
Sasha meninggalkan tama yang masih tersungkur untuk mengejar alex yang berjalan ke arah mobil dan meninggalkan acara yang masih berlangsung.
"Kak alex" sasha terus berlari mengejar alex yang semakin menjauh.
"Stop" ucap naira menghentikan langkah sasha
"Ada apa?" tanya sasha
"Tidak perlu mengejar kak alex biar aku saja yang menenangkannya" ucap naira lalu berjalan menyusul alex, melihat hal itu sasha tidak tinggal diam.
"Auuu" aduh naira karena sasha menabrak bahunya sehingga ia sedikit terjengkang.
"Sorry" ucap sasha yang sempat terhenti sejenak lalu berbalik menatap naira dengan pandangan sinis dan mengejek, lalu sasha berlari lagi mengejar alex.
"Ahh sial, awas saja kamu akan ku buat kak alex menjadi milikku" ucap naira kesal lalu berlari lagi mengejar sasha dan alex
Alex sudah sampai di tempat mobilnya di parkir, saat akan memasuki mobilnya sasha langsung menarik tangan alex
"Kak alex dengarkan penjelasanku dulu" ucap sasha memohon agar alex mau mendengarkannya.
"Apa lagi yang harus ku dengar" ucap alex datar dan menatap sasha jijik.
"Apa yang kak alex lihat tidaklah seperti kenyataannya kak" ucap sasha berusah menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
"Hahaha apa kamu menganggap aku bodoh haaaa" teriak alex disertai tawa hambar yang membuat nyali sasha seketika menciut.
"Ta..pi.." belum selesai sasha bicara alex kembali memotong perkataannya
"Tidak usah banyak bicara, apa yang dilihat oleh mataku itulah yang ku percayai" ucap alex tegas. Alex memasuki mobilnya dan bersiap untuk pergi meninggalkan tempat parkir itu tapi sasha menghadang mobilnya.
"Tabrak saja aku" ucap sasha menantang alex.
"Kak alex tidak mungkin tega menyakiti aku" ucap sasha dalam hati. Namun di luar dugaan alex menginjak pedal gasnya dan mobil pun melaju kencang untung saja sasha dengan sigap menghindar sehingga ia hanya terkena sambaran mobil alex dan jatuh tersungkur hanya kedua lutut dan telapak tangannya yang terluka.
"Auuuu sakit" ucap sasha. Air mata sasha menetes tanpa diminta rasa sedih dan kecewa menghinggapinya. Sasha kecewa terhadap dirinya sendiri karena telah mengecewakan alex tapi ia juga kecewa pada alex yang tidak mau mendengarkan sedikitpun penjelasannya.
"Hahaha kasihan, makanya jadi perempuan itu jangan genit" ucap naira yang melihat kejadian sasha di bentak bahkan hampir di tabrak oleh alex.
"Apa urusanmu?" ucap sasha yang tidak terima karena naira mengejeknya padahal ia tidak seperti itu
"Hahaha aku akan merebut kak alex darimu byeee" ucap naira meninggalkan sasha yang masih tersungkur.
"Semua wanita sama saja" ucap alex dengan nada suara datar. Alex menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan memukul-mukul stir mobilnya untuk meluapkan rasa marah dan kecewanya terhadap sasha.
"Aku harus ke rumah andre untuk menenangkan pikiranku" ucap alex lalu kembali melajukan mobilnya ke rumah andre
*****
__ADS_1
Sasha yang baru saja sampai di rumah langsung menuju ke kamar mereka dengan harapan suaminya ada di rumah dan mau menjelaskan sedikit saja penjelasannya. Namun harapan sasha sia-sia karena ia tidak menemukan alex di dalam kamar mereka.
"Bibi" panggil sasha
"Iya nyonya" ucap edora lalu menghampiri sasha
"Kak alex belum pulang dari tadi?" tanya sasha kepada edora
"Belum nyonya, sejak nyonya dan tuan pergi tadi tuan alex belum pulang sampai saat ini. Saya kira nyonya pulang bersama tuan" penjelasan edora
"Ouh seperti itu yah" ucap sasha sedih karena ternyata sejak kesalahpahaman tadi ternyata alex belum pulang sama sekali.
"Ada yang bisa saya bantu nyonya?" tanya edora yang kasihan melihat keadaan sasha yang begitu kacau.
Make upnya sudah luntur terkena air mata sedangkan rambutnya yang tadi tergerai Iindah kini nampak sangat amat berantakan.
"Tidak ada bi, bibi bisa pergi sekarang" ucap sasha yang ingin menenangkan dirinya.
*****
Tok....
tok....
tok..... (suara ketukan pintu)
Andre dan andra sedang menikmati waktu dengan berkumpul diruang tamu. Seperti biasa andre memeriksa tugas mahasiswa dan mahasiswinya sedangkan sibuk menonton anime naruto. Andre telah pulang terlebih dahulu dari acara tadi.
"Kak alex, ada apa pertama malam-malam begini?" tanya andra kepada alex, bukan nya menjawab pertanyaan andra, alex malah nyelonong ke dalam rumah.
"Mana si gadis bodoh?" tanya andra lagi yang penasaran kenapa kakak sepupunya itu tidak bersama dengan istrinya, dan lagi-lagi alex tidak menggubrisnya.
Alex langsung duduk di sofa tempat andra dan andre berkumpul sambil memijit kepalanya.
"Ada apa?" tanya andre
"Malam ini aku menginap disini saja kak" ucap alex kepada andre.
"Lalu bagaimana dengan sasha?" tanya andre lagi.
"Jangan bahas tentang wanita itu" ucap alex lalu membaringkan badannya di atas sofa sambil memijit kepalanya yang sedikit pusing.
"Kalau ada masalah itu diselesaikan" ucap andre menasehati alex sedangkan andra tidak memperdulikan pembahasan antara kedua kakaknya itu
"Entahlah aku pusing dan butuh tempat tenang" ucap alex.
"Lex selesaikan masalahmu, sebagai laki-laki kamu tidak boleh lari dari tanggung jawab" lagi-lagi andre menasehati alex.
__ADS_1
"Baiklah kak" ucap alex bangkit dari tidurnya lalu berpamitan untuk kembali.
*****
Alex telah sampai ke dalam rumah dengan keadaan yabg uring-uringan, ia masih tidak mau bertemu dengan sasha tapi apa daya ia tidak bisa membantah setiap perkataan andre.
"Edora" panggil alex
"Iya tuan" jawab edora menghampiri alex
"Siapkan saya satu kamar lagi" perintah alex sedangkan sasha tertidur di kamar mereka dengan keadaan yang kacau.
"Sudah tuan" ucap edora yabg telah selesai menyiapkan kamar untuk alex. Alex lalu menuju ke kamar yang telah di siapkan oleh edora.
"Memasuki rumah ini membuat serasa di neraka saja" ucap alex lalu membaringkan dirinya di atas tempat tidur. Alex mencoba menenangkan dirinya sendiri yang setiap mengingat kejadian di acara tadi darahnya langsung mendidih sampai ke ubun-ubun.
"Edora" panggil sasha yang baru saja terbangun dari tidurnya
"Iya nyonya" jawab edora
"Apa kak alex sudah pulang?" tanya sasha frustasi karena merasa bersalah pada alex
"Sudah nyonya" jawab edora
"Dimana kak alex?" tanya sasha antusias karena ia merasa alex sudah tidak marah lagi padanya
"Tuan ada di kamar tamu nyonya" jawab edora yang membuat sasha kembali terdiam sedih karena ternyata alex masih marah padanya.
"Nyonya, kaki nyonya berdarah" ucap edora menunjuk kedua lutut sasha yang bersimbah darah
"Ini tidak apa-apa nanti saya obati, saya mau menemui kak alex dulu" ucap sasha yang berjalan terpincang-pincang sambil menahan rasa sakit di lututnya
"Nyonya yakin tidak mau saya bantu?" tanya edora yang iba melihat nyonya nya berjalan dengan menahan rasa sakit
"Tidak perlu" sasha menolak tawaran edora untuk membantunya. Sasha membuka pintu kamar ruang tamu dengan hati-hati.
"Kak alex" panggil sasha yang telah berada di dalam kamar tamu dan melihat alex sedang memijat kepalanya
"Keluar dari kamar ini" usir alex dengan nada datar, bukannya keluar sasha justru mendekati alex.
"Kak alex ku mohon dengarkan perjelasanku" ucap sasha lalu memegang tangan alex.
Brukkkk.....
Sasha terjatuh dan kepalanya terbentur ujung tempat tidur karena alex menyentak tangannya yang di genggam sasha dengan keras.
"Keluar dari sini atau kuceraikan kamu" Hardik alex yang membuat air mata sasha menetes dan mengalir dengan derasnya.
__ADS_1