Suami Arogan

Suami Arogan
Kembali bersama


__ADS_3

Alex telah sadarkan diri meskipun demamnya belum turun tapi keadaannya sedikit membaik dari yang sebelumnya


“kak andre” ucap alex saat melihat andre berada di kamarnya dan menemaninya


“syukurlah, kamu sudah sadarkan diri” ucap andre lega


“dimana sasha?” tanya alex yang membuat andre seketika terdiam.


“kak andre, tidak melihat istriku disini?” tanya alex dengan suara parau dan lebih terdengar seperti cicitan tapi masih mampu di dengar oleh andre.


“aku tidak melihat siapapun disini kecuali edora” jawab andre membuat alex menghela nafas kecewa.


“sudalah alex, pikirkan dulu kesehatanmu” nasihat andre.


Alex langsung bangkit dari ranjang dan mencabut selang infus yang berada di tangannya


“alex apa yang kamu lakukan?” tanya andre khawatir .


“aku harus mencari istriku kak, kasihan dia pasti kedinginan diluar sana” ucap alex dengan nada suara penuh kekhawatiran.


“seharusnya kamu memikirkan dirimu sendiri alex” tegas andre ke alex


“tidak kak, aku baik-baik saja” jawab alex lalu memaksakan dirinya untuk berdiri dan oleng saat kakinya belum berpijak sepenuhnya untung saja andre yang dengan sigap menopangnya dan mendudukan alex diatas ranjang.


“apa aku bilang kamu belum pulih alex”. Ucap andre meperingati.Alex terdiam membuat andre kebingungan.


“alex kamu baik-baik saja?” tanya andre khawatir jika sesuatu terjadi kepada lelaki yang sudah dianggapnya seperti adik kandungnya sendiri .Alex tetap terdiam tidak menjawab pertanyaan andre. Tiba-tiba bahu alex bergetar hebat


“alex” panggil andre yang semakin merasa khawatir.


“kak aku begitu merasa bersalah kepada istriku sendiri” ucap alex dengan suara yang parau.


Ternyata bahu alex bergetar karena menangis dan itu membuat andre kaget bukan main. Inilah pertama kalinya andre melihat alex menangis bahkan sekeras dan sesusah apapun masalah yang dihadapi alex selama ini tidak pernah sekalipun alex meneteskan airmatanya.


“sasha ada bersamaku” ucap andre jujur.Seketika tangis alex terhenti


“kak andre tidak sedang bercanda kan” ucap alex tidak yakin, ia takut jika andre berbohong untuk sekedar menenangkan hatinya.

__ADS_1


“iya, sasha ada dirumahku” ucap andre yang membuat alex sedikit merasa tenang.


“ayo kita ke rumahmu kak” ucap alex penuh semangat.


“apa tidak sebaiknya kamu istrirahat saja dulu” ucap andre.


“aku baik-baik saja kak. Hanya sasha yang bisa membuatku benar benar pulih” ucap alex menyakinkan andre.


“baiklah kalau begitu” andre mengiyakan permintaan alex


Alex dan andre sudah sampai dikediaman andre.


“masuklah” ucap andre mempersilahkan alex masuk dan yang pertama menyita perhatian alex adalah sesosok perempuan yang sedang tertidur di sofa dengan gaya yang tidak manusiawi, perempuan itu adalah sasha istrinya sendiri. Perut alex seakan dipenuhi oleh kupu-kupu yang sedang berterbangan, rasa bahagia tidak dapat disembunyikannya. Senyuman alex begitu merekah melihat wanitanya sedang tertidur pulas dalam keadaan baik-baik saja.


“kamar sasha berada di ujung sana” ucap andre setelah itu andre membangunkan andra “andra bangunlah, masuk ke kamarmu”.


“kakak jangan ganggu aku” andra tidak menghiraukan perkataan andre.Melihat respon andra, dengan sangat terpaksa andre menarik paksa kedua tangan andra untuk terduduk. Seketika andra langsung membuka kedua matanya.


“kak alex, kenapa ada disini?” tanya andra keheranan melihat alex berada di rumahnya.


“sudah tidak usah banyak tanya, ayo masuk ke kamarmu” perintah andre dengan menarik paksa andra dari sofa.


“sayang aku sangat mengkhawatirkanmu dan kamu malah tertidur lelap disini” curhat alex pada sasha yang tertidur. Alex langsung membelai lembut wajah sasha, seakan sasha telah dipisahkan dalam waktu yang lama.


Demam alex seketika turun dan keadaan kembali membaik meskipun belum sepenuhnya tapi kehadiran sasha sangat berpengaruh dratis dalam kehidupannya. Alex memberanikan diri menggendong sasha ke salah satu ruangan yang dikatakan andre sebagai kamar sasha.


Alex meletakkan sasha diatas ranjang dengan sangat hati-hati, alex takut tidur sashaa akn terganggu. Setelah meletakkan sasha di atas ranjang alex pun ikut berbaring di sebelahnya.


“aku rindu kamu” ucap alex lalu merengkuh sasha dalam pelukannya. Sasha tidak merasa terganggu sama sekali justru sebaliknya sasha memeluk alex posesif seperti sedang memeluk sebuah bantal guling. Alex tertawa bahagia melihat tingkah sasha, tingkah sasha yang seperti inilah yang membuat alex sangat mat merindukannya. Sasha yang periang dan kepolosannya mampu menjerat alex sepenuhnya. Karena alex belum pulih sepenuhnya alexpun mengikuti jejak sasha ke alam mimpi.


Pagi telah menjelang tapi sasha masih asik tertidur dengan kepala di atas dada bidang alex dan kaki yang memeluk posesif seperti seorang anak yang memeluk ibunya.


“seperti wangi kak alex saja bantal guling ini” ucap sasha dengan mata yang masih terpejam.


“guling, buknnya semalam aku tertidur di sofa kenapa bisa ada guling?” tanya sasha dalam hati.


Merasa janggal akhirnya sasha meraba raba dan sasha langsung bangkit dari tidurnya menyadari yang di peluknya bukanlah sebuah guling melainkan manusia dan yang lebih mengejutkan lagi ternyata manusia itu adalah alex suaminya.

__ADS_1


Dengan terbirit-birit sasha berlari ke meja makan. Setelah melihat andre dan andra, sasha langsung bertanya dengan sedikit berteriak


“kak andre, kenapa bisa ada kak alex di kamarku?” tanya sasha dengan memicingkan matanya ke andre sedangkan andrahanya diam tanpa berniat ikut campur sedikitpun.


Mood andra sedang tidak baik karena hari ini. Tiba tiba saja dosennya mengadakan kuis dadakan dan yang lebih parahnya andra belum belajar sama sekali.


Belum sempat andre menjawab pertanyaannya sasha kembali berkata “ atau jangan jangan kak andre yang sengaja membawa kak kesini” introgasi sasha. Bukannya menjawab pertanyaan sasha, andre malah menyerahkan nampan yang berisi makan dan obat ke sasha.


“untuk apa ini, akukan baik-baik saja” ucap sasha merasa kebingungan.


“itu untuk alex” jawab andre singkat.


Mendengar jawaban andre butuh beberapa menit bagi sasha untuk mencernanya sampai akhirnya sasha berkata “kak alex sakit” belum sempat andre menjawabnya sasha sudah berlari kecil dengan nampan yang di bawanya menuju ke kamarnya.


Setelah sampai dikamar sasha meletakkan nampan ditangannya di atas meja, lalu sasha duduk disisi ranjang sambil menatap alex yang sedang tertidur pulas dalam keadaan yang sangat kacau, tidak seperti saat terakhir kali mereka bertemu.


Wajah lelah nampak jelas di wajah alex, lingkaran hitam di bawah mata pun tercetak jelas.


“ kak alex kenapa bisa seperti ini?” tanya sasha sambil mengelus-elus kepala alex dengan penuh kasih sayang.


“sasha maafkan aku” ucap alex sambil menggenggam tangan sasha yang mengelus kepalanya.


Alex terbangun karena belaian sasha di kepalanya. Sasha hanya terdiam tidak tahu harus berbuat apa karena sejujurnya sasha masih merasa kecewa kepada alex.


“aku memang menikah denganmu sebagai syarat menjadi penerus papa. Tapi itu dulu sebelum aku mencintaimu” penjelasan alex yang membuat sasha


meneteskan airmata


“kenapa sayang? Apa perkataanku menyakitimu?” tanya alex. Sahsa tidak menjawab pertanyaan alex melainkan sasha langsung menghamburkan diri kedalam pelukan alex yang tentu saja dengan senang hati alex membalas pelukan sasha.Setelah cukup lama berpelukan akhirnya sasha berbicara


“kak alex sakit apa?” tanya sasha.


“aku tidak sakit, aku hanya merindukanmu sampai rasanya aku mau mati saja karena tidak melihatmu beberapa hari ini” jawab alex membuat pipi sasha tersipu malu.


“kak alex sedang merayu aku” ucap sasha malu-malu.


“tidak, aku tidak sedang merayu. Aku berkata serius” ucap alex dengan mimik wajah serius.

__ADS_1


Sasha semakin mengeratkan pelukannya ketika mendengar jawaban alex yang membuat suasana hatinya langsung berubah drastis yang tadinya kecewa dan sakit hati sekarang berbunga-bunga.


__ADS_2