Suami Arogan

Suami Arogan
Acara Malam


__ADS_3

Sasha telah siap dengan dress berwarna abu-abu dengan rambut yang di gerai membuat sasha tampak cantik layaknya gadis berusia 19 tahun pada umumnya, sedangkan alex selalu saja tamlan dengan balutan jas yang senada dengam dress yang di gunakan sasha.


"Istriku ini memanglah sangat cantik" puji alex ketika melihat sasha yang telah siap dengan dress yang telah di siapkannya khusus untuk sasha


"Suamiku ini juga sangat tampan" puji sasha yang masih saja terposana melihat ketampanan suaminya meskipun hatinya belum mencintai alex sepenuhnya


"Ayo kita berangkat sekarang" ucap alex yang dengan senang hati sasha mengapit lengan suaminya


Alex dan sasha adalah pasangan yang serasi dengan sifat yang bertolak belakang membuat mereka saling melengkapi satu sama lainnya.


*****


"Hi va" sapa sasha saat melihat reva sudah terlebih tiba di lokasi acara .


"Sasha kamu cantik banget" puji reva kepada sasha


"Sahabatku ini tidak kalah cantik, pantas saja dosen killer kita ini sampai tergila-gila padamu" ucap sasha menggoda andre dan reva


"Ahhh sa, kamu bisa aja sih aku kan jadi malu" balas reva dengan pipi yang memerah karena merasa malu-malu kucing


"Kak andre" ucap alex menyapa andre


"Benar kata orang lelaki yang sudah beristri itu akan ada yang mengurusnya" ucap andre spontan yang membuat sasha, reva dan alex menatapnya heran


"Apa maksudnya kak?" tanya sasha penasaran karena ini pertama kalinya andre berbicara seperti itu


"Aku ingin seperti alex ada yang mengurusnya" jawab andre yang membuat reva semakin malu


"Nikahilah reva" ucap sasha tanpa basa basi


"Sasha" ucap reva malu-malu sedangkan andre hanya menatap gemes pada kekasihnya itu


"Tenang saja aku akan menyiapkan moment terbaik untuk itu" ucap andre dalam hati


Tiba-tiba saja ada seorang gadis yang berjalan dari arah belakang sasha dan alex


"Hy kak andre" ucap wanita itu menyapa andre


Mendengar suara yang berasal dari belakangnya, sasha dan alex membalikkan badan untuk melihat siapa pemilik suara itu.


"Naira" ucap sasha yang langsung memeluk wanita yang tadi menyapa andre

__ADS_1


"Sasha" ucap naira lalu membalas pelukan sasha


"Kalian saling kenal?" tanya andre kepada sasha dan naira


"Tentu saja, sasha kan sahabatku waktu sma" ucap naira yang membuat sasha menganggukkan kepala tanda membenarkan ucapan naira.


"Hy kak alex" ucap naira langsung mencium pipi kanan dan kiri alex yang membuat sasha seketika membeku di tempat sedangkan alex hanya diam tanpa melakukan penolakan sedikitpun


"Ra kami kenal yah sama kak alex?" tanya sasha penasaran sedekat apa sahabat semasa smanya itu dengan suaminya.


"Tentu saja, aku dan kak alex dekat karena aku sering berkunjung ke rumah kak alex dan adik kak alex itu sahabatku sejak kecil" penjelasan naira.


"Kak alex punya adik?, kenapa aku tidak tahu sama sekali?, kenapa kak alex tidak pernah cerita?" ucap sasha dalam hati yang merasa kesal melihat naira yang sangat menempel pada suaminya


"Ouh seperti itu" ucap sasha mencoba menampilkan ekspresinya baik-baik saja.


"Aku dengar kak tama sudah kembali, apa kalian sudaah pernah bertemu?" tanya naira yang membuat perhatian alex langsung tertuju pada sasha


"Iya" jawab sasha singkat


"Kalian pasti akan segera menikah" ucap naira yang membuat suasana tiba-tiba hening seketika. Semua mata tertuju kepada naira dan sasha.


"Tama dan sasha memangnya sedekat apa dulu?" tanya alex yang membuat mood sasha semakin kacau. Sedangkan andre dan reva memilih meninggalkan mereka karena memberi mereka privasi untuk menyelesaikan masalahnya.


"Sasha dan kak tama kan dulu saling mencintai sampai akhirnya kak tama ke Jepang dan mereka harus LDR, tapikan sekarang kak tama sudah kembali jadi seharusnya hubungan mereka sudah bisa mengarah ke jenjang yang lebih serius" ucap naira tanpa memperdulikan tatapan memohon sasha agar tidak menceritakan itu semua pada alex.


"Benarkah seperti itu?" tanya alex yang ditujukan untuk sasha namun lebih dulu di jawab oleh naira


"iya kak, bahkan aku saksi cinta mereka berdua" ucap naira antusias


"Tapi kan itu hanya masa lalu" ucap sasha kesal kepada naira


"Kak alex kapan aku bisa main ke rumahmu?" tanya naira bergelayut manja ke lengan alex.


"Terserah kamu saja" ucap alex memperbolehkan naira untuk ke rumah mereka. Sasha yang melihat hal itu harus menahan kekesalannya karena alex membiarkan naira bergelayut manja di depannya.


"Kita kesana yuk kak" ajak naira sambil menarik tangan alex dan meninggalkan sasha mematung sendirian seperti orang bodoh.


"Dasar genit" umpat sasha kepada naira yang selalu mencari perhatian suaminya.


*****

__ADS_1


Sasha memilih duduk di sendirian di taman yang tidak jauh dari lokasi acara. Sasha malas harus melihat naira genit kepada suaminya dan lebih menjengkelkannya lagi karena alex membiarkannya tanpa berniat protes sedikitpun.


Saat sasha tengah asik menikmati indahnya pemandangan langit di malam hari, tiba-tiba saja ada seseorang yang menutup matanya dari belakang.


"Siapa?" tanya sasha sambil meraba tangan yang menutup matanya


"Ayo tebak" ucap orang yang menutup matanya


"Aku tidak tahu karena ini bukan tangan kak alex" jawab sasha karena ia tidak mengenali pemilik tangan itu. Mendengar nama alex meluncur dari bibir sasha membuat sang pemilik tangan itu melepaskan tangannya.


"Apa hanya alex yang berada di pikiranmu?" tanya orang yang tadi menutup matanya


"Kak tama" ucap sasha kaget karena ternyata yang menutup kedua matanya adalah tama


"Kenapa kaget seperti itu?" tanya tama lalu duduk di samping sasha


"Kenapa kak tama bisa berada disini?" tanya sasha tanpa menjawab pertanyaan tama.


"Aku kan juga tamu undangan" jawab tama


"ouh seperti itu" ucap sasha sambil menganggukan kepalanya


"Sasha aku merindukanmu" ucap tama yang membuat sasha syok dan terdiam membisu.


"Sasha apa kamu tidak merindukanku?" tanya tama lagi yang membuat sasha kebingungan harus menjawab apa.


"Maaf kak, aku harus kembali ke dalam" ucap sasha hendak meninggalkan tama lalu tama menarik tangan sasha sehingga ia terjatuh ke dalam pelukan tama.


"Kak tama lepaskan" ucap sasha berusaha melepaskan pelukan tama.


"Aku tidak akan melepaskanmu" ucap tama mempererat pelukannya.


Bughhhh.... (suara pukulan)


Sebuah tangan menarik sasha dari pelukan tama dan tinju mentah melayang mengenai tepat di wajah tama yang membuat tama oleng dan terjatuh.


"Kak alex" ucap sasha histeris melihat alex memukuli tama secara membabi buta. Sasha berusaha memisahkan mereka sampai tanpa sengaja sebuah tinju yang tadinya di tujukan untuk tama malah mengenai wajahnya.


"Wanita ******" ucap tama meninggalkan sasha yang tersungkur dengan darah yang mengalir deras dari kedua hidungnya.


"Kak alex" ucap sasha bangkit mengejar alex. Rasa sakit di wajahnya tidak sebanding dengan ucapan alex yang menusuk sampai kedalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2