
Setelah beberapa menit menunggu dokter alika mempersiapkan segala keperluan untuk USG inilah saat kandungan sasha akan di USG.
"Karena ini adalah awal kehamilan jadi kita belum bisa memastikan jenis kelaminnya tapi kita bisa mengetahui perkembangan janinnya" penjelasan dokter alika. Sasha dan alex hanya mengangguk tanda paham akan penjelasan dokter alika
"Silahkan berbaring nyonya di atas ranjang" ucap dokter alika kepada sasha. Sasha langsung membaringkan badannya di atas ranjang rumah sakit. Setelah sasha berbaring, dokter alika lalu mengangkat baju sasha sedikit sampai di bawah pay*d*r* lalu mengoleskan sesuatu di atas perut sasha yang sasha sendiri tidak tahu apa namanya. Setelah itu dokter alika mengambil sebuah alat yang di letakkan di atas perutnya dan di gerakan di atas perutnya.
"nyonya silahkan lihat ke arah monitor, itu adalah janin nyonya, perkembangannya baik dan tidak ada masalah apapun" ucap dokter alikan menunjuk sebuah bulatan yang ada di layar monitor
"Wah... lucu yah dok" ucap sasha haru karena in pertama kalinya ia melihat janinnya meskipun hanya lewat USG
"Perhatikan baik-baik nyonya, disitu ada dua bulatan yang berdempet itu artinya nyonya akan memiliki bayi kembar" penjelasan dokter alika yang membuat sasha semakin merasa haru
"Benarkah seperti itu dok?" tanya sasha yang di balas anggukan oleh dokter alika.
"Kak alex" panggil sasha ke alex yang sedari tadi hanya sibuk berkutat dengan hpnya. Mendengar panggilan sasha, alex langsung menatap sasha yang tampak kegirangan
"Ada apa dengan dia?" tanya alex dalam hati.
"Tuan kemarilah" panggil dokter alika yang mau tidak mau alex harus mengahampiri sasha dan dokter alika karena ia tidak mau menunjukkan rasa tidak pedulinya pada sasha di depan dokter alika
"Lihatlah ke layar monitor perhatikan dua bulatan kecil itu, itulah calon anak nyonya dam tuan" penjelasan dokter alika kepada alex. Alex menatap sasha yang menganggukkan kepalanya antusias, alex lalu menatap layar monitor itu
"Kenapa bisa ada dua dok?" tanya alex yang melihat dua bulatan kecil di rahim sasha
"Itu karena tuan akan memiliki dua anak sekaligus" jawab dokter alika dengan senyum yang merekah. Mendengar ucapan dokter alika membuat dada alex sedikit bergetar haru. Ada rasa tidak percaya bahwa ia akan menjadi seorang ayah.
"Lalu apa jenis kelamin anak saya?" tanya alex penasaran
"Untuk saat ini kita belum bisa mengetahui jenis kelaminnya" penjelasan dokter alika
"Lalu kapan saya bisa mengetahui jenis kelamin anak saya dok?" tanya sasha yang begitu antusias atas kehamilannya.
"Pada saat kehamilan nyonya sudah memasuki trimester kedua atau saat janin ibu sudah berusia 18 sampai 21 minggu" penjelasan dokter alika. Sasha dan alex hanya menganggukkan kepalanya tanda. mengerti.
"Ibu sudah bisa duduk dam saya akan memberikan resep pengungat kandungan" ucap dokter alika. Akhirnya USG telah selesai kini sasha dan alex sudah dalam perjalan pulang ke rumah.
__ADS_1
Dalam perjalanan pulang sasha tak henti-hentinya memandangi foto usg yang di berikan dokter alika dengan wajah sumringah dan senyum yang tak pernah pudar. Alex yang melihat hal itu, merasa senang dan bahagia.
"Kenapa melihatnya tersenyum bahagia dadaku bergemuruh hebat dan terasa tentram" tanya alex yang bingung karena tiba-tiba saja rasa marahnya meredam melihat sasha begitu bahagia.
"Kamu lapar?" tanya alex sedikit canggung karena ini pertama kalinya lagi ia yang memulai membuka pembicaraan. Sasha yang mendengar pertanyaan alex, langsung menatap alex dan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah kita akan ke resto terdekat yang berada di wilayah ini" alex melajukan mobilnya menuju resto terdekat.
*****
Kini alex dan sasha sudah berada di salah satu resto yang terkenal dengan makanan yang lezat dan sehat.
"Pelayan" panggil alex. Alex dan sasha sudah berada di salah satu meja di resto itu dan bersiap untuk memesan makanan.
"Ini menunya tuan, nyonya" pelayan memberikan buku menu kepada alex dan sasha
"Tolong sajikan saja menu sehat yang cocok untuk ibu hamil kepada istri saya" ucap alex kepada pelayan itu. Sasha merasa terharu dan senang karena alex memperhatikannya.
"Terimakasih nak kehadiranmu merubah segalanya" ucap sasha dalam hati sambil mengelus lembut perutnya
"Bawakan saja steak untukku, cukup itu saja" ucap alex. Pelayan itu pun pergi meninggalkan mejanya untuk menyiapkan pesanannya.
"Tidak usah geer, aku hanya tidak ingin anakku kekurangan nutrisi" ucap alex datar.
"Iya aku paham" ucap sasha sedikit kecewa karena sudah terlalu percaya diri tapi ternyata semua hanya demi anaknya bukan karena peduli pada sasha.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya pesanan mereka pun disajikan di atas meja.
"Silahkan dinikmati" ucap sang pelayan.
Sasha dan alex sedang menikmati makanan yang telah di sajikan. Tiba-tiba saja ponsel alex berdering menandakan ada panggilan masuk. Alex langsung menghentikan kegiatannya dan berjalan menjauh mengangkat teleponnya. Setelah selesai mengangkat teleponnya alex kembali ke meja mereka.
"Aku harus pergi sekarang" ucap alex yang membuat sasha seketika terdiam
"Makanannya sudah ku bayar, pulanglah menggunakan taxi" ucap alex lalu meninggalkan sasha begitu saja. Sedangkan sasha hanya bisa menerima semua perlakuan alex tanpa bisa protes sedikitpun.
__ADS_1
Rintik hujan pun jatuh membasahi permukaan bumi seakan-akan mengerti kesedihan yang sasha alami.
Setelah selesai menyatap makanannya, sasha hanya menunggu ada taxi yang lewat di depan resto. Hujan deras menghalangi langkahnya, angin bertiup sangat kencang hingga menembus sampai ke kulit sasha.
"Sasha" teriak seseorang yang menghentikan laju mobilnya di depan resto itu
"Reva, kak andre" ucap sasha saat melihat sahabatnya
"Apa yang kamu lakukan disini?, inikan sedang hujan deras" tanya reva setelah ia turun dari mobil dan menghampiri sasha yang berdiri seorang diri di depan resto itu
"Aku sedang menunggu taxi" jawab sasha
"Bagaimana kalau kamu ke rumahku saja dulu?" tanya reva lagi
"Aku takut merepotkan kalian" ucap sasha merasa tidak enak pada reva karena sejak dulu ia selalu merepotkan sahabatnya itu
"Tidak ada penolakan" ucap reva lalu menarik tangan sasha agar mengikutinya memasuki mobil kak andre.
Sasha, reva dan andre menuju ke rumah reva dengan menggunakan mobil yang dikemudikan oleh andre.
"Kamu dari mana sa?" tanya reva penasaran kenapa bisa sahabatnya itu sendirian di sebuah resto
"Aku dari rumah sakit memeriksakan kandunganku" jawab sasha
"Lalu apa yang dikatakam dokter?" tanya reva antusias
"Ini" sasha menyerahkan selembar foto yang diberikan oleh dokter alika. Reva dan andre memperhatikan foto itu dengan ekspresi kebingungan.
"Apa artinya foto ini?" tanya andre yang di balas gelengan oleh reva karena ia juga tidak mengerti
"Kalian akan menjadi tante dan om dari twins" jawab sasha
"Maksudnya" tanya andre dam reva yang belum juga mengerti
"Mereka kembar" jawab sasha antusias. Reva dan andre langsung berteriak kegirangan mengetahui janin dalam kandungam sasha ternyata kembar.
__ADS_1
"Selamat sa" ucap reva haru