
"Sasha tengah berbaring di ruang perawatan salah satu klinik terdekat dari lokasi kejadian dalam keadaan belum sadarkan diri.
"Bagaiamana keadaannya dok?" tanya andre.
"Keadaannya baik baik saja. Dia hanya terlalu kecapean dan stress setelah sadar dia sudah boleh pulang." penjelasan dokter yang menangani sasha.
Andre memperhatikan sasha yang masih menutup matanya. Sasha yang berada di depan andre saat ini bukanlah sasha seperti yang andre kenal. sasha yang andre kenal adalah gadis periang, ramah dan cerewet serta selalu menentang setiap ada tugas yang di berikannya.
"Gadis labil." ucap andre tersenyum mengingat semua tingkah laku sasha selama di dalam kelasnya, tidak lama sasha sadarkan diri
"engggg aku dimana?" tanya sasha yang baru sadarkan diri.
"kita ada di klinik saya menemukan kamu tergeletak tidak sadarkan diri di pinggir jalan." penjelasan andre.
"haaaa pak andre auuuu." sasha terkaget melihat orang yang menyelamatkannya adalah dosen terkiller di fakultasnya hingga tanpa sadar sasha langsung mendudukkan dirinya tanpa aba aba sehingga rasa pusing langsung menyerang seketika.
"tidak usah banyak tingkah saya tidak akan menggigitmu" ucap andre memperingati sasha agar lebih berhati hati.
"maaf pak." ucap sasha.
Mengetahui sasha telah sadar dokter kembali memeriksa keadaannya.
"keadaan anda sudah membaik nona sekarang anda sudah boleh pulang." penjelasan sang dokter ketika selesai memeriksa keadaan sasha.
"kalau begitu saya permisi dulu nona dan tuan." pamit dokter meninggalkan ruangan perawatan sasha.
"terima kasih dok." ucap andre dan sasha bersamaan.
"bersiaplah aku akan mengantarmu pulang." perintah andre.
"pak killer upsss... maksudku pak dosen yang tampan dan baik hati bisakah aku menginap di rumahmu saja?" mohon sasha pada andre. Mendengar permohonan sasha andre langsung memberikan tatapan killer
"jangan bodoh, kalau memiliki masalah jangan bawa bawa aku ke dalamnya." sarkasme andre.
"huaaaa huaaaaa aku harus kemana tuhan, di dunia ini manusia sudah tidak lagi memiliki hati nurani terhadap gadis malang sepertiku." tangis sasha mendramatisir keadaan.
"jika aku tidak memiliki hati nurani kamu tidak akan mungkin berada di tempat ini. Mungkin sekarang kamu sudah mati kedinginan di jalanan." balas andre membuat sasha bergindik ngeri
"tolong lah pak, aku gadis yang tidak tahu arah jalan pulang." mohon sasha tanpa putus asa.
"baiklah kali ini ku izinkan kamu menginap di rumahku kebetulan bibi juga sedang pulang kampung." ucap andre terdengar licik di telinga sasha.
"dasar licik memanfaatkan ku tapi apa daya aku tidak punya tempat lain." ucap sasha dalam hati
*****
Alex kebingungan mencari sasha kesana kemari dengan mengendarai mobilnya tanpa rafael yang menemaninya
"sayang kamu dimana?" tanya alex pada keheningan yang menyertai perjalanannya mencari sasha. Alex telah merasa frustasi mencari sasha.
Sudah hampir 3 jam alex berkeliling mengendarai mobilnya mencari sasha tapi tidak ada tanda tanda keberadaan sasha. Perasaan alex tak menentu seperti saat ia mendengar sasha menghilang di acara perkemahan fakultasnya. Ada rasa takut kehilangan sekaligus rasa trauma ditinggalkan oleh orang terdekatnya kembali menghampiri alex. Itulah yang menjadi alasan alex tidak mampu melepas siska ataupun sasha.
Egois tapi itulah hal yang paling ditakutkan alex meskipun saat ini jujur alex akui cintanya lebih berat ke sasha tapi ia tak bisa memungkiri masih memiliki rasa kepada siska. Karena merasa putus asa memutuskan kembali ke mansion dengan harapan sasha telah ada di mansionnya, harap alex dalam hari
*****
Andre dan sasha telah sampai di rumah andre.
"wauw rumah pak dosen luas juga yah." kagum sasha. Rumah andre tidak kalah besar dari rumah alex meskipun rumah alex sedikit lebih mewah dan besar dari rumah andre.
"tutup mulutmu nanti air liurmu bisa mengotori rumah mewahku." ejek andre melihat reaksi sasha yang menganga kala melihat rumahnya.
__ADS_1
Mendengar ejekan andre, sasha hanya menggerutu dalam hatinya "begini saja sombong" gerutu sasha dalam hati.
"tidak usah menggerutu." ucap andre yang membuat sasha berhenti menggerutu dalam hati .
"wahhh dosen ini selain killer juga bisa membaca isi hati." ucap sasha sengaja membesarkan suaranya agar di dengar oleh andre. Andre berjalan meninggalkan sasha tanpa berniat sedikitpun membalas ucapan sasha
"Kakak darimana sa...." ucap andra yang terhenti kala melihat sasha berada di rumahnya
"kenapa ada pria bermulut wanita ini?" tanya sasha pada andre. Merasa sedang di hina oleh sasha andra langsung membalas "seharusnya aku yang bertanya begitu. Kenapa gadis bodoh sepertimu ada di rumah kami." balas andra sarkas.
Mendengar perkataan andra bahwa ini adalah rumah mereka, seketika sasha terdiam dan berbicara dalam hatinya "matilah aku. keluar dari kandang macan malah terjebak di kandang singa"rutuknya dalam hati
Melihat keduanya saling menatap dengan tatapan sinis andre langsung menengahi
"kalian sudah saling kenal" tanya andra yang mendapatkan jawaban tidak terduga dari andra dan sasha "tidak, kami tidak saling kenal" jawab keduanya serentak
"baiklah calm down. Andre perkenalkan ini sasha mahasiswa kakak di kampus, mahasiswa ter bar bar tentunya (sasha memicingkan matanya mendengar perkataan andre) dan sasha perkenalkan ini andra adikku satu satunya" ucap andre.
"aku sudah kenal kak, dia gadis bodoh yang dinikahi oleh kak alex" balas andra penuh penekanan di kata bodoh. Mendengar perkataan andra, andre langsung menatap sasha tegas "benar yang di katakan andra" tanya andre yang hanya mendapat anggukan dari sasha.
"ya sudah kalau begitu kalian berdua istirahatlah besok baru kita bahas masalah ini" perintah andre.
"pak dosen janji yah tidak akan memberitahu kak alex kalau aku ada disini please aku mohon kak" mohon sasha pada alex dengan mimik wajah terluka yang membuat andre merasa iba padanya.
"baiklah" ucap andre.
Andre adalah kakak sepupu alex, bisa dikatakan andre adalah kakak tertua diantara mereka bertiga. Meskipun begitu alex tetaplah disegani oleh andre dan andra karena kemampuannya dalam menangani perusahaan dan juga keputusan tepat serta solusi yang selalu di berikannya dalam berbagai hal kecuali menyangkut perasaan alex bukanlah orang yang dapat di andalkan.
Bahkan alex lah yang membawa kejayaan bagi keluarga revano dan alex termaksud orang yang sangat menghormati orang tua termaksud kedua orang tua andre dan andra yang sudah seperti ayah dan ibu baginya.
*****
Di lain tempat alex sedang berbaring di atas tempat tidur dengan perasaan gusar yang menelungkupinya. Sudah ada puluhan telepon dari siska yang diabaikannya bahkan alex sama sekali tidak peduli dengan keadaan siska yang tadi pagi sempat mengalami kecelakaan kecil di apartemennya sendiri.
"pulang sayang, tidak apa kamu diam atau bahkan memakiku asalkan aku bisa melihatmu itu jauh lebih baik." ucap alex menyesali perbuatannya kepada sasha. Karena terlalu larut dalam kesedihan dan kekhawatirannya alex tidak menyadari bahwa sebentar lagi sang menteri akan terbit dan sudah lebih dari berjam jam waktunya yang berlalu begitu saja hanya untuk memikirkan keadaan sasha saat ini.
Alex beranjak dari tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi lalu membasahi kepalanya untuk lebih menyegarkan fikirannya. Meskipun yang di lakukannya sama sekali tidak berpengaruh apa apa, justru semakin menambah beban pikirannya kala mengingat sasha.
Bagaimana jika seandainya ada yang berniat buruk padanya. Tiba tiba alex teringat pada ayah mertuanya "ayah mertua, aku yakin sasha pasti akan kerumah ayah mertua" ucap alex pada dirinya sendiri. Kemana lagi sasha akan pulang kecuali ke rumah ayahnya karena sasha adalah anak yang sangat manja dan sayang kepada orang tua satu satunya yang dimiliki olehnya.
Alex kemudian bersemangat membersihkan dirinya untuk bersiap kerumah sang ayah mertua atau papa sasha, dalam hati alex muncul secercah harapan akan keberadaan sasha.
*****
Mereka bertiga tengah menyantap sarapan pagi yang disiapkan oleh kakak beradik itu. Andra dan andre terbiasa melakukan semua hal sendiri, itulah sebabnya tidak ada seorang pembantu pun yang berkeliaran di rumah ini. Meskipun keduanya memiliki kesibukan masing masing tapi dalam urusan kebersihan mereka berdua sangat menjaga kebersihan.
"Kenapa kamu tidak mau pulang ke rumah alex?" tanya andre to the point yang membuat sasha seketika menghentikan suapannya ke dalam mulutnya sendiri.
"kak alex memiliki kekasih"jawab sasha dengan raut wajah yang langsung berubah drastis dari ceria ke murung
"jadi kak alex masih berhubungan dengan wanita itu.", ucap andra refleks.
"andra keluarlah ini bukan urusan anak kecil"perintah andre.
Merasa tidak terima dikatakan sebagai anak kecil oleh kakanya sendiri andra langsung melakukan pembelaan diri "aku sudah 19 tahun kak. aku bukan anak kecil lagi".
"andra keluar tidak ada bantahan." perintah andre lagi yang tidak bisa di bantah oleh andra. Andra adalah adik yang sangat mengagumi kakaknya sendiri karena dimata andra, andre dan alex adalah orang yang bijaksana dan penuh dengan wibawa bahkan andra bercita cita ingin menjadi seperti mereka berdua. Tapi andra tahu alex payah dalam hal wanita dan andra memaklumi itu.
"baiklah kak" ucap andra mengiyakan perintah sang kakak.
"Lalu kenapa kamu pergi dari rumah, itu tidak akan menyelesaikan masalah" tanya andre lagi.
__ADS_1
"aku hanya merasa semakin buruk jika terus berada di rumah kak alex" jawab sasha pilu.
"Baiklah, untuk sementara tinggallah disini sampai keadaan membaik" ucap andre membiarkan sasha sementara waktu tinggal bersamanya dan andra.
Menurut andre tidaklah terlalu buruk mengasuh dua orang apalagi sasha sudah seperti adiknya sendiri yang masih kecil di matanya. Terlebih sasha adalah istri dari adik sepupunya sendiri.
"terima kasih pak." balas sasha.
"panggil saja saya kak andre seperti andra memanggil saya." perintah andre
"baik pak, ehhh kak andre maksudku"jawab sasha mengiyakan.
Andre memang mengetahui bahwa alex telah menikah tapi andre tidak mengetahui sosok wanita yang dinikahi alex. Bahkan andre mengetahui apa alasan utama alex menikah dan itulah yang membuatnya merasa iba saat mendengar penjelasan sasha mengenai alex
"aku akan membantumu mendapatkan alex sepenuhnya." tekad andre sudah bulat untuk membantu sasha maupun alex agar tidak terjadi perpisahan dalam pernikahan mereka berdua.
Meskipun sasha masih seorang mahasiswa yang labil di mata andre tapi ada daya tarik dalam diri sasha yang mampu menarik perhatian siapa pun yang dekat dengannya dan itu tidak bisa di tampik oleh andre.
*****
Tokk.... tokk.... tokk....
Suara ketukan pintu
"Tuan alex silahkan masuk." ucap nina pembantu di rumah papa sasha.Alex kemudian memasuki rumah papa sasha
"Silahkan duduk tuan saya panggilkan tuan besar dulu" ucap nina berlalu meninggalkan alex yang sedang duduk di ruang tamu.
Sekarang alex sedang berkunjung atau lebih tepatnya datang untuk mencari sasha di rumah ayah mertuanya. Nina menghampiri papa sasha "tuan, suami non sasha datang" ucap sasha memberitahukan papa sasha tentang kedatangan alex.
Papa sasha yang sedang sarapan menghentikan sarapannya dan segera menghampiri alex yang berada di ruang tamu
"Nak alex ada apa datang kemari? kemana sasha? kenapa kamu tidak membawa sasha?" tanya papa sasha bertubi tubi yang mebuat harapan alex seketika pupus.
"Sasha tidak ada disini lalu kemana dia?" tanya alex dalam hati. Melihat alex yang terdiam dan melamun tidak menjawab pertanyaannya membuat papa sasha kebingungan
"apa ada masalah nak, apa sasha menyusahkanmu?" tanya papa alex yang seketika menarik alex dari lamunannya, ketika mendengar papa sasha bertanya tentang sasha.
"tidak , sasha tidak menyusahkan pa. aku hanya ingin berkunjung ke rumah papa memastikan apakah perusahaan papa baik baik saja." ucap alex berusaha mengalihkan pembicaraan mengenai sasha.
"perusahaan papa berjalan sangat baik itu semua berkatmu nak" puji papa sasha. Mendengar jawaban papa sasha, alex hanya tersenyum kecut mengetahui fakta bahwa sasha tidak pulang kerumah papanya.
"Baiklah pa, alex tidak bisa terlalu lama disini karena hari ini alex ada rapat dengan beberapa investor penting" pamit alex segera setelah mengetahui sasha tidak ada di rumah ayah mertuanya.
"ya sudah kalau begitu nak, semoga rapatnya berjalan lancar dan lain kali jika berkunjung bawalah sasha." ucap papa sasha. Alex kemudian berpamitan dan meninggalkan rumah papa sasha
"Kamu sekarang berada di mana sayang." tanya alex sambil memperhatikan walpaper ponselnya yang berisi gambar sasha saat tertidur.
Drttt.... drttt.... drtttt...
Dering ponsel alex.
Ponsel alex berdering. Siska menelponnya sudah lebih dari puluhan bahkan mendekati ratusan panggilan yang di angkat oleh alex. Melihat nama yang tertera di ponselnya alex lalu mengangkat panggilan telpon tersebut
"Halo ada apa?" jawab alex
"berikan aku alamatnya." jawab alex dengan wajah sumringah
kira kira ada apa yah
dan apa yang sedang di bicarakan oleh si penelpon sampai alex yang tadinya berwajah muram berubah jadi sumringah.
__ADS_1
jangan lupa like komen dan berikan ratenya guys
sekian dlu yah