Suami Arogan

Suami Arogan
Weekend


__ADS_3

Dengan mata yang masih terpejam sasha mencari alex dengan meraba sekitarnya karena tidak menemukan alex sasha membuka matanya


"kemana kak alex, inikan hari minggu?. masa iya kak alex pergi ke kantor." ucap sasha parau sambil mengucek ucek matanya karena baru saja terbangun dari tidurnya.


Baru saja akan meraih kursi rodanya tiba tiba suara alex menghentikan aktifitasnya untuk meraih kursi roda


"Selamat pagi nyonya alexander." ucap alex yang baru saja memasuki kamar mereka dengan membawa nampan yang berisi sarapan


"Selamat pagi juga suami nyonya alexander." sasha membalas sapaan alex dengan senyum sumringah yang terpancar dari bibirnya


"Hari ini kita akan sarapan dengan omelet dan susu buatan dari orang tertampan sejagad raya." ucap alex membanggakan dirinya sendiri


"wahhh bapak ini sangat percaya diri. Kata siapa bapak tampan?" tanya sasha dengan senyum mengejek


"Kata bibir ini (mencium bibir sasha sekilas) ." jawab alex setelah mencium bibir sasha. Mendapat ciuman mendadak seperti itu sasha hanya merajuk manja pada alex sambil memukul pelan lengan alex yang di balas kekehan oleh alex.


"Mulai sekarang setiap pagi harus selalu ada morning kiss dari bibir manis nyonya alexander ini." kata alex dengan mengusap pelan sudut bibir sasha


Perlakuan alex saat ini sungguh membuatnya sangat bahagia karena setelah beberapa lama bersama dengan alex akhirnya alex benar benar akan menjadi miliknya seutuhnya.


"Buka mulutmu nyonya alexander sesuap omelet penuh cinta dari lelaki tampan di hadapanmu akan mendarat." ucap alex menyuapkan omelet kedalam mulut sasha


Itulah kejadian manis yang terjadi di pagi hari.

__ADS_1


*****


Sasha tengah menikmati cahaya Mentari pagi di balik kaca kamar tidurnya sedangkan alex duduk menemaninya meskipun alex tetap saja tidak berubah. Alex tetaplah si pria gila kerja meski itu weekend sekalipun. Tapi kali ini sasha sangat bahagia karena pertama kalinya ia dan alex duduk bersama dalam waktu yang cukup lama saat berada di rumah, biasanya saat weekend alex jarang menghabiskan waktu di rumah dengannya.


Ditengah lamunan sasha "kenapa tuan putri kita ini termenung?" tanya alex menghentikan aktifitasnya. "aku hanya merasa ini seperti sebuah mimpi. Tuan gila kerja ini duduk di sofa dan menemani weekend ku. Meskipun tetap kerja adalah prioritasnya tapi setidaknya raganya bersamaku." jawab sasha bahagia


"aku akan melakukan ini setiap weekend untuk gadis kecil yang telah meluluhkan hatiku." ucap alex mantap tanpa ada keraguan sedikitpun. "aku mencintaimu tuan gila kerja." pengakuan cinta sasha pada alex. "aku jauh lebih mencintaimu gadis kecilku." balasan alex akan pengakuan cinta sasha.


Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi sasha saat ini dimana alex menemaninya dan mencintainya. Meskipun jalan yang di tempuh sasha untuk sampai di moment ini tidaklah mudah, tidak sedikit air mata yang tumpah, kekecewaan dan rasa sakit. Namun semua kini terbalaskan dengan pengakuan cinta dari suaminya


"Ayo kita latihan jalan, kata dokter kamu sudah bisa mulai belajar berjalan lagi." penjelasan alex. "wahhh tuan yang gila kerja ini ternyata mau meluangkan waktunya untuk mengajariku berjalan." ledek sasha. "apapun akan ku lakukan untuk. Hanya satu yang kuminta jangan khianati kepercayaan dan rasa cintaku" ucap alex tulus dan tersirat luka di dalamnya.


"aku janji akan menjaga cinta kita dan tidak akan mengecewakanmu." sasha menenangkan alex lalu mengusap lembut kedua wajah alex dan beralih mencium alex dimulai dari kedua pipi, dahi, mata, hidung dan terakhir bibir yang berakhir dengan ciuman panas


*****


Disore hari sasha duduk di halaman mansion sendirian karena alex harus pergi untuk menyelesaikan pekerjaannya. Seperti biasanya alex tetaplah lelaki yang gila kerja tak seharipun hari yang dilalui tanpa bekerja.


"Kapan aku bisa seperti mereka." ucap sasha yang melihat sebuah keluarga kecil nan harmonis lewat di depan matanya dengan menggunakan sepeda. Hari weekend seperti ini banyak peseda yang berlalu lalang di depan mansion alex yang tidak jauh dari taman. Bukannya sasha tidak bersyukur hanya saja iya juga ingin merasakan menikmati weekend berdua dengan alex meskipun hanya sebatas mengelilingi taman berdua.


"siapa?" tanya sasha yang tiba tiba saja matanya di tutup oleh sepasang tangan. "alex yah." ucap sasha lagi "wah tuan puteri kita ini tahu siapa yang menutup matanya." balas alex ikut duduk di kursi sebelah kursi roda sasha. "tentu saja aku mengenali suamiku." bangga sasha karena mengenali alex


"apa yang kamu perhatikan?" tanya alex mengikuti arah pandangan sasha "tidak ada." jawab sasha "baiklah tuan puteri aku akan mengikuti mau mu, bersiaplah kita akan berkeliling taman." ucap alex mendorong kursi roda sasha masuk ke dalam rumah untuk bersiap siap

__ADS_1


*****


"kamu senang sayang." tanya alex ke sasha yang di balas anggukan "itu ada penjual es cream kamu mau? "tanya alex lagi yang di balas antusias oleh sasha "iya aku mau rasa cokelat" jawab sasha "ya sudah tunggu disini yah." perintah alex yang meninggalkan sasha di atas kursi rodanya


"tampan." kata yang meluncur bebas dari mulut sasha saat sedang melihat alex mengantri untuk membeli sebuah es cream. Alex tampil dengan baju kaos dan celana selutut yang membuat ketampanannya tidak memudar bahkan semakin bertambah.


"paman tunggu aku dewasa yah" kata seorang gadis kecil refleks alex menghadap ke bawah ke seorang gadis kecil yang sedang berbicara padanya "kenapa paman harus menunggumu dewasa?" tanya alex lalu berjongkok menyamaratakan tingginya dengan gadis kecil tersebut "aku mau jadi istri paman" jawab gadis kecil itu lalu mencium pipi alex. Alex yang kaget hanya bisa terdiam sesaat lalu tertawa dan mengelus-elus rambut.


Sasha yang memperhatikan dari jauh tentu saja kaget tapi senyum tentu menghiasi bibirnya. Pemandangan di depan matanya membuat hatinya terenyuh dan membayangkan jaki kelak alex pasti akan menyanyangi anak mereka terbukti dari sikapnya ke anak kecil itu.


Saat sedang asyik memperhatikan keakraban antara alex dan anak kecil itu tiba tiba seseorang menyenggol kursi roda sasha.


"aaaaaaaaa" teriak sasha saat kursi rodanya melaju dengan sendiri. Alex yang mendengar teriakan sasha berbalik dan terkejut melihat kursi roda sasha melaju ke arahnya dengan cepat.


Tempat alex meninggalkan sasha di atas kursi roda memang penurunan dan alex berada di tempat yang rendah. "Sayang." teriak alex berlari ke arah kursi roda sasha yang melaju ke arahnya.


Untung saja alex berhasil menghentikan laju kursi roda sasha meskipun mengalami sedikit cedera di kakinya karena terkena oleh kursi roda tapi itu bagi alex tidak berarti apa apa di banding keselamatan sasha.


"kamu tidak apa apa sayang?" tanya alex khawatir


"iya aku tidak apa apa" jawab sasha dengan badan yang bergetar karena ketakutan


"ya sudah kita pulang yah sayang aku takut terjadi hal yang tidak di inginkan lagi" ucap alex yang takut akan terjadi hal yang bisa mengancam keselamatan sasha lagi.

__ADS_1


Alex selalu saja merasa seakan oksigen akan berhenti dihirupnya jika sasha mengalami hal yang berbahaya. Kekhawatiran selalu mengusai dirinya jika itu menyangkut tentang keselamatan sasha. Ini pertama kalinya alex merasa seperti ini kepada seorang wanita. Bahkan rasa traumanya seakan sirna bgitu saja jika itu menyangkut sasha.


__ADS_2