
Sasha tengah berbaring di samping alex yang tertidur lelap. Ada perasaan tak menentu kala sasha kembali di pertemukan dengan adiyatama mantan kekasihnya. Mereka menjalin hubungan selama 4 tahun. Saat usia hubungan mereka memasuki 2 tahun tama dan sasha harus menjalani hubungan LDR karena tama harus mengurus usaha keluarga di Jepang yang saat otu terancam bangkrut.
Setelah 2 tahun menjalin hubungan jarak jauh, akhirnya sasha lah yang memutus kontak di antara mereka. Bukan sengaja tapi sasha melakukan itu semua atas permintaan sang papa yang saat itu menjodohkannya dengan lelaki yang kini berstatus sebagai suaminya.
"Kenapa aku harus kembali bertemu dengannya?" tanya sasha dalam hati. Perasaan sayang sasha ke
tama yang belum pudar sepenuhnya membuatnya bimbang. Tama adalah lelaki yang sangat bertanggung jawab dan baik selama menjalin hubungan dengan tama tak sekalipun tama bersikap kasar kepadanya. Sikap dan sifat tama sangat bertolak belakang dengan sikap dan sifat alex yang angkuh, egois dan dingin.
"Kenapa belum tidur hmm?" tanya alex yang saat itu terbangun dan menyadari sasha sedang melamun
"Eh...aku susah tidur" jawab sasha dengan jujur
"Ya sudah kemari aku peluk" Alex menarik sasha ke dalam pelukannya dan mengelus-elus rambut sasha.
Elusan tangan alex membuatnya merasakan kantuk dan memutuskan untuk tidur.
*****
Sasha sudah siap hendak berangkat ke kampus dengan tampilan yang berbeda dari biasanya rambut yang di biarkan tergerai, dan menggunakan dress pendek selutut serta sepatu flatshoes, tidak lupa dengan riasan tipis yang menyempurnakan penampilannya.
"Kak alex" sasha menghampiri alex yang sedang menyantap sarapannya di meja makan. Alex pangling melihat penampilan sasha yang berbeda dari biasanya.
"Istriku cantik sekali hari ini" puji alex ke sasha yang memang sangat cantik hari ini
"ouhhh jadi selama ini aku jelek!" sasha pura-pura marah mendengar perkataan alex
"bukan seperti itu sayang, maksudku kali ini istriku berbeda dari biasanya" alex menjelaskan maksudnya agar sasha tidak salah paham dengan ucapannya tadi
"hehehe aku paham kok!" tawa sasha pecah melihat ekspresi alex yang terlihat panik saat dirinya berpura-pura marah
"Kak aku izin ngampus yah" ucap sasha hendak pamit karena hari ini dia harus menemui andre si dosen killer yang ternyata kakak sepupu suaminya
"Setelah sarapan aku akan mengantarmu ke kampus" ucap alex lalu melanjutkan sarapa'n paginya
*****
Sasha dan alex sudah berada di depan fakultas sasha.
__ADS_1
"Terimakasih kak" ucap sasha lalu keluar dari dalam mobil alex. Alex ikut keluar dari dalam mobilnya yang membuat sasha kebingungan
"Kenapa kak alex ikut keluar dari dalam mobil?" tanya sasha kebingungan
"Istriku ini pasti melupakan sesuatu" ucap alex yang membuat sasha semakin kebingungan. Sasha memperhatikan semua yang melekat pada dirinya serta barang bawaannya dan tidak ada satupun. barang yang ketinggalan
"Apa yang ketinggalan?" tanya sasha
Alex berjalan ke arah sasha lalu mencium kening sasha yang membuat mereka berdua seketika jadi pusat perhatian. Pipi sasha sekarang seperti kepiting yang telah di rebus.
"Kak alex, aku malu" ucap sasha menundukkan kepalanya karena malu jadi pusat perhatian setiap orang yang berlalu lalang sedangkan alex bersikap biasa saja.
"Kenapa pipi istirku ini seperti kepiting rebus" ejek alex yang semakin membuat sasha malu
"Kak alex pergi saja ke kantor nanti kak alex telat" sasha mendorong alex untuk segera memasuki mobilnya tapi alex sama sekali tak bergerak dari tempatnya
"Aku kan bosnya" ucap alex menyombongkan diri
"Ahhh kak alex please, aku malu jadi pusat perhatian mereka semua" ucap sasha merajuk pada alex
"Baiklah jaga diri istriku sayang, jaga mata dan jaga hati. Jangan berani mendekati pria manapun atau aku sendiri yang akan melenyapkan mereka" ucap alex tenang tapi mampu membuat sasha bergindik ngeri
*****
"Sasha alexander andriawan silahkan dikerjakan kuisnya" ucap andre
Sasha kini berada di dalam ruangan dosen mengikuti kuis susulan yang di lewatkan beberapa hari yang lalu. Andre begitu ketat mengawasinya bahkan andre sama sekali tak beranjak dari tempatnya sampai sasha selesai mengerjakan kuisnya
"Dasar dosen killer" cicit sasha saat mengumpulkan kuisnya di meja andre
"Saya mendengar umpatan dari seorang mahasiswa yang sepertinya harus mengulang mata kuliah saya semester depan" ucap andre santai tapi bernada ancaman
"Ahh ampun pak, maksud saya pak andre itu dosen terbaik di kampus" ucap sasha berusaha agar andre melupakan umpatannya tadi
"Sasha" panggil reva yang membuat andre dan sasha langsung berbalik ke arah pintu tempat reva sedang berdiri.
"Reva huaaaaa" sasha pura-pura menangis di depan reva yang membuat alex kebingungan
__ADS_1
"Kenapa sa?" tanya reva
"Aku harus mengulang mata kuliah pak andre semester depan" curhat sasha yang membuat andre menatapnya curiga
"Haaaa kenapa bisa?" tanya reva menatap andre tajam.
"Aku hanya berbohong padanya, jadi tidak perlu menatapku seperti itu" ucap andre yang membuat sasha melompat kegirangan. Rencananya memanfaatkan reva berhasil.
"Ternyata dosen killer kita ini takut pada tatapan seorang wanita" ejek sasha yang membuat andre menatapnya jengah
"Dasar licik" ucap andre sedangkan reva yang tidak mengerti apa-apa hanya terdiam kebingungan.
"Va, ngantin yuk" ajak sasha. Mereka meninggalkan andre begitu saja
"Yah kalian berdua, liat saja kalian akan mengulang mata kuliahku satu semester" teriak andre kesal
*****
Mereka (sasha, andre, reva) bertiga sedang menikmati waktu senggang di kantin fakultas.
"Aku seperti obat nyamuk saja" ucap sasha jengah melihat andre dan reva yang sibuk berbincang-bincang seakan dunia hanya milik mereka berdua
"Ahhh kenapa sa?" tanya reva yang samar-samar mendengar suara sasha
"Lupakan" jawab sasha setelah mendapatkan tatapan tajam dari andre yang seakan-akan mengatakan "jangan ganggu kami atau kamu akan tahu sendiri akibatnya"
"membosankan harus melihat orang yang sedang di mabuk cinta" ucap sasha dalam hati
"Sasha" panggil seseorang yang suaranya berasal dari sampingnya. Sasha menolehkan kepalanya ke asal suara dan betapa terkejutnya sasha saat mengetahui orang yang memanggil namanya adalah tama sang mantan kekasih
"Kalian sudah saling kenal?" tanya andre yang membuat sasha semakin terkejut karena ternyata andre mengenal tama
"Iya aku mengenal sasha sangat baik" jawab tama yang membuat sasha hanya tersenyum kecut sebagai jawaban atas pertanyaan andre
"Silahkan duduk tam" ucap andre mempersilakan tama duduk di kursi kosong di samping sasha
Tama dan andre ternyata sudah kenal sejak sma. Tama adalah teman sekelas alex yang merupakan adik kelas dari andre. Mereka bertiga cukup akrab pada masa sma tapi setelah lulus mereka bertiga berpisah karena alex dan andre melanjutkan studinya di USA.
__ADS_1
"Bagaimana kamu bisa kenal dengan sasha?" tanya andre