
“makan yang banyak, kak alex harus pulih secepatnya” ucap sasha sambil menyuapi alex. Alex hanya menuruti perintah sasha tanpa berniat sedikitpun membantah. Biarlah hari ini sasha yang berkuasa akan dirinya.
“aku haus” ucap alex. Sasha dengan sigap mengambilkan segelas air yang berada di atas meja
“minumlah” ucap sasha menyerahkan segelas air yang berada di tangannya.
“terima kasih banyak” ucap alex kepada sasha yang hanya di balas senyuman lebar nan mempesona milik sasha.
Sasha melanjutkan suapannya kepada alex sampai sarapan yang di bawanya benar-benar habis dimakan alex. Setelah makanan yang dibawanya habis, sasha langsung menyodorkan sebuah obat penurun demam kepada alex
“aku sudah sehat, tidak perlu minum obat lagi” kata alex. Tetapi sasha tetap bersih keras memberikan obat itu untuk diminum oleh alex. Melihat kegigihan sasha dan kesabaran serta perhatiannya akhirnya alex mengalah dan meminum obat tersebut. Ada rahasia yang tidak pernah diketahui oleh siapapun yaitu selama ini alex tidak pernah mau meminum obat apapun alasannya karena alex adalah tipe orang yang baru melihat obat langsung mual. Tapi kali ini terpaksa hanya untuk membuat sasha bahagia.
“anak pintar” ucap sasha mengelus-elus rambut alex seperti seorang ibu yang sedang mengemong anaknya sendiri. “istirahatlah kak, aku akan kepasar mencari sayuran dan buah yang segar untuk makan siang nanti. Khusus hari ini aku yang akan memasak untuk semuanya” antusias sasha.
Alex begitu merasa bersyukur karena sasha masih mau menerimanya setelah apa yang telah diperbuatnya selama ini. “aku harus mengakhiri hubunganku dengan siska” tekad alex dalam hati
“berbaringlah kak, aku akan menyelimutimu. Istirahatlah dengan benar lupakan saja urusan kantor hari ini” perinta sasha yang harus dituruti oleh alex. Setelah alex berbaring ingin memejamkan matanya, ia melihat sasha mengambil handphone dan kunci mobilnya lalu memasukkannya ke dalam laci lemari meja rias.
“kenapa di kunci” tanya alex keheranan
“supaya kak alex tidak bandel, kak alex kan gila kerja kalau tidak seperti itu mana mungkin kak alex bisa beristirahat dengan tenang” jelas sasha yang hanya di balas anggukan oleh alex.
****
Alex masih berada di kamar beristirahat sedangkan sasha bersiap-siap untuk pergi kepasar. Melihat sasha yang sangat antusias dengan keranjang belanjaan di tangannya menarik perhatian andre
“apa yang kamu lakukan?” tanya andre curiga
“ siang ini kak andre dan andra harus makan di rumah” ucap sasha membuat andre mengernyitkan dahinya
“memangnya ada apa siang ini?” tanya andre
“hari ini aku yang akan memasak untuk kita semua” ucap sasha dengan senyum sumringah
__ADS_1
“tidak perlu aku masih mau hidup untuk hari esok” ejek andra yang saat itu hendak ke dapur dan mendengar ucapan sasha
“anak kecil diam saja, awas yah jika kamu makan di luar akan aku jewer kedua telinagmu” ancam sasha pada andra.
“andra temani sasha ke pasar” perintah andre. Mendengar apa yang dikatakan andre, sasha tersenyum mengejek ke andra
“aku tidak mau kak” tola andra
“andraaa” ucap andre. Hanya satu kata yang diucapkan andre tapi mampu membuat andra tidak berkutik dan mengiyakan perintah kakaknya.
****
Andra dan sasha telah sampai di salah satu pasar tradisional
“sasha lebih baik kita ke supermarket saja” ajak andra agar sasha mau berbelanja di supermarket saja
“aku tidak mau, disini sayurannya dan buahnya lebih segar” tolak sasha mentah-mentah
“sasha ayo pergi dari sini kita ke supermarket saja, disini tidak higeinis. Disini itu jorok, becek dan bau amis menyengat dimana-mana” protes andra ke sasha
Sasha sama sekali tidak mengindahkan setiap keluhan andra. Dengan terpaksa andra mengikuti langkah kaki sasha yang semakin mesuk ke dalam pasar.
“tuhan sepatu mahalku” keluh andra melihat sepatunya yang dipenuhi oleh lumpur. “perempuan bar-bar ini memang sengaja mengerjaiku” gerutu andra dalam hati
Sasha asik berbelanja sayuran, daging, ikan dan buah sedangkan andra sibuk menggerutu dalam hati.
“awas pak” ucap seorang kuli panggul yang berjalan terburu-buru denga memanggul sekarung sayuran. Andra yang terlalu sibuk menggerutu sampai-sampai tidak mendengar bahkan melihat kuli panggul tersebut berjalan ke arahnya.
Brukkkkk (andra terjatuh karena tersenggol oleh sang kuli panggul)
Sasha yang sedang asik tawar menawa dengan penjual berbalik mendengar suara gaduh di belakangnya dan alangkah terkejutnya sasha melihat andra tersungkur di tanah dipenuhi lumpur.
“hahahaha, apa yang kamu lakukan andra?” tanya sasha dengan tawa menggelar yang tidak bisa ditahannya.
__ADS_1
“sialan” umpat andra yang merasa malu sekaligus marah. Bukannya menjawab pertanyaan sasha, andra malah melenggang pergi begitu saja dengan sejuta sumpah serapah
“terima kasih bu” ucap sasha menyerahkan sejumlah uang kepada sang pedagang. Sasha lalu mengejar andra yang sudah jauh di depan sana. “andra tunggu aku” teriak sasha yang kerepotan membawa bahan belanjaannya.
“sialan dasar perempuan yang merepotkan” umpat andra yang melihat sasha kesusahan membawa barang belajaannya. Meskipun kesal tapi andra tetap tidak tega melihat sasha kesusahan, akhirnya andra memutuskan kembali menghampiri sasha
“menyusahkan saja” umpat andre merebut barang belanjaan sasha dan membawanya. Sasha yang melihat itu tersenyum karena meskipun andra pemarah tapi ia masih punya rasa peduli padanya.
“anak muda jika ingin bermain lumpur di sawah jangan dipasar” ejek sekumpulan ibu-ibu
Andra tidak menggubris ejekan ibu-ibu itu tapi jujur saja ia menjadi pusat perhatian dan itu membuatnya merasa malu. “hancurlah harga diriku ini” ucap andra dalam hati.
****
Alex telah bangun dari tidurnya dan kini ia sedaang duduk berbincang di teras dengan andre.
“bagaimana dengan siska?” tanya andre tanpa basa basi
“aku akan melepaskannya kak. Sasha sudah lebih dari cukup bagiku” jawab alex penuh keyakinan.
“semoga saja kamu tidak berubah-ubah pikiran lagi” ucap andre yang tahu betul adik sepupunya ini adalah orang yang plin plan
“iya kak” balas alex. Mereka berdua melanjutkan perbincangan mereka.
Sasha dan andra telah sampai di rumah. Andra berjalan ke dalam rumah yang diikuti oleh sasha yang membawa barang belanjaannya seorang diri. Alex dan andre langsung menghentikan perbincangan mereka dan tetawa terbahak-bahak melihat keadaan alex yang bermandikan lumpur.
“hahahaha....anak kecil kita pulang bermain lumpur yah” ejek andre dengan tawa tidak tertahankan yang di sahuti oleh alex “sasha kenapa membiarkan anak kecil ini bermain lumpur hahahaa”
Andra yang di ejek kedua kakaknya berkata “puas kalian mengejekku. Ini semua ulah istrimu kak alex” tunjuk andra ke alex
“kenapa aku, itu semua salahmu siapa suruh berdiri ditengah jalan” protes sasha yang disalahkan oleh andra
Andra yang semakin di ejek merasa kesal dan langsung masuk ke dalam rumah untuk membersihkan diri. Sementra sasha, alex dan andre tertawa terbahak-bahak melihat andra yang kesal setengah mati.
__ADS_1