Suami Arogan

Suami Arogan
Istriku


__ADS_3

Alex menghampiri sasha


"kamu tidak apa apakan sayang?" tanya alex membenarkan posisi kaki sasha


"tidak." jawab sasha.


Sakit yang dirasakan sasha seketika hilang mendengar alex memanggilnya dengan panggilan sayang dengan pipi yang tersipu malu sasha menundukan kepalanya


"kamu malu hmm." tanya alex geli melihat tingkah malu malu sasha


"ti... tidak, aku tidak malu." jawab sasha grogi karena alex mengetahui dia sedang malu


Alex melihat jam sudah menunjukan waktu tengah hari berarti ini waktunya sasha makan dan minum obat. Alex berjalan ke mejanya dan menekan tombol telpon kantornya. Rupanya alex sedang menelpon wana sekretarisnya.


"wana tolong belikan makanan sehat untuk istriku." perintah alex


"i....stri." ucap wana terbata bata


"iya istriku, apa ada masalah?" tanya alex


"tidak pak, saya akan melakukan perintah bapak." jawab wana dan alex pun langsung menutup telponnya lalu kembali berjalan ke arah sofa


"sekarang sudah siang hari waktu makan lalu minum obat ibu negara." ucap alex


"i..bu ne...gara." balas sasha terbata. Sasha heran mengapa alex memanggilnya ibu negara.


"iya ibu negara atau lebih tepat ibu negara yang mengusai semua kehidupanku." ucap alex lalu mencium kening sasha. Sasha hanya terdiam dengan mengedipkan mata tidak percaya bahwa alex lelaki yang selama ini kadang menyakitinya tapi sekaligus lelaki yang di cintainya mengucapkan kata itu.


"aku mencintai mu, mencintai istriku." ucap alex lagi yang semakin membuat sasha terkejut sekaligus senang sampai sampai tanpa sadar sasha mencubit pipinya sendiri


"heii, kenapa di cubit sayang." kata alex mengelus pipi sasha yang di cubit oleh sasha sendiri


"aku tidak percaya kalau kak alex akhirnya bisa mencintaiku." ucap sasha dengan pipi merona, jantung yang berdegup sangat kencang. Rasanya ini adalah hal terbahagia dalam hidup sasha.


"letakkan disini." ucap alex menarik tangan sasha dan meletakkan di dada alex yang berdegup tidak kalah kencang dari sasha


"sekarang kamu percaya." ucap alex lagi yang di balas anggukan oleh sasha serta tanpa sadar air matanya sedikit menetes


"kenapa menangis sayang?" tanya alex lalu menyeka air mata sasha


"aku bahagia" jawab sasha lalu memeluk alex erat yang di balas alex dengan erat pula.


Ditengah tengah kebahagian mereka tiba tiba terdengar suara ketukan pintu


tok.. tok.. tok..


tanpa melepaskan pelukannya alex berkata "masuk."

__ADS_1


"pak ini.... " ucapan wana terhenti melihat bosnya sedang berpelukan dan yang lebih mengagetkannya ternyata wanita belia yang selalu datang ke kantor ini adalah istri bosnya. perempuan yang selalu disangka sasha sebagai adik dari bosnya


"ada apa wana?" tanya alex melepaskan pelukannya dan sasha. Sasha merasa malu karena ada yang melihatnya bermesraan dengan suaminya sedangkan alex bersikap biasa saja


"ehhhh ini pesanannya pak." jawab wana dengan sungkan dan sedikit tersenyum kepada sasha yang di balas dengan senyum lebar oleh sasha


"santai saja wana" ucap alex


"iya pak, kalau begitu saya kembali ke tempat saya" ucap wana


"silahkan." balas alex


Setelah wana keluar


"ini dia makanannya waktunya ibu negara makan" ucap alex


"siap bapak negara" jawab sasha yang berakhir dengan gelak tawa oleh keduanya


Kini sasha dan alex makan dengan saling menyuapi satu sama lain. Makan romantis sepiring berdua bahkan sesendok berdua hehehe.


"waktunya minum obat" ucap alex.


"siap." balas sasha


alex lalu mengambilkan obat sasha yang dia simpan di laci meja kerja kantornya dan menuangkan segelas air lalu memberikannya kepada sasha.


*****


"pulanglah" ucap alex yang tidak di tanggapi oleh andra.


Andra berlalu begitu saja menghampiri sasha


"hei gadis bodoh" sapa andra ke sasha


"ada apa kamu kesini?" tanya sasha sedikit ketus mengingat pertemuannya kala itu dengan andra berakhir dengan saling ejek


"kenapa ini kantor kakak ku" jawab andra tidak kalah ketus


Sebelum terjadi adu mulut antara keduanya alex langsung menengahi


"andra jika kamu mengganggu istriku lebih baik tidak usah datang kesini lagi" ucap alex tanpa mengalihkan perhatiannya dari laptop


"kakak teganya dirimu padaku." balas alex sedikit mendramatisir sedangkan sasha hanya menjulurkan lidahnya meledek andra


"kakak lihat istrimu meledekku." aduh andra ke alex


"tidak kak, dia berbohong." pembelaan sasha

__ADS_1


"andra kamu harus belajar mengalah pada seorang wanita" ucap alex secara tidak langsung membela sasha


"kakak, ahhh sudahlah aku pulang saja kakak sama menyebalkannya dengan mama." ucap andra pura pura kesal dan berlalu meninggalkan ruangan alex


Alex dan andra sudah seperti layaknya saudara kandung meskipun mereka berdua nyatanya hanya bersepupu. Mama andralah selama ini yang menjadi layaknya seorang ibu bagi alex. Mama andra adalah adik kandung dari papanya alex. Meskipun alex terlihat begitu dingin tapi dia begitu menyayangi andra.


*****


"sayang, bangun." ucap alex membangunkan sasha


"enggggg." lenguh sasha yang baru saja terbangun


"maaf yah sayang karena menunggu aku kamu jadi ketiduran." ucap alex sedikit menyesal membiarkan sasha menemaninya seharian di kantor


"tidak masalah, apapun untuk lelaki dinginku." ucap sasha membelai wajah alex


"ayo kita pulang." ucap alex lalu membantu sasha bangun dan mendudukannya di kursi roda.


*****


Alex berjalan dengan mendorong kursi roda sasha melewati pegawainya lalu tiba tiba alex berhenti dan berbalik ke hadapan karyawannya


"semua karyawan berkumpul disini." ucap alex lalu semua karyawan berkumpul di tempat itu


"ada yang ingin ku sampaikan" ucap alex lalu melihat sasha yang menatapnya bingung "perkenalkan wanita yang berada di kursi roda ini adalah sasha alexander istri saya alexander revano. Hormati dia seperti kalian menghormati saya karena dia adalah saya." ucap alex lagi dengan mengelus sayang rambut sasha di depan karyawannya


"baik pak" ucap semua karyawan bersamaan


"hanya itu yang ingin saya sampaikan. hari ini cukup sampai disini pulanglah lebih awal tidak usah lembur." ucap alex lalu berlalu meninggalkan mereka dengan mendorong kursi roda sasha


Setelah kepergian alex banyak karyawan yang membicarakannya. Ada yang mengagumi kecantikan sasha ada pula yang mempertanyakan Siska yang selama ini lebih dahulu di kenal sebagai kekasih alex. Banyak yang kasian pada sasha tpi banyak juga yang yakin sasha mampu meluluhkan alex dan merubah sikap dinginnya.


*****


Mereka kini telah di rumah tepatnya di kamar.


"kak aku bahagia." ucap sasha membuka pembicaraan


"baguslah jika gadis kecilku bahagia." ucap alex


Tanpa sengaja sasha dan alex terhanyut dalam tatapan mata masing masing. Alex memajukan wajahnya mendekati sasha dan sasha refleks menutup matanya dan terjadilah ciuman panas antara sasha dan alex. Di tengah ciuman mereka alex menghentikannya secara tiba tiba


"maaf sayang, tapi aku takut tidak bisa menahan diri sedangkan kamu masih sakit." penjelasan alex


"hehehe iya." jawab sasha dengan cengiran gigi ala senyum pepsodent


"ya sudah tidurlah agar cepat sembuh dan kita bisa lebih dari ini." ucap alex yang membuat pipi sasha merona sangat merah karena malu

__ADS_1


Alex memeluk sasha lalu mereka berdua tenggelam dalam mimpi Indah keduanya


sekian


__ADS_2