
Suasana hati sasha yang tadinya suram kini kembali cerah setelah ia memilih memperjuangkan pernikahannya dan melepaskan tama lelaki yang menjalin hubungan cukup lama dengannya. Senandung bahagia tak henti-hentinya terdengar dari bibir manis sasha.
Kini sasha telah sampai di perusahaan yang di kelola alex, raut wajah sedih tak nampak sedikitpun di wajahnya. Meskipun luka lebam di dahinya belum hilang serta perban di tangan dan kakinya yang terluka tak menyurutkan semangat sasha untuk segera bertemu dengan lelaki yang berstatus sebagai suaminya.
"Halo Linda" Sapa sasha kepada Linda sang resepsionis di perusahaan alex
"Nyonya" Sapa balik Linda.
"Saya ke ruangan kak alex dulu" pamit sasha ke Linda, yang di balas anggukan dan senyum manis di bibirnya.
"Kenapa dengan nyonya sasha?" tanya Linda yang merasa iba melihat istri dari bosnya yang di penuhi luka serta harus berjalan dengan terpincang-pincang.
*****
Sasha dengan senyum sumringah memasuki ruang kerja suaminya. Namun ada hal yang membuat senyum itu lenyap begitu saja ketika melihat naira sedang memeluk alex sedangkan alex tidak melakukan penolakan sama sekali.
"Dasar wanita jal*ng" sasha berjalan ke arah naira dan menjambak rambutnya dengan kuat yang membuat naira mengadu kesakitan
"Kak alex sakit" naira mengadu kepada alex dengan suara yang di buat sedramatis mungkin.
"Jangan pernah berani menyentuh naira" ucap alex lalu memelintir tangan sasha.
"Kak sakit" ucap sasha mengadu kesakitan dengan air mata yang mengalir deras.
"Ini baru awal sayang" ucap alex datar namun sarat akan kekejaman. Setelah mengatakan itu alex melepaskan pelintiran tangan sasha lalu mendorongnya hingga terjatuh.
"Kak aku sudah tidak punya hubungan dengan kak tama, ku mohon percayalah padaku kak" ucap sasha sambil memohon.
Melihat sasha yang menangis tersedu-sedu membuat hati alex sedikit tercubit seakan-akan ia merasakan apa yang dirasakan oleh sasha. Tapi itu semua tidak bertahan lama karena memori lama pun turut berputar di ingatannya.
"Aku benci wanita sepertimu" ucap aelx menunjuk sasha tegas
"Kak sumpah aku tidak berselingkuh dengan kak tama, ia hanya bagian dari masa laluku" penjelasan sasha dengan pipi yang berlinang air mata.
"Sudahlah sa, kamu tidak usah berkilah" ucap naira memojokkan sasha. Sasha yang tidak terima dengan ucapan naira langsung bangkit lalu menampar wajah naira yang membuat suasana dalam ruang kerja alex semaki memanas.
Plakkkk
suara tamparan sasha ke naira
__ADS_1
"Jangan ikut campur dalam urusan rumah tangga kami" ucap sasha marah
"Aku akan menceraikanmu secepatnya" bisik alex tepat di telinga sasha yang membuat sasha seakan hilang pijakan dan terduduk lemas, sedangkan alex meninggalkan sasha begitu saja dan tentu saja naira selalu mengintili alex.
"Aku akan menggantikanmu" ucap naira sebelum mengintili alex.
"Haaaaaaaaaaaa" teriak sasha meraung-raung tidak peduli seisi perusahaan akan mendengarnya atau menghujatnya. Rasa sakit itu membuatnya benar-benar frustasi, air matanya serasa sudah kering, bibirnya sudah lelah menjelaskan namun alex benar-benar telah membenci dirinya. Tiba-tiba sasha berlari mengejar alex yang sudah berada di parkiran mobil.
"Kak alex" teriak sasha yang membuatnya jadi pusat perhatian. Mendengar teriakan sasha membuat alex dan naira berbalik ke arah sumber suara.
"Kak alex aku mencintaimu" sasha menyatakan cintanya kepada alex di depan umum dengan harapan alex akan luluh tapi semua itu hanya kemustahilan.
"Tinggalkan saja dia" ucap alex memasuki mobilnya bersama naira dan meninggalkan sasha seorang diri.
*****
Sasha sedang menangis sejadi-jadinya di rumah reva sahabatnya yang membuat reva iba melihat sasha yang begitu frustasi.
"Sasha kamu harus kuat" ucap reva menguatkan sahabatnya itu.
"Va, aku akan jadi janda di usia muda" ucap sasha dengan suara nyaris tak terdengar karena suaranya habis akibat terlalu lama menangisi pernikahannya.
"Masalah sepele seperti itu mampu membuat kak alex menceraikan mu, dasar lelaki egois" ucap reva marah kepada alex. karena menurutnya alex terlalu membesar-besarkan masalah sepele seperti itu.
"Tapi apapun alasannya ia tidak pantas menyiksamu seperti ini" ucap reva iba melihat luka lebam serta luka perban di beberapa bagian tubuh sasha.
"Va, aku bolehkan menginap disini malam ini" pinta sasha kepada reva. Sasha tidak sanggup dan tidak memiliki kekuatan lagi untuk berjalan pulang seluruh tenaganya telah terkuras habis untuk menangisi pernikahannya.
"Boleh, ya sudah aku siapkan makanan dulu yah. Aku tahu kamu pasti belum makan sama sekali" ucap reva lalu bergegas ke dapur untuk membuat makanan untuk sasha.
"Aku sampai lupa sejak pulang dari pesta sampai sekarang tidak sedikitpun makanan masuk ke dalam perutku" ucap sasha
*****
Makan telah dihidangkan di meja makan oleh reva dan siap untuk di santap.
"Sasha makan yuk" reva mengajak sasha untuk makan malam sebelum sasha tidur
"Iya" sasha berjalan ke arah meja makan tapi baru saja dirinya sampai di meja makan tiba-tiba saja ia merasa mual.
__ADS_1
Oek... oek.. oek..
Sasha mual
"Sasha kamu kenapa?" tanya reva khawatir lalu memijit tengkuk sasha.
"Mungkin maagku kambuh" ucap sasha menenangkan reva
"Aku panggil dokter yah soalnya muka kamu pucat sekali" reva semakin khawatir melihat keadaan sasha.
"Tidak perlu" ucap sasha berjalan kembali ke arah meja makan tapi baru beberapa langkah saja sasha langsung limbung ke lantai.
"Sasha kamu kenapa?" tanya reva khawatir sambil menepuk-nepuk pipi sasha agar sasha membuka matanya tapi usahanya berbuah nihil karena sasha sama sekali tidak membuka mata.
Reva berlari ke arah telpon rumah dan membiarkan sasha tergeletak tidak sadarkan diri di lantai karena ia tidak mampu membopong sasha seorang diri.
"Halo kak andre, sasha tidak sadarkan diri kak andre harus segera kesini" ucap sasha panik. Mendengar ucapan reva tanpa pikir panjang andre langsung bergegas ke rumah reva
*****
Tok.. tok.. tok..
Suara ketukan pintu .
"Masuk" teriak reva saat mendengar suara ketukan pintu yang diyakini reva itu adalah andre
"Sayang kenapa bisa seperti?" tanya andre yang kaget melihat sasha tergelatak di lantai tidak sadarkan diri.
"Aku juga tidak tahu kak" ucap reva.
"Dok tolong bantu saya mengangkatnya ke sofa" ucap andre. Andre datang bersama seorang dokter. Kini sasha sudah berbaring di sofa dan di periksa oleh dokter yang di bawa andre.
"Bagaimana keadaannya dok?" tanya andre ketika melihat dokter sudah selesai memeriksa sasha
"Nona muda ini terlalu stress dan kelelahan" penjelasan sang dokter
"Bagaimana dengan maagnya dok?" tanya reva yang takut kalau maag sasha semakin parah
"Ini bukan faktor maag nona, tuan" ucap sang dokter yang membuat reva dan andre semakin khawatir
__ADS_1
"Lalu apa dok?" tanya andre
"Seperti yang saya katakan nona muda ini terlalu stress dan kelelahan sehingga mempengaruhi janin yang berada di kandungannya dan saya harap kedepannya untuk menjaga pola makan nona muda ini serta hindarkan dia dari segala sesuatu yang bisa membuatnya tertekan" penjelasan sang dokter yang membuat reva dan andre kaget