Suami Arogan

Suami Arogan
Rawat Jalan


__ADS_3

Kata putus yang meluncur bebas dari bibir reva membuat andre terdiam sejenak dan kenangan mereka di masa lalu berputar-putar di kepala andre.


"Aku menolak" ucapan tegas andre lalu ia meninggalkan kediaman reva tanpa mendengar sanggahan reva. Andre tahu kalau reva pasti akan mencecarnya dengan kata putus dan ia tidak mau itu terjadi. Meskipun awalnya ialah yang memulai semua ini tapi andre tetap merasa bahwa ia tidak salah.


"Kak andre kita putus titik" teriak reva ketika melihat andre meninggalkan kediamannya.


"Sial" ucap reva emosi karena ia di acuhkan oleh andre


"Maaf telah membuat hubungan kalian semakin rumit" ucap andra yang melihat pertengkaran antara kakaknya dan reva


"Sudahlah ndra, lupakan saja" ucap reva yang masih terbawa emosi dan langsung masuk ke dalam rumahnya dengan membanting pintu dan itu membuat andra kaget


"Aku harus membantu mereka kembali bersama" tekad andra untuk membantu kakaknya dan reva karena ia yakin ini semua hanya kesalahpahaman


****


Sasha dan alex masih tertidur lelap di agas ranjang perawatan alex dengan saling berpelukan. Lalu masuklah dokter yang menangani alex dengan beberapa perawat dan betapa terkejutnya mereka saat melihat pasien yang ia tangani sedang tertidur berpelukan di atas ranjang perawatan dan ini kali pertama bagi mereka melihat kejadian seperti ini.


"Dasar pasangan muda" ucap dokter yang menangani alex dengan senyum menghiasi wajahnya


"Romantis sekali" bisik salah seorang perawat kepada teman perawatnya yang lain dengan wajah bersemu merah


"Ehhmm permisi nyonya" ucap salah satu perawat yang di tugaskan oleh dokter untuk membangunkan sasha karena ini waktu pemeriksaan alex. Sasha yang merasa terganggu dengan suara-suara itu akhirnya membuka mata dan betapa terkejutnya ia saat melihat dokter dan perawat berada tepat di depannya dan di belakang alex


"Kak alex" sasha mengguncang badan alex agar ia terbangun.


"Sayang, aku masih mengantuk 5 menit lagi yah" ucap alex mempererat pelukannya kepada sasha


"Tuan waktu pemeriksaan" sang dokter langsung angkat bicara sedangkan perawat yang bersamanya hanya memandang iri kepada pasangan yang tampak begitu romantis di mata mereka


"Dokter" ucap alex saat membuka mata dan mendapati dokter yang merawatnya menatapnya sambil geleng-geleng kepala


"Waktunya pemeriksaan nyonya dan tuan" kode sang dokter agar mereka segera bangun dan agar sasha beranjak dari ranjang perawatan


"Ouh iya silahkan diperiksa dok" ucap sasha yang seakan paham bahwa sang dokter sedang menyindir mereka. Dokter mulai memeriksa keadaan alex sedangkan sasha Setia menemani alex saat pemeriksaan.

__ADS_1


*****


Andre sudah berada dikediamannya dan terhayut dalam pemikirannya sendiri sampai ia tidak menyadari kedatangan andra. Andre sedang berbaring di sofa ruang tamu dengan mata yang terpejam dan tangan yang sedang memijat pelipisnya


"Kak ada yang harus ku jelaskan padamu" ucap andra yang membuat andre membuka matanya


"Apa?" tanya andre dengan nada seperti biasanya jika sedang berbicara dengan orang-orang terdekatnya


"Kakak jangan salah paham kepadaku. Aku dan reva tidak memiliki hubungan sama sekali" penjelasan andra kepada andre


"Sudahlah lupakan saja" balas andre lalu bangkit dan berjalan menuju ke kamarnya. Saat ini ia hanya ingin sendiri dan sedang tidak ingin bertengkar


"Kakak harus percaya padaku" ucap andra yang menahan pergelangan tangan andre


Bughhhhh


(Andre langsung memberikan bogem mentahnya kepada andre)


"Berengsek" ucap andre setelah menghadiahi adiknya sendiri dengan bogem mentah dan berlalu begitu saja meninggalkan andra yang tersungkur dilantai.


Sedangkan reva yang juga berada di kediamannya sedang menangis sesegukan.


"Semua lelaki memang egois" ucap reva disela-sela tangisnya. tisue berhamburan di lantai karena ulah reva sendiri.


"Ting" bunyi suara hp reva yang menandakan adanya sebuah pesan.


"Siapa yang mengirim pesan, apa dia tidak tahu aku sedang bersedih" umpat reva saat tahu bahwa ada yang mengiriminya pesan. Reva sama sekali tidak berniat untuk melihat isi pesan yang dikirimkan oleh seseorang kepadanya


"Pasti pesan itu dari kak andre, Aku tidak akan membacanya" reva sudah tahu bahwa yang mengirimkan pesan adalah andre. Reva malah melanjutkan tangisnya sampai akhirnya ia kelelahan dan tertidur


*****


Sasha kini mulai mengemasi barang-barang alex karena hari ini ia telah di persilahkan untuk pulang le rumah dan berobat jalan.


"Akhirnya kak alex sudah bisa pulang" ucap sasha membuka pembicaraan

__ADS_1


"Ini semua berkat kalian" ucap andre tulus


"Ini semua berkat dokter yang menangani kak alex" ucap sasha sambil menggeleng-gelengkan kepala


"Ini semua berkat istriku titik" ucap alex tidak mau kalah dari sasha


"Haruskah aku berterimakasih" ucap sasha jengah karena alex menggoda dirinya habis-habisan


"Hahahaha" tawa menggelegar alex pecah mendengar ucapan sasha. Tiba-tiba saja pintu ruangan alex terbuka dan muncul airin bersama dengan andre


"Akhirnya kakak sudah bisa pulang" ucap airin kegirangan karena ia tidak akan kesepian lagi di rumah


"Tentu sweety ini semua berkat istri kakak" ucap andre sambil menyanjung sasha di depan airin dan alex yang dengan spontan sasha mencubit pinggang alex karena ia merasa malu


"Auu sakit sayang" ucap alex sambil mengelus-elus pinggangnya yang dicubit oleh sasha. Ditengah canda tawa yang tercipta menjelang kepulangan alex tiba-tiba reva juga datang bersama dengan andra yang membuat suasana sempat hening sesaat


"Akhirnya kak alex sudah bisa pulang" ucap andra memecah keheningan yang terjadi karena kedatangannya


"Ia andra akhirnya kak alex sudah bisa di rawat jalan" balas sasha dengan senyum ramah untuk mencairkan suasana


"Artinya kita akan pisah dong sa" ucap reva dengan wajah sedikit murung karena ia akan kembali tinggal kesepian dan seorang diri


"Tenang saja, kalau rindu berkunjunglah ke rumah kami" ucap sasha kepada reva


"ia va, tenang saja kan ada aku" ucap andra tanpa sengaja yang tentu saja langsung mendapat tatapan tajam dari andre


"Terimakasih sasha dan andre kalian adalah sahabt terbaikku" ucap reva lalu merangkul sasha kemudian andra sedangkan andre berusaha mati-matian untuk menahan rasa cemburunya karena ia tidak ingin terjadi kegaduhan di hari ini.


"Ayo kita pulang" ucap andre lalu membantu alex untuk duduk di atas kursi roda. Mereka langsung bergegas meninggalkan ruangan perawatan dan berjalan keluar rumah sakit lalu menuju ke tempat parkir


"Biar aku saja yang menyetir mobilnya" ucap andre


"Baiklah" jawab sasha mengiyakan ucapan andre. Airin duduk di samping kemudi tempat andre sedangkan sasha dan alex duduk di bangku kedua.


"Va, kamu yaki. tidak ikut bersama kami di mobil ini" ucap sasha kepada reva yang di balas gelengan kepala

__ADS_1


"Aku bersama andra saja. Kami akan mengikuti kalian dari belakang" ucap reva yang membuat andre langsung mencengkram Stir mobil denga kuat untuk meluapkan amarahnya


__ADS_2