
Hari ini sasha akan melakukan check up ke rumah sakit ibu dan anak (RSIA) untuk memeriksa kandungannya. Sasha ingin mengajak alex untuk menemaninya periksa kandungan dengan harapan hati alex akan tergugah mendengar keadaan calon anak mereka yang berada di dalam perutnya.
Tidak terasa usia kandungan sasha sudah berusia 3 bulan dan inilah masa-masa tersulit bagi ibu muda sepertinya apalagi ini adalah anak pertamanya. Dengan bersenandung ria sasha memasuki kantor alex.
"Pagi nyonya" Sapa Linda kepada sasha
"Pagi Linda, pak alexnya ada?" tanya sasha dengan senyum yang tidak pernah luntur dari bibirnya.
"Ada nyonya, silahkn nyonya langsung saja keruangan pak alex" Linda mempersilahkan sasha untuk langsung ke ruangan bosnya
"Terimakasih Linda" ucap sasha lalu menuju ke ruangan alex. Sasha tidak seperti ibu hamil pada umumnya yang mudah merasakan lelah janin yang berada di kandungan sasha cukup kuat. Setelah menaiki tangga lift ke lantai sembilan akhirnya sasha sampai juga di sebuah ruangan yang khusus di peruntukkan untuk CEO yang tidak lain adalah alex.
"Pak alex ada di ruangannya?" tanya sasha kepada wana sekertaris alex
"Iya nyonya, pak alex sedang berada di ruangannya" jawab wana ramah
"Kalau begitu saya masuk ke ruangan pak alex yah" ucap sasha kepada wana, lalu ia memasuki ruangan alex
"Kak alex" panggil sasha ketika ia telah berada di ruangan alex. Alex yang sedang beristirahat setelah selesai rapat hanya terdiam tidak menjawab panggilan sasha.
"Kak alex" panggil sasha lagi, ia mendekati sofa tempat alex sedang beristirahat lalu mendudukan diri tepat di samping alex.
"Hmmmm" alex hanya bergumam untuk membalas panggilan sasha.
"Kak alex mau tidak menemaniku untuk checkup kandungan" tanya sasha ragu-ragu. Sasha tidak berharap lebih alex akan mau menemaninya tapi apa salahnya ia mencoba siapa tahu suaminya berubah pikiran.
"Jam berapa checkup kandungannya?" tanya alex tanpa membuka kedua matanya yang terpejam.
"Jam 1 kak" jawab sasha antusias karena ada setitik harapan alex akan menemaninya.
"Aku tidak bisa" jawab alex datar yang membuat senyum sasha seketika pudar.
"Ohhh.... seperti itu, ya sudah kak kalau begitu aku pamit pulang kak" sasha kecewa dan sedih mendengar penolakan dari alex. Suasana hatinya yang tadinya ceria berubah menjadi kacau, wajah cantiknya seketika berubah menjadi murung tapi ia menyembunyikan itu semua dalam hatinya.
"Hmmmm" alex hanya bergumam mendengar ucapan. alex.
Sasha berjalan ke arah pintu, saat hendak menarik gagang pintu tiba-tiba saja alex membuka suara.
"Baiklah hari ini aku akan menemanimu checkup kandungan" ucap alex lalu membuka matanya dan memperhatikan sasha yang langsung berlari kearahnya dan memeluknya.
Takkk
(jentikan jari alex di dahi sasha)
__ADS_1
"auuuu... sakit" aduh sasha kesakitan sambil mengelus dahinya.
"Ingat kamu sedang hamil jaga kandunganmu" Alex berucap lembut kepada sasha sambil mengelus lembut perut sasha yang mulai terlihat tonjolan kecil.
"Siap kak" ucap sasha antusias dan senyum di wajahnya yang tak pernah pudar. Melihat keringat yang mengucur dari dahi sasha membuat alex refleks menyeka keringat sasha. Sasha semakin merasa bahagia dengan perlakuan lembut alex padanya, secercah harapan muncul di hatinya bahwa alex akan menerimanya kembali.
Tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 1 siang itu artinya sudah waktunya sasha dan alex untuk ke RSIA untuk cek kandungan.
"Ayo berangkat" alex membangunkan sasha yang tertidur lelap di sofa karena menunggu alex menyelesaikan beberapa perkerjaannya
"Engggg" Sasha merenggangkan sendi-sendi nya yang terasa kaku. Setelah itu sasha bangun dari tidurnya dan bersiap-siap untuk ke rumah sakit.
"Ayo kak" ajak sasha. Alex mengikuti langkah kaki sasha dari belakang.
*****
Mereka telah sampai di Rumah Sakit.
"Kak ayo cepat" sasha begitu senang karena hari ini ia akan melakukan USG
"Jalannya pelan-pelan saja, dokternya tidak akan lari" ucap alex datar
"Siap kak" ucap sasha semangat dengan tawa renyah yang membuat alex terpaku beberapa saat sampai akhirnya ia memutuskan untuk mengalihkan pandangannya ke arah lain
Drtt.... drtt.... drttt...
(Dering ponsel alex)
"Aku mengangkat telepon dulu" ucap alex lalu berjalan agak menjauh dari tempat mereka antri untuk mengangkat panggilan telpon dari sekretarisnya wana.
"Halo tuan" ucap wana dari seberang telepon
"Ada apa wana?" tanya alex tanpa basa-basi
"Pak anggoro sudah tiba, Ia mencari pak alex." ucap wana memberitahukan alex bahwa pak anggoro telah sampai dan itu artinya rapat seharusnya sebentar lagi akan di mulai.
"Sampaikan maafku padanya, hari ini rafael yang akan menghandle rapat kali ini" ucap alex santai
"Tapi pak ia mencarimu" ucap wana yang merasa tidak enak kepada pak anggoro
"Katakan saja padanya aku sedang mengantar istriku cek kandungan" ucap alex lalu memutus sambungan telepon secara sepihak
Setelah menelpon alex menghampiri sasha yang tinggal seorang diri menunggu antrian untuk cek kandungan.
__ADS_1
"Sudah selesai?, siapa yang menelepon? tanya sasha kepada alex.
"Wana yang menelpon, hari ini aku ada rapat" ucap alex singkat dan datar.
"Kalau begitu kak alex ke kantor saja, aku bisa sendiri kan aku juga biasanya kesini sendiri" ucap sasha sambil tersenyum tapi di dalam hati ia merasa sedikit sedih karena kali ini ia memeriksakan kandungannya seorang diri lagi.
"Kamu mengusirku" ucap alex sinis
"Ehh... bukan seperti itu kak tapi.... " belum sempat sasha menyelesaikan ucapannya tiba-tiba saja seorang suster menyebut namanya.
"Nyonya sasha alexander" ucap sang suster
"Iya saya suster" sasha bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri suster yabg berdiri di depan ruangan dokter kandungan
"Silahkan masuk nyonya" Suster mempersilahkan sasha dan alex memasuki ruang pemeriksaan.
"Nyonya sasha" sapa sang dokter kandungan yang bernama alika
"Siang dokter" sapa balik sasha
"Wah.... Apakah ini suami nyonya sasha?" tanya dokter alika saat melihat alex memasuki ruangannya bersama sasha
"Iya dok" jawab sasha malu-malu
"Suami nyonya sangat tampan" puji dokter alika
"Hehehe dokter bisa saja" jawab sasha malu-malu sedangkan alex tetap nampak cuek
"Tuan, siapa nama tuan?" tanya dokter alika kepada alex yang telah duduk di kursi pasien
"Alexander" jawab alex singkat
"Pak alex pasti orang yang sangat sibuk, karena sudah beberapa kali nyonya sasha datang memeriksakan kandungan seorang diri" ucap sang dokter yang sedang sambil memeriksa kandungan sasha.
"Iya dok, suamiku super sibuk dan gila kerja" ucap sasha menimpali sang dokter yang membuat alex menatapnya tajam tapi di acuhkan oleh sasha.
"Hahaha tapi tuan beruntung memiliki istri mandiri seperti nyonya sasha" ucap sang dokter
"Ahh... dokter bisa saja" sasha merasa malu karena dokter alika terlalu menyanjungnya
"Keadaan kandungan ibu sasha sangat sehat dan perkembangannya juga bagus" ucap sang dokter yang membuat sasha merasa senang
"Dok apa kandungan saya sudah bisa di USG?" tanya sasha yang penasaran akan jenis kelamin anaknya
__ADS_1
"Bisa, kalau begitu saya persiapkan dulu alatnya silahkan nyonya sasha duduk di sana dulu" jawab dokter alika