
Sasha sedang sibuk menyirami tanaman bunga yang berada di belakang rumah. Sejak menikah dengan alex inilah salah satu kegiatan rutinnya di sore hari, sasha sangat menyukai bunga terutama bungan mawar. Meskipun berduri tapi ia tetap memancarkan kecantikannya dan tak sembarang orang bisa menyentuhnya itu benar-benar melambangkan kepribadiannya.
"Sayang kemarilah" panggil alex yang sedang duduk di bangku yang berada tepat di belakang sasha.
"Kak alex, sejak kapan kak alex ada disini?" tanya sasha malu karena ternyata ia sedang diperhatikan oleh suaminya tanpa ia sadari.
"Sejak istri cantikku ini asyik bersenandung" jawab alex menggoda dengan mengeringkan sebelah matanya. Sasha tersipu malu lalu duduk di samping alex
"Ada apa kak?, sepertinya ada hal penting?" tanya sasha penasaran
"Kamu mau kan menemani suamimu ini ke acara jamuan makan malam temanku yang baru saja kembali dari Jepang?" tanya alex
"tentu saja aku mau" jawab sasha antusias karena ini artinya alex benar-benar sudah mencintainya.
"Kak alex mulai memperkenalkanku kepada teman-temannya" ucap sasha dalam hati
"Sayang kenapa melamu?" tanya alex yang melihat sasha sedang memikirkan sesuatu
"Hehehe tidak apa-apa kak, aku hanya merasa bahagia saja karena kak alex mau mengajakku ke acara teman kakak" jawab sasha senang
"Kapan acaranya kak?" tanya balik sasha
"Malam ini di kediaman temanku" jawab alex
*****
Sasha malam ini tampil cantik dengan long dress dengan rambut yang dibiarkan tergerai dan polesan make-up tipis membuatnya sangat anggun dan mempesona sedangkan alex menggunakan tuxedo yang membuat ketampanannya semakin tak terkalahkan.
"Kamu cantik sekali sayang" alex memeluk sasha dari belakang dan memberikan kecupan lembut di bahu sasha
"Suamiku ini juga tidak kalah tampan dengan lee minho" puji sasha
Alex mengeluarkan sebuah kalung bertahta berlian dari dalam saku celananya"
"Aku pasangkan yah" alex memasangkan kalung itu dileher putih mulus dan jenjang milik sasha
"Kalungnya cantik sekali" sasha berbalik dan menatap alex sejenak lalu beralih ke kalung yang melekat Indah di lehernya
"Kamu suka sayang?" tanya alex mengelus-elus pelan rambut sasha. sasha mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan alex
"Ayo kita berangkat tuan Putri" alex mengaitkan tangan sasha dilengannya
*****
Sasha dan alex memasuki ruangan acara yang dihadiri oleh para pengusaha-pengusaha sukses yang merupakan klien dari sang pemilik acara (rekan bisnis) .
__ADS_1
"Alex" tegur salah satu pengusaha yang merupakan rekan bisnis alex
"Pak devon" alex dan pak devon sibuk bercengkrama tentang bisnis sedangkan sasha hanya diam karena sama sekali tidak mengerti topik pembicaraan mereka.
"Maaf pak alex, ini siapa pak alex?" tanya pak devon yang pandangannya beralih pada wanita yang mengaitkan tangannya di lengan alex
"Perkenalkan pak devon, dia istri saya" alex mempersilahkan sasha untuk menperkenalkan diri
"Sasha alexander adriawan" sasha mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan pak devon
"Devon ardiutama" devon menjabat uluran tangan sasha
"Kalau begitu saya menemui pemilik acara dulu pak devon" ucap alex
"Silahkan pak alex" devon mempersilahkan sasha dan alex menemui sang pemilik acara.
Sasha dan alex menghampiri seorang pria yang tengah sibuk berbincang-bincang dengan para tamu undangan
"Pak Adiyatama" Panggil alex yang membuat sasha membeku di tempat menunggu seseorang yang di panggil oleh suaminya berbalik
"Mana mungkin ia tama" ucap sasha dalam hati.
Sesorang yang di panggil alex dengan nama adiyatama itu pun berbalik membuat sasha membeku di tempat seakan kakinya tak lagi berpijak untung saja ada lengan alex yang melingkar di pinggangnya untuk menopangnya
"Sayang ada apa?" tanya alex
"Pak adiyatama perkenalkan ini istri saya sasha alexander andriawan" alex memperkenalkan sasha ke tama
"Perkenalkan saya adiyatama" ucap tama memperkenalkan diri dengan tatapan yang sangat sulit di jelaskan
"Kak alex, aku ke toilet dulu" Izin sasha ke toilet
"Apa perlu di temani" tanya alex mengusap bahu sasha
"Tidak perlu kak" ucap sasha menyakinkan alex bahwa ia bisa sendiri
*****
"Kak tama sudah kembali dari Jepang" ucap sasha
"Aku harus bilang apa ke kak tama?" tanya sasha frustasi
Adiyatama adalah kekasih sasha sebelum resmi menjadi istri alex. Sasha memutuskan kontak dengan tama sejak ia tahu tentang perjodohannya dengan alexander revano.
Kini mereka kembali di pertemukan dalam keadaan dan situasi yang tidaka sama lagi. Sasha sadar ia adalah seorang istri dan mustahil baginya untuk bisa berhubungan baik lagi dengan tama meskipun hanya sebatas teman.
__ADS_1
"Sudahlah aku kembali ke dalam saja, jangan sampai kak alex khawatir karena aku terlalu lama" sasha memutuskan untuk kembali memasuki ruangan acara ia takut membuat suaminya khawatir.
*****
"Kenapa lama sekali sayang" tanya alex sedikit khawatir
"Tadi aku memperbaiki riasanku dulu kak" jawab sasha sekenanya
"Kalau begitu kamu disini dulu yah, aku harus menemui seseorang" ucap alex meninggalkan sasha dengan tama
"Apa kabar?" tanya tama yang membuat sasha semakin kebingungan harus menjawab apa. pertanyaannya sederhana tapi entah mengapa lidah sasha keluh.
"Kabar baik" jawab sasha canggung
"Jadi kekasihku kini menjadi istri rekan bisnisku" ucap tama penuh penekanan
"Kak tama" ucap sasha yang merasa bersalah pada tama
"Apa yang membuatmu berpaling dari?" tanya tama dengan nada datar
"Kak tama, aku minta maaf telah menyakitimu" sasha hanya mampu mengucapkan kata maaf
"Hahaha apakah semudah itu bagimu mengucapkan kata maaf?" tanya tama semakin menyudutkan sasha
"Maaf" sasha menundukan kepalanya sebagai tanda penyesalan karena telah menyakiti tama
"Empat tahun kebersamaan kita ternyata berakhir seperti ini. Aku tidak menyangka sasha wanita yang begitu ku banggakan dan sangat ku cintai ternyata menyakiti ku dengan cara yabg tidak terduga" ucap tama frustasi
"Kak tama aku tidak bermaksud.." belum selesai sasha mengucapkan apa yang ingin dikatakannya tama sudah terlebih dahulu memotongnya
"sudahlah lupakan saja" ucap tama berlalu meninggalkan sasha begitu saja
Tanpa terasa air mata sasha menetes begitu saja. Perih rasanya ketika melihat orang yang pernah begitu kita cintai membenci kita hanya karena kesalahan yang tidak kita sengaja
"Maafkan aku, kak tama" air mata sasha menetes menatap punggung tama yang mulai menjauh
"Ada apa sayang?" tanya alex
"Tidak apa-apa kak, aku hanya kelilipan saja" ucap sasha mencari alasan agar alex tidak curiga padanya
"Ya sudah kalau begitu kita pulang saja, istriku ini pasti sudah kelelahan" alex mengajak sasha berpamitan ke tama sebelum pulang
"Pak tama terimakasih atas undangannya, kami permisi pulang dulu pak" ucap alex pamit sedangkan sasha hanya menundukkan pandangannya tidak sanggup untuk menatap tama
"Terimakasih pak alex sudah menghadiri acara saya" ucap tama lalu mereka berjabat tangan sebelum alex dan sasha pulang
__ADS_1
Saat mereka berbalik hendak pulang tiba-tiba saja tangan tama menggenggam tangan sasha yang membuat sasha terhenti sejenak, sebelum akhirnya sasha melangkahkan kakinya yang membuat genggaman tangan tama perlahan lepas.