lalu memberikannya kantongan yang ia bawa. Mereka berdua tampak menikmatinya tanpa menawarkan nya kepada reva yang sebenarnya saat itu ia juga lapar namun tidak memiliki sepeserpun uang. Karena ia terburu-buru sehingga lupa membawa tas dan dompetnya.
"Maaf aku tadi ke rumah dulu untuk membersihkan diri" tiba-tiba saja terdengar suara dari arah lorong yang ternyata adalah suara andra
"Reva kok kamu tidak gabung sama kak andre dan airin?" tanya andra yang melihat duduk seorang diri termenung sedangkan andre dan airin duduk di seberangnya dengan camilan dan minuman yang sedang mereka nikmati.
"Dia bukan kekasihku lagi" ucapan frontal keluar dari bibir andre yang membuat reva sesak tapi ia berusaha untuk tampak baik-baik saja.
"Iya benar kata kak andre" ucap reva yang membuat suasana seketika hening.
"Ya sudah aku tahu kamu pasti belum makan kan va, dan aku bawa makanan untukmu" ucap andra mencoba meredam suasana yang terasa memanas
"Tidak, aku sudah kenyang" jawab reva yang merasa tidak enak pada andra karena keadaan ini
"Jangan coba membohongiku" ucap andra lalu mengambil sebuah roti dan memberikannya kepada reva
"Terimakasih" reva menerima pemberian andra dengan senyum manisnya
"Sama-sama tuan puteri" ucap andra lalu tanpa sadar ia menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah reva lalu mengelus kelopak mata reva untuk menghapus sisa-sia air mata yang belum mengering.
Perlakuan andra tentu saja tidak luput dari perhatian andre yang mulai memanas.
"Kak andre ada apa?" tanya airin yang melihat andre meremas kuat botol minuman yang berada di tangannya
"Ehhh... tidak apa-apa" jawab andre yang mencoba untuk menampakkan mimik wajah biasa saja padahal sebenarnya hatinya terbakar oleh rasa cemburu.
*****
Sasha masih Setia menemani alex yang terbaring tidak sadarkan diri di atas ranjang rumah sakit.
"Kak alex harus sembuh, aku akan selalu mendampingimu" ucap sasha tepat di telinga alex. Sasha kemudian mendudukan diri dan membenamkan wajahnya di tempat alex berbaring tidak sadarkan diri.
"Sayang" ucap seseorang.
"Apa karena terlalu bersedih makanya aku mendengar suara suamiku. Apa aku terlalu merindukannya" ucap sasha dalam tangisnya
__ADS_1
"Heii... jangan bersedih" sebuah tangan membelai kepalanya membuat sasha akhirnya tersadar bahwa ia tidak sedang berhalusinasi
"Kak alex" ucap sasha sambil mendongak tidak percaya saat melihat suaminya kini sedang membelai kepalanya. Tanpa aba-aba sasha langsung memeluk erat alex.
"Aku tidak bisa bernafas sayang" ucap alex pelan yang membuat sasha melepaskan pelukannya.
"Maaf kak" ucap sasha dengan wajah yang sumringah
"Aku panggilkan dokter dulu kak" dengan antusias sasha berlari ke depan ruangan alex
"Ada apa sa?" tanya mereka (Airin, Andre dan Andra) serentak karena takut terjadi sesuatu yang buruk kepada alex.
"Kak alex sadarkan diri" ucap sasha kegirangan
"Kak alex" Airin langsung berlari memasuki ruangan kakaknya
"Syukurlah akhirnya alex sadarkan diri" ucap andre merasa senang karena ia telah membawa orang yang tepat untuk alex
"Aku mau mencari dokter dulu" ucap sasha hendak berlalu pergi tapi andra langsung menahan tangannya
"Biar aku saja, Kak alex pasti ingin di temani oleh kamu" ucap andra berlalu untuk mencari dokter yang menangani alex
"Ayo kita masuk ke dalam kak andre, reva" sasha mengajak mereka untuk melihat keadaan alex yabg telah sadarkan diri.
*****
"Hello bro" sapa andre kepada alex
"Terimakasih kak" ucap alex dengan suara yang masih parau
"Untuk?" tanya andre yang merasa kebingungan atas ucapan terimakasih dari alex
"Karena telah membawa kembali istri dan calon anakku" ucap alex tulus yang membuat hati sasha menghangat.
"Itulah tugasku sebagai kakakmu" ucap andre merasa senang
"Sa, maaf untuk semua kesalahan yang ku lakukan di masa lalu. Aku berjanji akan berubah untukmu dan anak kita" Alex begitu tulus ingin berubah karena cukup dua kali ia menyia-nyiakan istrinya. Jika sampai ia kehilangan sasha mungkin hidupnya akan hampa selamanya .
"Aku memaafkanmu" ucap sasha dengan suara yang bergetar dan hati yang menghangat mendengar kata maaf yang terlontar begitu tulus dari bibir suaminya
__ADS_1
"Terimakasih banyak untuk semua penerimaan mu" ucap alex sambil menjulurkan tangannya ke arah sasha lalu sasha menghampiri alex dan mereka berpelukan mesra dan erat. Alex bahkan tak henti-hentinya menciumi wajah sasha untuk melepas semua kerinduannya yang selama ini harus tahan karena terpisah oleh jarak.
"Lebih baik aku keluar" andra meninggalkan ruangan rawat alex
"Aku ikut" reva pun menyusul andra keluar
"Kakak tidak ingin memelukku" tiba-tiba saja airin membuka suara untuk memecah keheningan
"Kemarilah sweety" panggil alex kepada airin
"Maafkan aku kak" ucap airin kepada alex yang kin tengah memeluk adik kesayangannya itu
"Maaf untuk apa sweety?" tanya alex sambil mengusap air mata airin yang mengalir deras
"Untuk semua kesalahan yang ku perbuat kak, karena aku telah merusak hubungan kakak dan kak sasha" ucap airin dalam tangisnya
"Sweety kamu tidak perlu minta maaf karena kak tidak pernah marah, dendam bahkan benci kepada adik kesayangan kakak ini" ucap alex sambil mencubit gemas pipi airin
"Hehehe... terimakasih kak" airin tertawa meskipun tangisnya belum terhenti.
"Aku mencintai kalian berdua" ucap alex sambil menatap airin dan sasha bergantian.
"Kami juga mencintaimu" ucap sasha dan airin bersamaan. Tawa menghiasi ruangan alex sampai tibalah dokter yang menangani alex
"Permisi nona-nona dan tuan, bisakah saya memeriksa keadaan pasien?" tanya sang dokter kepada mereka bertiga
"Tentu saja boleh" jawab andre lalu mereka bertiga meninggalkan alex untuk di periksa dokter.
*****
"Hahaha" tawa reva pecah karena bercandaan andra. Andre yang saat itu baru saja keluar dari ruang perawatan alex bersama dengan airin dan sasha merasa kesal karena kedekatan adiknya dan reva wanita yang masih di cintainya
"Kamu cantik jika tertawa" ucap andra yang membuat reva tersipu malu, sedangkan andre merasa ada api yang membara di dalam dadanya yang membuat dadanya serasa panas dan sesak.
"Apa yang membuatmu tertawa begitu lepas?" tanya sasha yang melihat reva tampak begitu bahagia tidak seperti waktu mereka baru datang ke rumah sakit ini
"Kepo, ini rahasia kami berdua. Iyakan?" ucap andra kepada reva yang di balas anggukan oleh reva
"Kekanak-kanakan" ucap andre sinis
__ADS_1