Suami Arogan

Suami Arogan
Alex sakit


__ADS_3

"Berikan aku alamatnya" ucap alex pada seseorang yang sedang berbicara dengannya di telpon


*****


"Kak andre." sapa alex pada andre lelaki yang sudah di anggapnya seperti kakak kandungnya sendiri.


"Alex." balas andre hanya dengan menyebut nama. "ada apa kak andre memanggilku kesini?" tanya alex pada andre.


Orang yang menelpon alex yang membuat suasana hatinya sedikit lebih baik adalah andre. Karena hanya pada andre, alex bisa terbuka mengenai segala hal termasuk dalam hal percintaan.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya andre basa basi.


"seperti yang kak andre lihat aku baik baik saja" jawab alex.


"Benarkah seperti itu? tapi kenapa wajahmu berkata lain" interogasi andre .


"mungkin karena terlalu lelah bekerja." alasan alex.


"baiklah, padahal aku ada berita bagus untukmu tapi tampaknya kau baik baik saja." ucap andre membuat alex penasaran.


"Apa itu kak andre" tanya alex yang mulai penasaran karena ini pertama kalinya andre berbicara bertele tele dengannya karena andre adalah orang yang to the point mengenai suatu masalah.


"apa kamu merasa kehilangan sesuatu?" tanya andre yang semakin membuat alex penasaran.


"Sepertinya tidak ada kak." jawab alex yang merasa tidak kehilangan benda atau barangnya.


"Ya sudahlah, aku harus pergi sekarang." ucap andre lalu meninggalkan alex dalam keadaan kebingungan.


*****


Sasha sedang menonton TV seorang diri di ruang keluarga rumah andre. Tapi ketenangannya tiba tiba saja terusik oleh kedatangan andra yang langsung mengganti channel TV.


"andra kembalikan remotnya." teriak sasha kesal.


Andra yang mendengar teriakan sasha hanya mengejek sasha dengan menjulurkan lidahnya. Merasa kesal dengan tingkah andra yang mengganggu dan mengejeknya sasha langsung mengambil tindakan "brakkk." sasha melempari andra sebuah bantal yang mengenai telak di wajah andra.


"Awas kau gadis bar bar." ancam alex tidak terima sasha melempari wajah tampannya


Andra langsung membalas tindakan sasha dengan melempari balik sasha bantal. Apa yang dilakukan andra langsung membuat emosi sasha tersulut tanpa berpikir panjang sasha berdiri dari sofa dan berlari mendekati andra dan mengeluarkan jurus kuda kuda lalu menendang andra tepat di kedua wajahnya.


Darah langsung menetes dari hidung andra.


"sialan." ucap andra ketika melihat darah yang berada di tangannya setelah mengusap hidungnya yang mengeluarkan cairan yaitu darah.


Sasha yang melihat akibat dari tindakannya hanya diam dan merasa terkejut akan keberaniannya yang entah datang darimana.


"Gadis bar bar." teriak andra dengan kedua tanduk yang berdiri di kepalanya. Merasakan tanda bahaya di sekitarnya sasha langsung mengambil inisiatif melarikan diri.


"Jurus kaki seribu." ucap sasha berlari meninggalkan andra. Melihat sasha melarikan diri andra tidak tinggal diam, andra langsung berlari mengejar sasha.


Mereke berdua larut dalam perselisihan dan aksi saling kejar, saling ejek keduanya.


"Stop." teriak andre marah melihat keadaan rumahnya yang sudah seperti kapal pecah. Mendengar teriakan andre, sasha dan andra langsung terdiam.


"Kalian berdua ini sudah dewasa bukan anak kecil lagi. Kenapa masih bersifat kekanak-kanakan." geram alex pada sasha dan andre.


"Tapi kak andre selalu berkata aku masih kecil." cicit andra yang masih bisa di dengar oleh andre.


"Brakkkkk" andre menggebrak meja yang berada di dekatnya.

__ADS_1


Sasha dan andra benar benar ciut nyalinya mendengar kemarahan andre yang sepertinya sudah tidak terbendung.


"Andra pulanglah ke inggris dan sasha pulanglah ke rumah suamimu" ucap alex datar dengan masih di penuhi oleh amarah yang sedang berusaha di redamnya.


"Ampun kak. Aku janji tidak akan mengulanginya."mohon andra pada andre sedangkan sasha


"Iya ampun kak, kami tidak akan bertengkar lagi. Iyakan andra? mohon sasha dengan melirik andra seakan memberikan kode untuk andra menyetujui ucapannya.


"iya kak, benar yang dikatakan sasha kami akan akur. Kami janji kak" ucap andra yang masih memohon agar andre tidak menghukum mereka berdua.


"Baiklah, kali ini aku berbaik hati pada kalian berdua tapi aku punya syarat untuk itu semua." andre memberikan syarat pada sasha dan andra.


"Apa syaratnya kak?" tanya sasha dan andra serentak.


"Bersihkan rumah ini dalam waktu satu jam, jika kalian berhasil maka kalian tidak jadi aku pulangkan.Tapi jika gagal yah kalian sudah tahu konsekuensinya" ucap andre


"ingat waktu kalian hanya sejam dari sekarang" lanjut andre lalu meninggalkan mereka berdua dan berjalan menuju ke kamarnya.


*****


"Bagaimana apa kalian sudah mengetahui keberadaan istriku."tanya andre dingin.


"Maaf bos kami belum menemukan tanda-tanda keberadaannya" jawab anak buah alex yang di perintahkan untuk mencari sasha


"Brakkk dasar tidak berguna" gertak alex


"mencari satu perempuan saja kalian tidak becus lalu untuk apa kalian ku bayar mahal-mahal."lanjut alex.


"Kami akan menemukan istri bos secepatnya." jawab anak buah alex untuk menenangkan bosnya.


"Buktikan saja ucapan atau aku akan membuat kalian melarat." ancam alex lagi


"Pergilah aku sudah bosan melihat wajah kalian" ucap alex mengusir.


Setelah kepergian mereka, alex kembali teringat pada sasha.


"Kamu kemana sayang? pulanglah, aku janji akan menuruti semua keinginanmu." ucap alex dengan wajah penuh putus asa.


Alex memutuskan untuk menghabiskan waktunya di ruang kerjanya dengan di temani sebungkus rokok dan tentu saja sebotol alkohol kadar tinggi. Hanya dengan cara seperti ini alex bisa sedikit menenangkan pikirannya. Wajah lesu, mata panda karena sejak sasha pergi alex tidak pernah benar benar tertidur nyenyak.


*****


Andra dan sasha tengah berbaring dan tertidur di sofa dengan posisi kaki sasha berada di sandaran sofa dan salah satunya lagi menjuntai ke bawa sedangkan andra tertidur dengan lap meja yang menutupi wajahnya dan posisi kepala yang terjuntai. Mereka berdua sangat kelelahan membersihkan hampir seisi rumah hanya dalam waktu satu jam.


"Dasar anak anak labil." cibir andre dengan senyum yang terpasang manis di sudut bibirnya. Andra dan sasha membuat kehidupan andre yang monoton dan selalu terkendali menjadi lebih berwarna dan menantang. Andre pun tertawa mengingat bahwa dirinya juga bisa marah.


"Ternyata aku masih normal." ucap andre pada dirinya sendiri. Andre memasuki kamarnya dan mengambil 2 helai selimut lalu berjalan menghampiri kedua manusia yang sedang tidur dalam keadaan tidak manusiawi.


"Senang rasanya ada kalian meskipun kadang membuatku begitu emosi tapi tanpa kalian rumah ini akan terasa sepi. Terutama kamu sasha, semoga saja alex segera menyadari kesalahannya" Ucap andre setelah menyelimuti mereka berdua.


*****


"Pusing." aduh alex yang merasa begitu pusing setelah menenggak habis 3 botol alkohol.


Edora yang terbangun dari tidurnya melihat lampu di ruang kerja alex masih menyala. Edora hendak mematikannya tapi di kejutkan dengan alex yang ternyata masih berada di dalam ruang kerjanya.


"Tuan." tegur edora yang tidak mendapatkan respon dari alex.


Merasa janggal karena sesibuk, semengantuk apapun alex tidak pernah diam saat edora menegurnya, tapi kali ini edora merasa ganjal. Edora mendekati alex dan kembali menegurnya "tuan" alex tetap tidak menjawab.

__ADS_1


Edora memberanikan diri menempelkan telapak tangannya di atas dahi alex


"Astaga, tuan alex sedang sakit." ucap edora. Karena edora hanya seorang diri dan tentu saja edora tidak akan mampu membopong alex yang tidak sadar seorang diri. Akhirnya edora memutuskan menelpon andre.


"halo tuan, tuan alex tidak sadarkan diri." ucap edora panik.


"bibi tenanglah aku akan segera kesana, sebaiknya bibi kompres saja alex terlebih dahulu"ucap andre menenangkan edora yang panik.


"Baiklah tuan" jawab edora . Ini bukanlah kali pertama alex mengalami sakit tapi ini adalah pertama kalinya bagi edora melihat alex tidak sadarkan diri.


*****


Tokk.... tokk.... tok....


Suara ketukan pintu.


Mendengar suara ketukan pintu edora langsung berlari untuk membukakan pintu


" dimana alex bi?" tanya andre berusaha setenang mungkin agar edora tidak semakin panik


" tuan alex ada di ruang kerjanya tidak sadarkan diri."jawab edora.


"Baiklah bibi ke kamar alex lalu rapikan, saya dan dokter akan membopong alex ke kamarnya"perintah andre.


Edora langsung ke kamar alex dan mengerjarkan apa yang di perintahkan oleh andre. Sedangkan andre dan dokter menuju ke ruang kerja alex "Tuan alex, ya tuhan panas sekali." panggil andre sambil menepuk nepuk kedua pipi alex.


"Dok, kita bopong saja alex ke kamarnya. dokter mau membantuku kan?" tanya andre yang di iyakan oleh sang dokter.


Setelah beberapa menit memeriksa alex akhir dokter memberi tahukan apa yang di alami alex


"Tuan alex sedang kelelahan dan banyak pikiran. Selain itu maag beliu juga kambuh karena dalam keadaan perut kosong dan yang lebih parahnya tuan alex meneguk 3 botol minuman keras berkadar tinggi yang semakin memperparah keadaanya." penjelasan dokter


"lalu apa yang harus kami lakukan" tanya andre.


"Saya sudah memasang infus selain itu saya juga sudah menyuntikkan obat penenang di dalam infusnya agar beliau dapat beristirahat. Setelah beliau sadar jangan lupa untuk memberikan obat yang telah saya resepkan dan tolong agar pola makannya di jaga"penjelasan dokter


"terima kasih dok atas bantuannya" ucap andre berterima kasih kepada sang dokter.


"baiklah kalau begitu saya pamit dulu" ucap sang dokter


"Baiklah dok, rafael akan mengantarmu pulang" ucap alex.


Rafael sudah di telpon oleh andre saat mendengar alex tidak sadarkan diri dan rafael langsung bergegas menjemput sang dokter berdasarkan perintah andre.


*****


"Sasha sayang, pulanglah." igau alex di dalam tidurnya


"Sasha sayang, pulanglah." igaunya lagi yang membuat andre terbangun dari tidurnya.


Andre memang sedang berada di rumah alex untuk menjaga alex yang sedang sakit. "Alex sadar" ucap andre menyadarkan alex.


"sasha sayang aku minta maaf." igau alex lagi yang membuat andre tersadar bahwa alex tidak sakit melainkan rindu dan merasa bersalah pada sasha. "


Sadarlah alex, jika kamu sadar aku akan membawamu ke sasha." bisik andre yang langsung mendapatkan respon dari alex.


Tidak lama setelah itu alex pun sadarkan diri. "akhirnya kamu sadarkan diri." ucap andre lega, meskipun alex belum pulih tapi setidaknya alex tidak lagi mengigau memanggi manggil nama sasha.


"Antarkan aku bertemu sasha." pinta alex

__ADS_1


Kira kira apa yang akan di lakukan andre?


__ADS_2