
Reva masih begitu kegirangan mengetahui bahwa di dalam perut sahabatnya itu bersemanyam dua nyawa manusia yang harus di jaga dan diperjuangankan oleh sahabatnya. Mereka bertiga sudah sampai di rumah reva sekitar sepuluh menit yang lalu.
"Sa, kamu mau makan apa?" tanya reva kepada sasha yang sedang duduk di sofa menikmati tayangan televisi untuk mengisi kekosongan.
"Tidak usah repot-repot, aku tadi sudah makan di resto" Sasha menolak tawaran reva karena ia memang masih kenyang.
"Ya sudah, kalau begitu aku siapkan segelas coklat hangat untukmu. Kamu pasti kedinginan karena menunggu di luar resto saat hujan deras" Ucap reva yang begitu peduli pada sasha. Sasha hanya menganggukan kepala karena ia tidak ingin reva kecewa jika ia menolak tawarannya yang kedua kali.
Reva langsung menuju ke dapur dan menyiapkan dua gelas coklat hangat untuknya dan sasha serta segelas kopi hitam untuk sang kekasih, siapa lagi kalau bukan andre. Andre mencoba menghubungi alex untuk memberitahukan bahwa sasha ada bersama mereka tapi panggilan teleponnya tidak di respon oleh alex.
"Tada.... coklat hangat, kopi dan camilannya sudah siap" ucap sasha antusias lalu meletakkannya di atas meja ruang tamu.
"Makasih va" ucap sasha senang dan terharu melihat perhatian reva padanya. Reva baginya sudah lebih dari seorang sahabatnya baginya.
"Kak andre, kopinya sudah siap" teriak reva menggelegar memenuhi rumah.
"Iya bawel" ucap andre menghampiri reva lalu mencubit hidungnya gemes. Pemandangan keharmonisan hubungan sasha dan andre membuat sasha senang karena sahabatnya mendapatkan seseorang yang tepat untuk melengkapi kekurangannya, tapi ia juga merasa sedih karena hubungan mereka berbanding terbalik dengan kehidupan rumah tangganya yang amburadul.
"Kok melamun sa?, minum coklat hangatnya" ucap reva saat melihat sasha hanya tertunduk menatap segelas coklat hangat di depannya tanpa berniat meminumnya.
"Ehhh... iya" Sasha langsung tersadar dari lamunannya dan langsung meminum segelas coklat hangat di depannya.
"Sasha" tiba-tiba saja reva yang duduk di sebelahnya memeluk erat sasha.
"Ada apa va?" tanya sasha kebingungan sedangkan andre hanya terdiam dan menikmati kopi yang berada di depannya
"Aku senang banget, akhirnya aku akan menjadi aunty" ucap reva kegirangan lalu mengelus-elus lembut perut sasha
"Makasih aunty sudah menyambut kehadiran kami dengan baik" ucap sasha menirukan suara anak kecil
"Kamu harus jaga kesehatan dan pola makan serta jangan terlalu stress" akhirnya andre buka suara
__ADS_1
"Aku janji kak akan menjaga mereka sepenuh hati bahkan aku akan mempertaruhkan nyawaku demi mereka" ucap sasha yakin, tidak seperti pada awal kehamilannya ia bahkan sempat berniat melenyapkan dua nyawa di dalam perutnya. Sasha mengelus-elus lembut perutnya, kini aura ke-ibu-annya sudah tumbuh meskipun usianya masih terbilang muda.
Setelah selesai menikmati segelas coklat hangat tiba-tiba saja sasha merasakan kantuk yang luar biasa. Mungkin karena efek kehamilannya membuat sasha mudah merasakan kantuk.
"Jangan tidur di sofa, kasian calon ponakan aku bisa-bisa mereka tidurnya tidak nyenyak" ucap reva saat melihat saat hendak berbaring di sofa
"Hehehe maaf" sasha hanya tertawa cengengesan melihat tingkah reva yang overprotektif.
"Masuk ke dalam kamar aja atau mau aku tuntun" ucap reva kepada sasha
"Aku masih bisa jalan sendiri va" ucap sasha sambil geleng-geleng kepala. Sasha langsung berjalan ke kamar yang di maksud sasha untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak.
*****
Alex sedang berada di sebuah bandara bersama dengan naira, mereka sedang menunggu kedatangan seseorang.
Alex meninggalkan sasha seorang diri di resto karena ia mendapatkan sebuah telepon dari naira. Entah apa yang ada di pikirkan alex sampai-sampai ia tega meninggalkan istrinya seorang diri dalam keadaan mengandung.
"Airin" teriak naira berlari menghampiri gadis muda yang bernama airin itu. Mereka berdua berpelukan untuk menumpahkan kerinduan mereka setelah beberapa bulan terpisah.
Airin adalah adik alex dari mama kandungannya dan ayah tirinya. Meskipun alex membenci mamanya tapi ia tetap menyanyangi airin layaknya seorang kakak kandung ke adik kandungnya.
"Kenapa kamu tidak bilang ke kakak kalau akan berkunjung kesini" ucap alex sambil mengelus lembut rambut adiknya sedangan airin memeluk alex erat.
"Aku mau kasih kejutan untuk kakakku yang tampan ini" ucap airin yang membuat alex hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah adiknya yang sangat suka merepotkan orang-orang terdekatnya.
"Ayo kita ke rumah kak alex" ucap airin menarik lengan kakaknya dan naira. Mereka berjalan menuju ke parkiran tempat mobil alex di parkiran. Setelah mereka sampai di parkiran, mereka langsung memasuki mobil dan tancap gas menuju ke rumah alex.
Saat dalam perjalanan pulang ke rumah tiba-tiba saja ponsel alex berdering, karena terlalu fokus menyetir akhirnya airin yang mengangkat panggilan telepon alex.
"Halo kak andre" teriak airin dengan suara cemprengnya yang membuat andre langsung menjauhkan ponselnya dari telinga.
__ADS_1
"Gadis nakal, kapan kamu datang?" tanya andre yang mengetahui siapa pemilik suara itu.
"Baru saja, kak aku rindu" ucap airin sambil merengek manja yang membuat alex langsung mengalihkan pandangannya ke airin. Alex tahu betul kepada siapa airin selalu merengek manja selain kepada dirinya, siapa lagi kalau bukan andre.
"Kapan kamu berkunjung ke rumah kak andre?" tanya andre kepada airin
"Sekarang kak" ucap airin antusias lalu mematikan ponselnya.
"Ada apa?" tanya alex yang curiga melihat tingkah airin yang menatapnya dengan pandangan merajuk.
"Kak, kita ke rumah kak andre yah" ajak airin kepada alex
"Bukannya tadi kamu bilang capek dan ingin pulang, kenapa tiba-tiba saja kamu jadi langsung berubah pikiran?" tanya alex jengah melihat tingkah airin yang terlalu mengidolakan andre.
"Hehehehe.... kak please" ucap airin memohon kepada alex dan benar saja alex langsung menganggukkan kepalanya. Jurus memohon airin memang selalu mempan di alex.
Alex langsung berbalik arah menuju ke rumah reva karena andre memberitahukan lewat pesan whatsapp bahwa ia sedang berada di rumah reva. Setelah hampir sejam menyusuri jalanan, akhirnya mereka sampai di rumah reva.
"Kak, kenapa kita kesini?" tanya airin yang merasa asing dengan tempat itu.
"Katanya mau ketemu kak andre,ya disinilah kak andre" ucap alex langsung berjalan ke arah rumah itu. Airin hanya mengangguk dan mengikuti langkah kaki alex yang berjalan kerumah itu.Tentu saja naira mengikuti mereka dari belakang.
Tok...tok....tok...
(Suara ketukan pintu rumah reva)
"Ia tunggu" teriak reva dari dalam rumah saat mendengar suara ketukan pintu.
"Kak alex" ucap reva saat membuka pintu dan melihat alex, naira dan satu wanita lain yang tidak di kenalinya
"Siapa wanita ini?" tanya airin kepada naira sambil berbisik di telinga naira.
__ADS_1