Suami Arogan

Suami Arogan
Permohonan maaf Airin


__ADS_3

Airin masih histeris pikirannya benar-benar kacau karena ia menduga bahwa alex tidak terselamatkan.


"Kak alex" airin masih berteriak histeris saat ia sadar dari pingsannya.


"Rin, kak alex baik-baik saja" andre mencoba menenangkan airin tapi sayangnya airin tidak mendengarkan perkataan andre, ia tenggelam dalam pemikirannya sendiri.


"Kak alex" Airin tak henti-hentinya memanggil nama alex.


"Plakkkkk"


Sebuah tamparan menyadarkan airin dari rasa syoknya dan menariknya kembali kedunia nyata


"Heii dengarkan kak andre, alex masih hidup" setelah airin sadar karena tamparan darinya, andre langsung memegang kedua pipi airin dan menatap matanya dan mulai berbicara dari hati ke hati.


"Kak alex benar-benar masih hidupkan?, kak andre tidak sedang membohongiku" airin bertanya kepada andre yang di balas oleh andre dengan anggukan kepala untuk menyakinkan airin.


Airin langsung memeluk andre dan mengucap beribu syukur dalam hatinya atas kebaikan tuhan padanya dengan masih memberikan kakaknya kesempatan untuk bertahan hidup


"Aku mau melihat kak alex dan menemaninya " airin ke ruangan kakaknya


"Kamu yakin sudah baikan?" tanya andre yang masih khawatir jika airin kembali jatuh tidak sadar kan diri.


"Iya kak, aku mohon" airin memohon kepada andre.


"Baiklah ayo kita ke ruangan alex" akhirnya andre mengiyakan keinginan airin. Andre mengendong airin lalu mendudukannya di kursi roda. Andre mendorong kursi roda yang di duduki airini dengan Andra yang mengikuti mereka dari belakang.


*****


Malam ini begitu berbeda dari malam biasanya. Sasha benar-benar tidak bisa menikmati tidur lelapnya. Hati dan pikirannya selalu saja tertuju pada sang suami.


"Sasha kamu kok belum tidur juga? ini sudah tengah malam loh" tanya reva yang terbangun karena terganggu oleh sasha yang banyak gerak.


"Maaf ya va, kamu tidur lagi aja aku mau ke dapur dulu" sasha meninggalkan reva ke dapur. Sasha meminum segelas air untuk menenangkan hatinya yang begitu gelisah tapi ia tidak mengerti kenapa daan mengapa ia gelisah.


"Semoga semuanya baik-baik saja" sasha berharap tak ada kejadian buruk yang terjadi.


*****


Kini airin sudah berada di ruangan alex

__ADS_1


"Kak airin mohon bertahanlah untuk airin" airin menggenggam tangan alex, ia berharap alex mampu mendengar ucapannya.


"Kami akan selalu berada di sisimu kak alex" ucap andra kepada alex yang berbaring tidak sadarkan diri


"Aku akan membawa sasha kembali ke sisimu" ucap andre yang membuat ia seketika menjadi pusat perhatian airin dam andra


"Kakak mengetahui keberadaan kak sasha?" tanya airin yang mulai mencurigai andre


"Apa betul yang di katakan airin?" tanya andra yang juga mulai memojokkan andre.


"Iya, aku kakak tahu" ucap andre yang membuat airin langsung memukul dada andre dengan emosi yang meluap.


"Kak andre jahat" teriak airin di dalam ruang perawatan alex. Seketika pula andre langsung menyeret airin keluar dari ruangan alex. Meskipun mengalami penolakan dari airin tapi akhirnya andre berhasil mengeluarkan airin dari ruang alex.


"Kak andre benar-benar keterlaluan" air mata airin yang tadi sempat terhenti kini mengucur deras kembali. Ia tidak menyangka andre tega membohongi mereka selama ini.


"Kak andre hanya berniat membuat alex dan kamu menyadari kesalahan kalian kepada sasha" penjelasan andre


"Tapi kakak membuat kak alex sekarat" ucap airin mulai menyalahkan andre.


"Kakak benar-benar kejam" andra juga memojokkan andre. Karena tidak terima di pojokkan akhirnya andre buka suara


"Kenapa diam haaa?" teriak andre semakin marah tapi airin masih diam membisu dengan isak tangisnya


"Kamu dan alex menyiksa sasha padahal kalian tahu ia sedang mengandung anak alex dan asal kamu tahu apa yang di terima kakak mu tidak sebanding dengan penderitaan sasha" emosi andre benar-benar sudah tak terbendung, selama ini ia memilih diam tapi ia tidak terima jika di pojokkan.


"Sudahlah kak, kasian airin kak" ucap andra yang tidak tega melihat airin yang ketakutan dan terintimidasi oleh andre.


"Maaf" andre hanya mengucapkan maaf dan memilih mendudukkan diri di sebuah kursi untuk menenangkan dan meredam emosinya.


"Aku akan menjemput sasha sekarang" andre hendak melenggang pergi meninggalkan airin dan andra.


"Kak andre" teriak airin ketika andre hendak berbelok lorong selanjutnya


"Ada apa?" tanya andre tanpa membalikan badannya


"Izinkan aku ikut bersamamu" airin meminta kepada andre untuk mengizinkannya ikut menjemput sasha


"Tidak perlu, takutnya sasha tidak menerima kedatanganmu" andre menolak keinginan airin

__ADS_1


"Kak, airin mohon" Airin berlari kearah andre dan bersimbuh sambil memeluk kakinya memohon agar ia di beri kesempatan untuk bertemu sasha dan menebus kesalahannya kepada sasha.


Andre melihat tekad yang begitu kuat dari airin dan kesungguhan yang terpancar dari mata airin. Akhirnya andre mengizinkan airin untuk imut bersama menjemput sasha


*****


Sasha yang akhirnya bisa terlelap harus kembali terjaga ketika mendengar suaraku ketukan pintu


"Siapa yang bertamu tengah malam begini?" tanya sasha yang melihat jam menunjukkan waktu tengah malam.


"Sasha" andre memanggil nama sasha ketika beberapa kali mengetuk pintu tapi tidak ada yang merespon.


"Tunggu" ucap sasha yang berjalan ke arah pintu


"Seperti suara kak andre" ucap sasha lagi yang sudah mengenali suara andre.


"Kak andre, airin" ucap sasha yang kebingungan melihat andre datang dengan airin adik dari suaminya.


"Kak sasha maafkan aku" begitu sasha membuka pintu untuk mereka, airin langsung bersimpuh dan memohon maaf kepada sasha.


"Ada apa ini?" tanya sasha kebingungan dengan tingkah airin itu.


"Bangun airin" andre mencoba membuat airin berdiri dan tidak bersimpuh di depan sasha.


"Airin bangun" sasha mencoba membangunkan airin dengan memegang kedua bahu airin dan membantunya berdiri.


"Kak maafkan aku dan kak alex" airin langsung memeluk sasha dengan linangan air mata penyesalan


"Maaf untuk apa rin?" tanya sasha.


"Karena aku dan kakak ku sudah melukai hati kak sasha" penjelasan airin.


"Iya, aku sudah melupakan semuanya" ucap sasha karena tidak tega melihat mata airin yang bengkak karena tangis. Sejujurnya sasha penasaran kenapa airin sampai bersujud memohon maafnya.


"masuk dulu kak andre, rin. Angin malam tidak baik untuk kesehatan" sasha mempersilakan mereka masuk.


"Sebenarnya apa maksud dan tujuan kak andre dan airin mendatangiku tengah malam begini?" tanya airin penasaran


"Sasha, kak andre butuh bantuanmu" ucap andre

__ADS_1


"Bantuan apa kak?" tanya sasha yang membuat andre terdiam sejenak sambil menatap airin. Belum sempat andre mengutarakan maksudnya reva tiba-tiba saja mengganggu percakapan mereka bertiga


__ADS_2